Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Sakit Hati, Motif Pelaku Nekat Habisi Nyawa Karyawati BCA Semarang: Ternyata Ini Alasannya

Niklaas Andries • Rabu, 23 Oktober 2024 | 14:55 WIB
pisau-rambo-bukan-sekadar-koleksi-cocok-untuk-pencinta-alam
pisau-rambo-bukan-sekadar-koleksi-cocok-untuk-pencinta-alam

Radarbanyuwangi.id – Perkara pembunuhan yang mengakibatkan Robiatul Alawiyah, 28, warga Karanggeneng, Godong, Kabupaten Grobogan meninggal dunia dengan 15 tusukan di tubuhnya terus menjadi perhatian aparat kepolisian.

Polrestabes Semarang yang menangani kasus ini berhasil mengamankan M Adhi Nugroho, warga Bendungan, Barusari, Semarang Selatan, yang diduga sebagai pelakunya. Dihadapan polisi pria yang berprofesi sebagai security ini menjelaskan motif aksinya tersebut.

Adhi mengaku nekat melakukan pembunuhan dengan alasan sakit hati setelah dikecewakan korban. Bukan itu saja, pelaku juga mengaku puas melakukan pembunuhan tersebut. 

"Kalau dalam dendam waktu itu saya puas. Cuma setelah itu baru penyesalan, makanya saya ada niatan menyerahkan diri hari ini," ungkapnya saat dihadirkan dalam rilis di Mapolrestabes Semarang, 

Korban diketahui bernama Robiatul Alawiyah, 28, warga Karanggeneng, Godong, Kabupaten Grobogan. Korban yang merupakan karyawati BCA ini meninggal setelah ditusuk secara membabi buta menggunakan pisau sangkur oleh pelaku di dalam kamar kos korban, Jumat (18/10) sekitar pukul 00.01. 

Pelaku mengakui, korban merupakan kekasihnya. Menjalin hubungan asmara kurang lebih setahun.

Menurutnya, nekat melakukan penusukan lantaran sakit hati karena berulang kali memergoki korban sering jalan dengan pria lain. 

Terakhir kali, mengetahui korban bersama pria lain di Taman Indonesia Kaya alias Taman KB, Kamis (17/10/) malam.

Namun, hal ini bukan yang kali pertama. Mengetahui hal tersebut setelah membuka stori korban dari akun media sosial Dating. 

"Dia pacar saya, kalau masalah dia suka sama saya gak tau. Cuma waktu beberapa kali dikecewakan dan saya akan pergi meninggalkan dia, saya tidak boleh, dia tidak mau," jelasnya. 

"Dikecewakan dia sering ketangkap basah dengan cowok lain, di jalan. Saya juga pernah jebak, lewat akun fake, lanjut ke WA. 

Ketiak dia kepergok sama cowok lain pun saya cuma nanya alasan nya apa," sambungnya. Tersangka juga mengaku, sempat antar jemput korban dari rumah kos menuju ke kampung halamannya di Karanggeneng, Godong, Kabupaten Grobogan ketika lebaran tahun ini.

Namun, setelah itu sempat putus hubungan dengan korban. "Setelah tiga hari saya jemput dan ngantar, dia jalan sama cowok lain. Saya sempat break habis lebaran empat sampai lima bulan putus sama dia. Terus kembali lagi satu bulan ini, sampai kejadian seperti ini," jelasnya. 

Menurutnya juga, jalinan asmara dengan korban akan dibawa lebih serius. Bahkan sudah hubungan badan dua kali bersama korban. Namun, niatan tersebut lambat laun angan-angan tersebut berangsur luntur lantaran sering dikecewakan oleh korban. 

"Kalau rencana nikah, belum ada. Tapi kalau saya ajak serius dia sering nolak mulu. Ketika satu bulan ini, saya tidak ngoyak, tapi masih punya perasaan. Dua kali (bersetubuh)," katanya. 

Terkait pisau sangkur tersebut, tersangka mengaku membeli dari online semasa bekerja di daerah Palu. "Beli Rp 250 ribu, ketika saya kerja di Palu, sekitaran 2,6 bulan lalu," pungkasnya. (*)

 

Editor : Niklaas Andries
#asmara #Mapolrestabes Semarang #karyawati bca #pisau #korban #security #sakit hati #taman indonesia kaya