RadarBanyuwangi.id – Para nelayan yang tinggal di pesisir Pantai Muncar, diminta untuk berhati-hati dan waspada bila nekat melaut. Sebab, saat ini cuaca sedang ekstrem. Sering turun hujan deras disertai angin kencang dan ombak yang tidak bersahabat.
Untuk menjaga keamanan dan keselamatan para nelayan, Kanit Pol Airud Unit Muncar, Bripka I Wayan Wedhana berkeliling ke daerah pelabuhan untuk menemui para nelayan. “Kami berharap nelayan tidak melaut dulu,” katanya pada Jawa Pos Radar Genteng.
Menurut Wayan, saat ini cuaca di daerah Selat Bali sedang tidak baik-baik saja. Angin yang kencang disertai hujan deras, bisa membuat ombak tinggi dan ganas. “Para pemancing hendaknya istirahat dulu, cuaca kurang baik,” terangnya.
Permintaan nelayan untuk tidak melaut ini, jelas dia, berlaku sejak Senin (19/5) sampai akhir Mei 2025, atau sekitar 27 atau 28 Mei 2025. Pihaknya akan berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Banyuwangi untuk update kondisi cuaca. “Apabila kedepannya cuaca masih ekstrim, sosialisasi akan terus digalakkan, para nelayan diharap bisa menaati,” katanya.
Jika terpaksa untuk beraktivitas di laut, lanjut dia, keselamatan harus diperhatikan seperti, memakai pelampung. Sebab, cuaca di laut saat ini berubah-ubah dan masih ekstrim. “Jika terjadi peristiwa di laut, diusahakan untuk segera melaporkan ke petugas keamanan,” pintanya.
Dari pantauan Jawa Pos Radar Genteng, nelayan yang berada di Pelabuhan Muncar banyak yang melempar jangkar. Mereka memilih untuk beraktivitas darat, seperti memperbaiki perahu dan jaring. “Mau melaut takut cuaca ekstrim, ombaknya besar” kata salah satu nelayan, Edi Siswanto, 45.
Buruknya cuaca, terang dia, diperkirakan akan terjadi hingga akhir Mei. Dan cuaca yang buruk itu membuat nelayan enggan untuk pergi ke laut. “Kalau memaksa melaut, nyawa taruhannya. Mending beraktivitas didarat, seperti berbenah perahu hingga alat tangkap ikan,” tutur nelayan asal Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar itu.(cw3/abi)
Editor : Agus Baihaqi