Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

2 Hari Terapung di Laut, 2 Hari Terdampar di Plengkung, Empat Nelayan Asal Muncar yang Perahunya terbalik Dihantam Ombak

Zamrozi Wahyu • Jumat, 23 Mei 2025 | 16:21 WIB
PENUH HARU: Keempat nelayan yang hilang (kanan) dijemput oleh keluarganya di Markas Pos TNI AL Muncar  Kamis (22/5).
PENUH HARU: Keempat nelayan yang hilang (kanan) dijemput oleh keluarganya di Markas Pos TNI AL Muncar Kamis (22/5).

RadarBanyuwangi.id - Empat nelayan asal Kecamatan Muncar yang sempat dinyatakan hilang saat melaut oleh keluarganya karena lima hari tidak ada kontak, berhasil ditemukan oleh petugas keamanan di Pantai Plengkung, kawasan Taman Nasional Alas Purwo (TNAP) Desa Kalipait, Kecamatan Tegaldlimo, Kamis (22/5).

Keempat nelayan yang sempat dibawa ke pos keamanan Pantai Plengkung dan dibawa ke Pos TNI AL Muncar di Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar itu, Muhamad Sholeh, 43; Purnomo, 35, dan Durrahman, 58, ketiganya warga Dusun Palurejo, Desa Tembokrejo. Satu nelayan lagi, Hamidi, 50, asal Dusun Kalimati, Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar.

Saat ditemukan kali pertama, keempat nelayan itu berjalan hingga di Pantai Plengkung dan ke Pondok Kerja di Pantai Plengkung. Selanjutnya, petugas itu lapor ke Pos TNI AL Muncar. “Ada laporan, kita meluncur ke Plengkung, empat nelayan selamat semua dan sehat,” kata Komandan Pos TNI AL Muncar, Lettu Laut (T) Pungky Pradita.

Dalam pengakuannya, terang dia, keempat nelayan itu berangkat mencari ikan di laut dengan naik satu perahu dari Pelabuhan Muncar pada Sabtu (17/5) sekitar pukul 14.00. Tujuan para nelayan untuk mencari ikan di perairan Kelapa Kembar daerah Selat Bali. “Lokasinya itu dekat Pantai Plengkung,” jelasnya.

Saat berada di perairan Laut Selatan untuk mencari ikan, terang dia, sudah malam. Tiba-tiba perahunya dihantam ombak hingga terbalik. Keempat nelayan itu terlempar dan jatuh ke laut. Mereka harus berjuang di laut dekat perahunya selama dua hari. “Mereka berada di perahunya yang terbalik hingga dua hari,” jelasnya.

Sejak perahunya terbalik itu, jelas dia, mereka tidak bisa kontak dengan keluarganya. Handphone (HP) yang dibawa para nelayan, mati semua. “Setelah dua hari bertahan di perahu yang ada di tengah laut, mereka terdampar di pantai yang ada di Alas Purwo dan di tempat ini selama dua hari juga,” ungkapnya.  

Menurut Pungky, keluarga para nelayan itu baru lapor ke Pos TNI AL pada Rabu (21/5). Dari laporan itu, anggota melakukan pelacakan dan mendapat informasi para nelayan itu berada di Pondok Kerja Pantai Plengkung. “Kita meluncur ke lokasi lewat jalur darat dan kita bawa ke markas,” bebernya.

Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Alas Purwo Wilayah I Tegaldlimo, Noviyani Utami menyampaikan, pada Kamis (22/5) sekitar pukul 09.00, dikantornya Pondok Kerja Pantai Plengkung, TNAP kedatangan empat orang nelayan. Mereka melaporkan perahunya hanyut terbawa ombak dan terdampar di Perairan Bantenan, kawasan TNAP selama dua hari. “Para nelayan dan perahunya terombang ambing di laut, mesin beserta muatan berupa jaring dan ikan hasil tangkapan dibuang ke laut untuk mengurangi beban,” katanya.

Setelah dua hari terombang ambing di laut, jelas dia, para korban terdampar di Pantai Bantenan. Sedangkan perahu dijangkarkan di dekat Pantai Bantenan. “Alhamdulillah, para nelayan berhasil menepi di daratan,” katanya.

Setelah didarat, lanjut dia, para korban berjalan menuju ke arah Pantai Plengkung yang berjarak sekitar 15 kilometer lebih. Mereka berjalan menyusuri tepi pantai selama dua hari untuk mencari bantuan. “Akhirnya sampai di Pondok Kerja Pantai Plengkung sekitar jam 09.00, dan diterima penjaga Plengkung, Nanang Dwi Prasetyo,” terangnya.

Saat berada di Pondok Kerja itu, lanjut dia, mereka dimintai keterangan untuk memastikan kondisi para nelayan. Dari pengakuan yang berasal dari Muncar, akhirnya dilaporkan ke Pos TNI AL Muncar. “Sekitar pukul 11.00, anggota TNI AL Muncar datang dengan salah satu keluarga korban. Mereka dibawa ke Muncar semua,” terangnya.(cw3/abi)

 

Editor : Agus Baihaqi
#pantai plengkung #tni al #nelayan #Nelayan Terdampar #pantai #Taman Nasional Alas Purwo