Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Di Banyuwangi Rp 2.000, di Boyolali Rp 2.500, Pagu Harga Susu untuk Program MBG

Salis Ali Muhyidin • Senin, 17 Maret 2025 | 15:42 WIB
KUALITAS: Manajer peternakan Dairy Farm Margo Utomo, Sugeng Hariyanto menunjukkan susu segar yang disimpan di lemari pendingin peternakannya.
KUALITAS: Manajer peternakan Dairy Farm Margo Utomo, Sugeng Hariyanto menunjukkan susu segar yang disimpan di lemari pendingin peternakannya.

RadarBanyuwangi.id - Dairy Farm Margo Utomo di Desa Kalibaru Kulon, Kecamatan Kalibaru, buka-bukaan usai menarik diri dari program unggulan pemerintah, Makan Bergizi Gratis (MBG), Minggu (16/3).

Salah satu alasan pengunduran diri sebagai mitra penyedia susu yang kerap disinggung, harga yang tergolong rendah dan tak masuk Harga Pokok Penjualan (HPP). “Susu kami dihargai Rp 2.000. Awalnya tetap kami terima, kami ingin mendukung program pemerintah,” kata manajer peternakan Dairy Farm Margo Utomo, Sugeng Hariyanto.

Menurut Sugeng, HPP untuk susu grade A berukuran 115 mililiter yang dihasilkan sapi-sapi dari peterakan yang berdiri sejak 1943 itu harusnya Rp 3.000. “Di bawah harga itu sebenarnya berat, tapi karena ini partaian besar, tetap kami terima, berharap ada sedikit untung,” katanya.

Sebagai perbandingan, kata dia, pagu harga susu untuk program yang sama di daerah lain. Di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, pagu harga untuk susu Rp 2.500 per pouch. Ini diungkap salah satu rekannya usai membaca berita di web Jawa Pos Radar Banyuwangi. “Banyak orang telepone saya, termasuk teman peternak di Boyolali. Setelah baca berita itu menanyakan benar atau tidak kami mundur dari MBG,” terangnya.

Dalam komunikasinya itu, kata Sugeng, rekannya mengaku mengerti alasan Dairy Farm Margo Utomo mundur dari program MBG. Dengan harga Rp 2.000 itu, peternak akan sulit mendapat untung. “Teman saya yang dibeli Rp 2.500 saja kesulitan. Dia juga mengeluh, apalagi sini yang hanya Rp 2.000 per pouch,” tandasnya.

Sugeng menyebut jika permintaan pengiriman susu yang untuk MBG itu rutin, ia tidak akan mengambil langkah ekstrem dengan menarik diri sebagai mitra. Apalagi pada paparan awal, ia diminta menyiapkan setidaknya 3.000 pouch setiap harinya. “Kalau hanya karena HPP, sepertinya kami masih bertahan, tapi karena permintaannya tidak terus, kami ya ragu,” tandasnya.

Seperti diberitakan harian ini sebelumnya, Dairy Farm Margo Utomo yang berlokasi di Desa Kalibaru Kulon, Kecamatan Kalibaru yang sebelumnya serius menyambut program Makan Bergizi Gratis (MBG), rupanya menarik diri dari program unggulan pemerintah tersebut.

Pernyataan itu disampaikan manajer peternakan Dairy Farm Margo Utomo, Sugeng Hariyanto pada Jawa Pos Radar Genteng, Selasa (11/3). Peternakannya menarik diri dari mitra penyedia susu untuk program MBG tersebut, dilakukan sejak Senin (10/2) lalu. “Banyak alasan yang membuat kita mundur,” kata Sugeng Hariyanto.

Menurut Sugeng, diantara penyebab peterakannya yang telah berdiri sejak 1943 itu menarik dari sebagai mitra MBG karena permintaan susunya tidak berkesinambungan. “Pada paparan awal, saya menangkap permintaan susu ini dilakukan terus menerus, karena setahu kami di susunan menu ada susunya,” ujarnya.(sas/abi)

Editor : Agus Baihaqi
#program pemerintah #Susu #Makan Bergizi Gratis #Mitra #jawa tengah #Penyedia #sapi #kabupaten boyolali #Mbg #banyuwangi