RadarBanywuangi.id - Cuaca buruk masih menjadi momok bagi masyarakat yang tinggal di daerah terpencil Dusun Sukamade, Desa Sarongan, Kecamatan Pesanggaran. Hujan deras yang masih sering turun, menimbulkan banyak kerusakan hingga mengganggu kehidupannya.
Gethek penyebarangan sering putus dan Sungai Sukamade di daerah itu sering meluap. Yang terbaru, hujan yang sering turun dengan deras, jalan di pinggir sungai untuk kendaraan roda empat menuju ke Dusun Sukamade putus karena tergerus air sungai. “Jalan tanah di pinggir sungai ambrol, sekarang hanya bisa dilalui roda dua saja,” kata Kepala Dusun Sukamade, Desa Sarongan, , Feri Nafaro.
Menurut Feri, kerusakan jalan di sebelah barat sungai itu sudah terjadi sejak Rabu (8/1). Itu terjadi setelah beberapa pekan terakhir turun hujan deras, dan air Sungai Sukamade meluap. “Lokasinya setelah seberangan sungai, jadi meski sungainya surut, kendaraan roda empat tetap tidak bisa masuk,” terangnya pada Jawa Pos Radar Genteng.
Jalan yang rusak itu, jelas dia, membuat warga kesulitan untuk mendapatkan logistik, Para pemilik toko, harus mengangkut barang dagangan yang dibeli dari kota harus menggunakan sepeda motor. “Truk hanya bisa sampai penyeberangan saja, sebenarnya air sungai tidak terlalu deras, tapi karena jalannya ambrol, terpaksa barang kebutuhan rumah tangga harus diangkut pakai motor,” terangnya.
Selain itu, jelas dia, warga yang menggantungkan penghasilan dari wisatawan yang berkunjung ke daerah Sukamade, untuk sementara harus puasa. Sebab, turis kesulitan untuk masuk ke kampungnya. Mobil Jeep yang biasa membawa wisatawan asing tidak bisa melintas. “Bisa masuk tapi oper dulu, ini menyusahkan, jadi berpengaruh juga pada jumlah wisatawan yang masuk ke Sukamade,” terangnya.
Untungnya urusan logistik masyarakat Dusun Sukamade banyak mendapat bantuan dari berbagai pihak, termasuk Pemkab Banyuwangi melalui Dinas Sosial. “Hari ini ada bantuan dari Dinsos dan dari Bu Khofifah,” tandasnya.
Untuk upaya penanganan perbaikan akses itu, Feri menjadwalkan akan menggelar kerja bakti bersama warga dan instansi terkait pada Senin (13/1). “Untuk perbaikannya masih belum tahu seperti apa, menggunakan bronjong atau buka jalur lain,” tandasnya.(sas/abi)
Editor : Agus Baihaqi