Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Pantai Pasir Putih Situbondo Pernah Jadi Saksi Dua Perwira TNI AL Gugur Latihan Penyelamatan Kapal Selam

Ali Sodiqin • Sabtu, 24 Mei 2025 | 18:01 WIB
Awak kapal selam KRI Cakra-401 berfoto bersama saat commodore inspection di perairan Panarukan, Situbondo, Jawa Timur. (PT PAL Indonesia for Jawa Pos)
Awak kapal selam KRI Cakra-401 berfoto bersama saat commodore inspection di perairan Panarukan, Situbondo, Jawa Timur. (PT PAL Indonesia for Jawa Pos)

RADARBANYUWANGI.ID - Tragedi memilukan pernah menyelimuti perairan Pantai Pasir Putih, Situbondo, Jawa Timur.

Pada 8 Juli 2012 silam, dua perwira terbaik TNI Angkatan Laut gugur dalam latihan Search and Rescue (SAR) kapal selam yang digelar sebagai bagian dari kesiapsiagaan operasi penyelamatan bawah laut.

Dua perwira yang gugur adalah Komandan Satuan Kapal Selam Kolonel Laut (P) Jefri S. Sangel dan Mayor Laut (T) Eko Idang Prabowo.

Keduanya terlibat dalam skenario simulasi penyelamatan awak kapal selam KRI Cakra 401 yang dilaporkan karam di dasar laut.

Dekompresi Diduga Jadi Penyebab

Dikutip dari berbagai sumber, dalam skenario pelatihan tersebut, para prajurit diinstruksikan keluar dari kapal selam melalui conning tower yang berada di bawah laut.

Namun saat proses evakuasi personel dari dalam kapal, Kolonel Jefri dan Mayor Eko mengalami kendala medis yang diduga akibat dekompresi, yaitu kondisi medis yang terjadi saat tubuh naik terlalu cepat dari kedalaman, mengakibatkan akumulasi nitrogen dalam jaringan tubuh.

Keduanya terlambat muncul ke permukaan dan ditemukan dalam kondisi kritis, mulut dan perut mereka sudah kemasukan air.

Dari mulut keduanya terlihat keluar busa, bahkan dari hidung dan telinga Mayor Eko terlihat mengucur darah.

Upaya pertolongan intensif segera dilakukan di atas kapal ponton yang disiagakan dekat lokasi latihan.

Darurat yang Disangka Sandiwara Latihan

Kekacauan sempat terjadi di permukaan laut. Teriakan "Darurat!" yang disampaikan tim penyelamat awalnya disangka bagian dari skenario latihan, sehingga respons sempat tertunda.

Begitu kondisi nyata dipahami, petugas medis segera bergerak melakukan CPR, memberikan oksigen, alat pacu jantung, dan tindakan darurat lainnya.

Sayangnya, meski usaha penyelamatan dilakukan selama lebih dari setengah jam, kondisi keduanya tidak kunjung membaik.

Mereka kemudian dimasukkan ke dalam chamber untuk proses stabilisasi tekanan tubuh. Namun hingga lebih dari satu jam, keduanya tak menunjukkan tanda-tanda kesadaran.

Latihan Dihentikan, Duka Menyelimuti Laut Pasir Putih

Latihan penyelamatan segera dihentikan. Kedua korban kemudian dibawa dengan helikopter menuju Rumah Sakit Angkatan Laut dr. Ramelan di Surabaya.

Sayangnya, nyawa kedua pahlawan laut tersebut tak tertolong. Kabar duka dikonfirmasi langsung oleh Kadispenal malam harinya.

Insiden ini mengingatkan kembali pada tragedi serupa pada 2008, ketika enam Marinir gugur akibat tenggelamnya tank amfibi dalam latihan di Pantai Banongan, yang juga berada di Situbondo. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#pasir putih situbondo #kapal selam #pantai pasir putih #Prajurit TNI Gugur