RadarBanyuwangi.id – Perbaikan rumah milik Sri Rezeki, 34, janda asal Dusun Sumberasri, Desa/Kecamatan Songgon yang ambruk karena bangunannya lapuk, akan mendapat bantuan dari BPBD Banyuwangi. Hanya saja, kapan bantuan itu cair masih belum bias dipastikan, kamis (8/5).
Bantuan itu masih menunggu hasil koordinasi antara BPBD Banyuwangi dengan Pemerintah Desa (Pemdes) Songgon, Kecamatan Songgon. “Untuk material pasti akan dibantu, tapi menunggu desa (Pemdes) dulu. Biar tidak tumpang tindih, BPBD dan Pemdes akan membuat kesepakatan bantuan yang akan diberikan apa,” kata anggota BPBD Banyuwangi wilayah Kecamatan Songgon, Abdul Hadi.
Menurut Hadi, BPBD telah memberikan bantuan untuk janda muda yang rumahnya ambruk itu. Bantuan itu berupa keperluan sehari-hari seperti kasur lipat, selimut, dan sembako. “Alat dapur juga diberikan, semuanya kami beri dua paket karena penghuni rumahnya banyak,” ujarnya.
Dalam paket bantuan itu, terang dia, juga ada dua lembar terpal untuk dipakai pengganti atap rumah. Hanya saja, sampai proses renovasi selesai, tampaknya keluarga tersebut tidak bakal menempati rumah yang sudah rapuh tersebut. “Untungnya di sekitar rumahnya itu banyak keluarganya, jadi bisa mengungsi sementara di situ,” ucapnya.
Hadi menyebut sampai kemarin, warga masih banyak yang datang untuk membantu bersih-bersih puing-puing rumah. Beberapa bagian rumah yang sudah nyaris roboh, dirobohkan sekalian agar tidak berbahaya. “Siang ini sudah selesai, besok tinggal menunggu material agar bisa segera perbaikan,” tandasnya.
Sri Rezeki mengaku terima kasihnya atas bantuan yang diberikan para tetangga, BPBD, dan Pemdes Songgon. Ia berharap bantuan material yang dijanjikan segera datang sehingga renovasi rumahnya bisa cepat dilakukan. “Dari dulu mau diperbaiki belum ngumpul uangnya, semoga segera ada bantuan biar bisa meringankan,” katanya.
Seperti diberitakan sebelumnya, diduga karena sering diguyur hujan, rumah milik janda, Sri Rezeki, 34, di Dusun Sumberasri, Desa/Kecamatan Songgon ambruk pada Rabu (7/5) sekitar pukul 09.30. Bangunan rumah dengan kontruksi batu bata dan batako itu, diduga ambruk karena kondisinya sudah tua.
Tidak ada korban jiwa dalam bencana tersebut. Sri yang tinggal berempat bersama anaknya, Andry Fahreza, 14, kakaknya yang juga janda Yanik Nistiani, 41, dan anaknya Ahmad Noval Alhabib, 4, berhasil selamat. “Yang tinggal di situ ada dua KK (kartu keluarga). Alhamdulillah, semua selamat,” kata anggota BPBD Kecamatan Songgon, Abdul Hadi.
Menurut Hadi, keempat penghuni rumah berukuran enam meter kali lima meter itu selamat setelah mengungsi ke rumah salah satu tetangganya sejak Selasa (6/5). “Jadi sejak kemarin (Selasa) sudah ada warga yang melihat rumah korban ini rawan ambruk, sering mengeluarkan suara seperti akan roboh. Penghuninya disarankan untuk mengungsi,” ujarnya. (sas/abi)
Editor : Agus Baihaqi