RadarBanyuwangi.id - Aktivitas malam alias praktik esek-esek di kolong jembatan Sungai Setail, Dusun Krajan, Desa Setail, Kecamatan Genteng untuk beberapa hari ini vakum. Itu sejak kematian perempuan paro baya yang diduga pekerja seks komersial (PSK) dan jatuh di lokasi tersebut pada Jumat (11/04) pukul 03.30.
Salah satu pemilik warung di sekitar jembatan yang kerap buka hingga tengah malam, Sugiarti, 56, menyampaikan, aktivitas malam di bawah jembatan sudah sepi sejak ada yang meninggal itu. “Sejak itu sepi, kalau malam tidak ada yang seperti itu (prostitusi) lagi,” katanya pada Jawa Pos Radar Genteng.
Menurut Sugiarti, sebelum meninggalnya perempuan baya itu, di sekitar kolong jembatan itu setiap malam setidaknya ada enam pelaku bisnis esek-esek. Dari enam itu, empat orang waria, dan dua orang perempuan tulen yang sudah berumur. “Tidak tahu kok jadi sepi, atau memang sudah tidak (beroperasi) lagi,” terangnya.
Setelah satu orang yang diduga PSK meninggal akibat jatuh dari kolong jembatan di sungai berinisial WR, 50, kini tinggal lima orang yang aktif di lokasi tersebut. “Kalau nanti mulai lagi, perempuannya ya tinggal satu itu saja,” ungkapnya.
Sugiarti mengaku tahu persis terkait praktik esek-esek yang sudah terjadi di kolong jembatan sejak puluhan tahun itu. Bahkan, para pelaku dan pelanggannya juga kerap membeli makan atau minum di warungnya. “Tapi saya ya tidak bisa melarang atau apa, kalau saya hanya jual makanan di sini,” dalihnya.
Di bawah kolong jembatan itu, masih kata dia, dulu dibuat tempat tinggal tunawisma. Malahan, di tempat itu dulu ada yang sampai membuat seperti rumah untuk tidur. “Sekarang sudah tidak ada, terakhir kali ada yang dapat bantuan tempat kos dari kecamatan itu,” ujarnya
Koordinator Satpol PP Genteng, Masruri mengaku belum mengetahui terkait kondisi kolong Jembatan Setail pasca ada yang meninggal itu. Ia juga masih belum melakukan gerakan untuk sekadar melakukan patroli atau penertiban. “Soal itu masih belum ada (rencana patroli),” ungkapnya.(sas/abi)
Editor : Agus Baihaqi