Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Perbaikan 2 Jembatan Menuju Sukamade Rampung, Saat Lebaran Jembatan Rakit Sempat Dibongkar

Salis Ali Muhyidin • Kamis, 17 April 2025 | 16:08 WIB
DIPOLES: Jembatan kayu selebar tiga meter dengan panjang 11 meter menuju Dusun Sukamade bisa dilewati warga Rabu (16/4).
DIPOLES: Jembatan kayu selebar tiga meter dengan panjang 11 meter menuju Dusun Sukamade bisa dilewati warga Rabu (16/4).

RadarBanyuwangi.id - Warga Dusun Sukamade, Desa Sarongan, Kecamatan Pesanggaran kini bisa melintasi medan sulit menuju kampungnya dengan aman. Dua jembatan yang sering rusak di jalur tengah hutan menuju Dusun Sukamade itu, kini sudah rampung diperbaiki, Rabu (16/4).

Kepala Dusun Sukamade, Feri Nafaro menyampaikan dua jembatan, yakni jembatan apung dan jembatan kayu selebar tiga meter dengan panjang 11 meter di wilayahnya, sudah rampung setelah diperbaiki secara swadaya. “Sudah bisa dilewati secara normal oleh warga,” katanya pada Jawa Pos Radar Genteng.

Menurut Feri, jembatan kayu yang jadi jembatan terakhir menuju pemukiman warga di tengah hutan itu rampung diperbaiki saat H-1 Lebaran. “Sekarang pembatasnya dicat biru, tujuannya memang perbaikan saja, kayu-kayunya yang lapuk diganti,” terangnya.

Untuk jembatan apung yang semula ditarget rampung pada H-1 Lebaran, jelas dia, rupanya meleset dari rencana. Masalahnya, sebelum Lebaran di daerahnya turun hujan deras, hingga membuat debit air sungai naik. “Karena sungainya banjir, jembatan apung kita bongkar, kembali kita fungsikan rakit tarik,” tandasnya.

Dengan dibuat rakit lagi, Feri menyebut harus ada warga yang standby untuk menjalankan rakit tersebut. Setiap hari ada tiga orang yang diminta jaga selama Lebaran dan bertugas menarik rakit tersebut. “Ketika ada warga yang mau menyeberang, yang piket ini yang mengoperasikan,” ucapnya.

Arga yang diminta piket itu bertahan sampai H+5 Lebaran. Setelah debit air mulai stabil, rakit tersebut kembali dipugar dan diubah menjadi jembatan apung. “Sekarang dua sisinya sudah tersambung dan difungsikan jadi jembatan karena debit air sudah turun,” katanya.

Feri menyebut jembatan ini biasanya hanya bertahan sekitar lima bulan saja alias selama musim kemarau. Bila sering turun hujan, debit air sungai naik, jembatan dibongkar lagi.” Kalau hujannya datang buru-buru kita ubah jadi rakit lagi,” pungkasnya.(sas/abi)

Editor : Agus Baihaqi
#hutan #Swadaya #lebaran #jembatan apung #jembatan #Sukamade #banjir #rakit #Kecamatan Pesanggaran #banyuwangi #hujan deras #Perbaikan #Kandangan #musim kemarau #sarongan