Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Kenangan Denada pada Sosok Emilia Contessa. Nyetir Sendiri Ke Banyuwangi, Lega Sempat Minta Maaf

Fredy Rizki Manunggal • Rabu, 29 Januari 2025 | 03:00 WIB

 

Denada usai mengantarkan ibundanya, Emilia Contessa ke tempat peristirahatan terakhir.
Denada usai mengantarkan ibundanya, Emilia Contessa ke tempat peristirahatan terakhir.

Kepergian artis legendaris Emilia Contessa pada Senin (27/1) meninggalkan kisah mendalam di hati Denada Elizabeth Anggia Ayu Tambunan. Putri sulung Emilia Contessa itu menyimpan sejumlah kenangan sebelum kepergian diva musik asli Banyuwangi itu.

***

PARA pelayat baru saja meninggalkan pusara Nur Indah Citra Sukma Hati atau Emilia Contessa sore kemarin (28/1). Tak lama, seorang perempuan mengenakan busana terusan blush pink duduk di sebelah makam di TPU Penganjuran, Banyuwangi. Makam tersebut persis berada di sebelah kantor Pemkab Banyuwangi. 

Sosok itu adalah artis Denada Elizabeth Anggia Ayu Tambunan, 46, putri sulung dari Emilia Contessa. Diiringi rintik hujan, Denada datang setelah semua pelayat meninggalkan makam. Dia datang terakhir mengikuti pesan beberapa tokoh masyarakat yang mengawal prosesi pemakaman ibunya pukul 14.30 tersebut.

Sebelum memulai doa panjangnya, Denada menyempatkan diri untuk berbincang dengan wartawan yang sejak siang sudah menunggu kedatangannya. Denada menerima kabar duka saat menjalani syuting di Jakarta. Dia langsung mengambil penerbangan tercepat menuju Surabaya. Sekitar pukul 22.30 tiba di Bandara Juanda.

Dari Surabaya, Denada langsung menyewa mobil untuk melanjutkan perjalanan ke Banyuwangi. Di tengah perjalanan, Denada menyetir mobilnya sendiri karena melihat sopir yang mendampingi tampak mengantuk. ”Saya dengar kabar setelah magrib saat break syuting,” ucapnya.

Karena posisi magrib, Denada mencari jadwal pesawat terdekat ke Surabaya. ”Di jalan saya menyetir sendiri harapannya bisa segera ketemu mama. Alhamdulillah, jam setengah enam sampai di Banyuwangi. Saya ikut memandikan jenazah mama dan mengkafani,” kata Denada.

Artis yang dikenal dengan lagu rap itu mengaku hubungannya dengan Emilia tengah baik-baiknya sebelum kepergiannya. Bahkan, sebelum Emilia meninggal, Denada juga sempat berbincang dengan sang ibunda tentang Aisha Aurum, anak kandung Denada yang kini sedang bersekolah di Singapura. ”Hubungan kita sedang romantis-romantisnya. Baik lewat WhastApp maupun telepon,” kenang Denada.

Wanita yang pernah menjadi model dan aktris FTV itu juga menceritakan, ibunya sempat mengirimkan chat dari cucunya kepadanya. Saat itu, Aisha mengaku kangen dan meminta Emil untuk meneleponnya jika ada waktu. ”Aisha tidak pernah ngomong kayak gitu. Jadi ketika dapat WA seperti itu, dia tanya ke aku. Sebenarnya juga ada rencana mau ngajak mama ke Singapura,” ujarnya.

Meski Denada sudah mengetahui penyakit yang diderita ibunya, dia tak mengira akan pergi secepat itu. Apalagi tidak ada firasat apa pun yang menandakan Emil akan pergi. Denada hanya mengingat jika ibunya benar-benar sedang dekat dengannya sebelum meninggal. Tak ada pesan khusus dari ibunya. Tapi Denada mengingat, ibunya sempat berkeinginan untuk menggelar konser pada tahun ini.

 

Sebelum meninggal, Emilia sempat menyampaikan keinginannya untuk kembali manggung. Bahkan, setiap hari Emil berlatih untuk menyiapkan diri sebelum menggelar konser lagi. ”Ini yang membuat saya bangga.  Di usia mama yang sudah segitu dia masih punya rencana untuk konser dan masih punya keinginan yang sangat tinggi,” tuturnya.

Kepergian Emil kini membuat Denada harus kehilangan ibunya untuk selama-lamanya. Tapi dia mengaku lega karena sebelumnya dia memiliki kesempatan untuk meminta maaf untuk terakhir kalinya kepada Emil. ”Saya tidak tahu ini harus diceritakan atau tidak, tapi beberapa waktu lalu saya sempat minta maaf ke mama setelah salat tobat. Mama sampai bingung, minta maaf untuk apa. Kita tidak ada yang tahu, ternyata hari ini mamaku dipanggil Allah,” ucapnya. (aif/c1)

 

Editor : Sigit Hariyadi
#denada #emilia contessa #banyuwangi