RadarBanyuwangi.id – Meski cuaca ekstrem, tempat wisata yang menyajikan keindahan alam dengan pohon-pohon trembesi berukuran raksasa, De Djawatan di Dusun Purwosari, Desa Benculuk, Kecamatan Cluring, tetap buka seperti biasa, Selasa (11/2).
Hanya saja, lokasi wisata yang banyak menjadi jujugan para wisatawan itu, akan ditutup sementara bila cuaca ekstrim. Selama Februari 2025 ini, dua kali terjadi kecelakaan. “Bila cuaca tidak bersahabat seperti pada Minggu (9/2), kita tutup sementara, pengunjung kita minta cari tempat yang aman,” kata Supervisor wisata De Djawatan, Muryanto.
Menurut Muryanto, selama tidak ada hujan dan angin kencang, wisata De Djawatan masih terbilang aman. Pengelola akan menanggung semua kerugian pengunjung, jika ada batang atau ranting patah menimpa pengunjung. “Kami (pengelola) siap menanggung jika terjadi sesuatu pada pengunjung,” ujarnya.
Seperti yang pernah terjadi pada Sabtu (1/2), ada mobil pengunjung terkena ranting pohon di tempat parkir. Saat itu, pengelola ikut membantu untuk memperbaiki mobil tersebut. Ranting pohon yang patah dan menimpa pengunjung, juga terjadi saat ada angin kencang pada Minggu (9/2). “Warga yang tertimpa pohon kita bantu,” jelasnya.
Lokasi wisata De Djawatan memiliki luas sekitar 12 hektar. Di tempat itu, menyuguhkan keindahan alam pohon trembesi berukuran besar. “Ada sekitar 132 pohon trembesi yang usianya 100 sampai 150 tahun,” katanya.
Untuk mengantisipasi ada kecelakaan, lanjut dia, pengelola selalu menjaga keamanan seperti mendatangkan dari Polsek Cluring. Selain itu, pemangkasan ranting rawan roboh juga sudah dilakukan. “Ketika melihat ada ranting yang sudah hampir roboh, maka langsung dipangkas,” ujarnya.(cw3/abi)
Editor : Agus Baihaqi