Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

di Awal Ramadan Menu MBG Ramadan Diganti Makanan Kering

Salis Ali Muhyidin • Jumat, 7 Maret 2025 | 17:15 WIB
CIKI-CIKI: Menu MBG selama Ramadan berupa satu buah pisang, satu susu kemasan, buah kurma dalam plastik klip, telur rebus, dan biscuit gandum kemasan Kamis (6/3)
CIKI-CIKI: Menu MBG selama Ramadan berupa satu buah pisang, satu susu kemasan, buah kurma dalam plastik klip, telur rebus, dan biscuit gandum kemasan Kamis (6/3)

RadarBanyuwangi.id - Sempat libur di awal Ramadan, distribusi Makan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Sempu dan Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu kembali digelar lagi, Kamis (6/3). Petugas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) didampingi anggota dari Koramil Sempu mendistribusikan 1.327 porsi makanan untuk siswa sekolah.

Hanya saja, menu makanan yang dibagikan pada para siswa selama Ramadan ini berbeda dengan menu makanan sebelum puasa. “Menunya diganti keringan, jadi bisa dibawa pulang untuk buka puasa,” kata Asisten Kepala SPPG Dusun Panjen, Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu, Didik Prasetyo.

Menurut Didik, dapur umum dari Badan Gizi Nasional (BGN) memutuskan untuk melanjutkan program MBG dengan mengganti menu makanan yang bisa dibawa pulang siswa. “Menunya berbeda dengan menu sebelum puasa,” katanya pada Jawa Pos Radar Genteng.

Menu yang didistribusikan dalam program MBG selama Ramadan ini, terang dia, berupa satu buah pisang, satu susu kemasan, buah kurma dalam plastik klip, telur rebus, dan biscuit gandum kemasan. Dengan menu ini, aktivitas memasak di dapur umum masih libur. “Itu sudah ditentukan gizinya, untuk perbandingan harga dengan masakan, kami juga kurang tahu,” katanya.

Didik menyebut, dengan menu makanan kering itu diharapkan puasa para siswa tetap berjalan lancar. ‘Ciki-ciki’ yang diberikan untuk pengganti nasi, diharapkan mampu dimakan siswa saat buka puasa karena tahan basi. “Ini selama puasa seperti ini menunya, nanti setelah Lebaran akan kembali normal lagi,” ujarnya.

Selama Ramadan, jelas dia, tidak ada hal yang berbeda dalam proses distribusi makanan itu. Sesuai jadwal, makanan akan dikirim ke sekolah oleh SPPG sekitar pukul 06.30. “Distribusinya masih sama saja, jadwal masih sama seperti sebelumnya,” cetusnya.

Selain menu yang tampak lebih simpel, jelas dia, yang membedakan wadah makanan tersebut sekarang ini tidak memakai kotak makan berbahan stainlees steel, melainkan tas kain yang harus dikembalikan. “Tas ini besok harus dikembalikan, lalu kita ganti yang baru,” tuturnya.

Didik mengaku sedang mendata sejumlah sekolah untuk memperluas cakupan pelayanan MBG tersebut. Targetnya, pada Senin (10/3) mendatang jumlah siswa yang mendapat pasokan makanan menjadi 3.500 anak. “Targetnya sekitar 3.500, hari ini masih kita data,” pungkasnya.(sas/abi)

Editor : Agus Baihaqi
#badan gizi nasional #BGN #pelayanan #makanan #lebaran #siswa #distribusi #SPPG #puasa #sekolah #wadah #makanan kering #menu makanan #ramadan #Menu MBG #ciki #makanan bergizi