Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Arus di Selat Bali Meningkat, Kapal Ikan Menumpuk di Pelabuhan Tanjungwangi

Fredy Rizki Manunggal • Jumat, 8 September 2023 | 21:30 WIB
TUNGGU GILIRAN: Belasan kapal ikan lempar jangkar di perairan belakang Satpolair Banyuwangi, Kamis (7/9).
TUNGGU GILIRAN: Belasan kapal ikan lempar jangkar di perairan belakang Satpolair Banyuwangi, Kamis (7/9).

RadarBanyuwangi.id – Kondisi fluktuasi cuaca selat Bali dalam beberapa pekan terakhir tampaknya perlu diwaspadai. Namun, pantauan Jawa Pos Radar Banyuwangi ada cukup banyak kapal ikan yang justru lempar jangkar di area perairan lepas sekitar markas Satpol Air Banyuwangi.

Kapal-kapal tersebut rupanya tengah menunggu giliran untuk berlabuh di Pelabuhan Tanjungwangi.

Karena kapasitas pelabuhan terbatas untuk kapal ikan, mereka pun harus menunggu giliran dengan kapal ikan lain yang masih bongkar di Tanjungwangi.

"Ada kapal yang selesai bongkar dan ada yang masih menunggu giliran sandar. Karena prioritas di pelabuhan Tanjungwangi memang untuk kapal barang dan angkutan, mereka harus menunggu," kata Kasi Lalu Lintas KSOP Tanjungwangi, Budi Sanjoyo.

Kawasan perairan di belakang Satpolair Banyuwangi, mulai dari belakang Pabrik Semen Gresik sampai Pelabuhan Tanjungwangi menurutnya memang merupakan kawasan area labuh kapal ikan. Kapal-kapal dengan ukuran 100 GT ke bawah biasanya memang berlabuh di sana.

Meskipun demikian, Budi mengatakan di saat musim gelombang dan arus kencang kawasan itu tetap rawan terdampak. Apalagi jika kapal berlabuh  dalam waktu yang terlalu lama.

Sayangnya, Budi mengatakan tak memiliki wewenang untuk memindahkan kapal-kapal tersebut ke area pelabuhan lain.

Baik ke Pelabuhan Perikanan Masami maupun Pelabuhan Muncar yang memang menjadi pelabuhan pangkalan ikan di Banyuwangi. Karena wewenang untuk menata kapal ikan berada di bawah Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP).

"Untuk menata kapal ikan menjadi wewenang syahbandar perikanan, meskipun ada tiga pelabuhan pangkalan sesuai Kepmen, mereka yang menentukan kapal harus ke mana, kalau wilayah aman untuk berlabuh sesuai dengan perkiraan kita ada di belakang Satpol air dan atas Pulau Tabuhan untuk kapal di atas 100 GT," terangnya.

Sementara itu, hingga kemarin pencarian ABK asal Kabupaten Batang, Jawa Tengah yang tercebur di perairan belakang Satpolair Banyuwangi masih berlangsung.

ABK dari kapal Ikan Indo Jaya bernama Casmundi, 28, itu dilaporkan tercebur saat akan melempar jangkar, karena kapalnya terhempas ombak. Setelah terjatuh, korban pun hilang dan tidak ditemukan hingga hari ini.

"Kemarin hari ke lima pencarian, kita masih menyisir sampai radius enam mil dari titik jatuhnya korban di belakang perairan Satpolair ke selatan. Pencarian akan kita lanjutkan sampai hari ke tujuh," tandasnya. (fre)

Editor : Ali Sodiqin
#pelabuhan #nelayan #cuaca #kapal ikan #sandar #selat bali