RADARBANYUWANGI.ID - Jalan nasional mulai dipadati kendaraan warga pada H+4 Idul Fitri 1446 H, menandakan suasana arus balik yang mulai terlihat.
Banyak pengendara yang kembali ke tempat kerja atau pulang setelah merayakan Lebaran bersama keluarga di kampung halaman.
Seperti yang terpantau di jalan nasional yang menghubungkan Jember dengan Banyuwangi, volume kendaraan meningkat pesat.
Pengguna jalan, baik kendaraan roda empat maupun sepeda motor, terlihat memadati jalur tersebut.
Antrean panjang kendaraan roda empat pun tak terhindarkan, terutama dari arah Banyuwangi menuju Jember.
Kemacetan semakin parah siang hingga sore hari, dengan antrean yang meluas dari Jalan Nasional Gunung Gumitir, sepanjang Jalan Raya Sempolan, hingga ke Desa Garahan, Kecamatan Silo.
Banyaknya pengendara membuat sebagian orang tidak sabar dan nekat menyerobot antrean, yang justru memperparah kemacetan.
Di Jalan Raya Desa Garahan, seorang sopir bus terlihat mendahului kendaraan di depannya, sehingga bagian ekor bus berada di luar garis marka.
Hal ini membuat sejumlah kendaraan dari arah Jember terpaksa turun ke bahu jalan.
Kapolsek Silo, AKP Na'i, bersama anggota Satlantas Polres Jember, turun ke lokasi untuk mengatur lalu lintas, terutama di pos Garahan, Silo, di mana antrean panjang kendaraan roda empat mencapai perlintasan kereta api (KA) Garahan.
Kendaraan pribadi, terutama dari arah Banyuwangi, mendominasi arus lalu lintas. Namun, semakin sore, jumlah kendaraan dari arah Jember juga meningkat, dengan banyak yang baru pulang dari rumah keluarga di Banyuwangi menuju Malang, Surabaya, Mojokerto, dan Jombang.
Khoirul Anam, 40, warga Malang Kota, mengungkapkan bahwa antrean panjang sudah terlihat sejak turun dari Gumitir.
Ia mencatat bahwa banyak pengendara yang nekat menyerobot antrean, terutama di persimpangan.
“Antrean panjang ini memang terjadi saat liburan lebaran, sehingga hanya setahun sekali saja,” ujarnya.
Kanitlantas Polsek Silo, Aiptu Dwi Cahyo Utomo, menambahkan bahwa mulai banyak kendaraan pribadi yang melintas pada H+4 Lebaran.
Banyak warga yang kembali setelah berlebaran bersama keluarga, terutama dari arah Banyuwangi menuju Surabaya, Malang, dan Probolinggo, serta sebaliknya dari arah Jember yang hendak kembali ke Banyuwangi dan Bali.
Untuk mengantisipasi kemacetan dan keselamatan, anggota Polsek dan Satlantas dikerahkan ke beberapa persimpangan, seperti di simpang tiga Pasar Sempolan dan perlintasan KA di Garahan.
Mereka khawatir antrean panjang kendaraan bersamaan dengan kereta api yang akan lewat.
Kepada pengguna jalan, Kanitlantas mengimbau untuk lebih berhati-hati, terutama saat hujan yang membuat jalan licin dan rawan kecelakaan.
“Ketika merasa lelah setelah perjalanan jauh, hendaknya istirahat di tempat yang sudah ada, seperti di rest area Café Gumitir, Pos Pengamanan Lebaran, serta tempat istirahat yang aman,” pungkasnya.
Dengan meningkatnya volume kendaraan, diharapkan semua pengguna jalan dapat saling menghormati dan menjaga keselamatan di jalan raya. (*)
Editor : Ali Sodiqin