RadarBanyuwangi.id – Pemkab Banyuwangi bergerak cepat merevitalisasi gedung Inggrisan. Pekan depan, pemkab berencana mulai melakukan langkah-langkah terkait untuk merevitalisasi gedung tua peninggalan kolonial Inggris tersebut.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan, Asrama Inggrisan merupakan situs cagar budaya sekaligus destinasi potensial bagi Banyuwangi.
”Keinginan kami untuk merevitalisasi asrama ini tujuannya agar tempat yang memiliki nilai sejarah dan potensi besar ini bisa lebih bermanfaat,” kata Ipuk saat mendampingi Jenderal Dudung di Asrama Inggrisan.
Dengan merevitalisasi Asrama Inggrisan, kata Ipuk, sejarah yang tersimpan tidak berhenti pada cerita, tapi juga bisa dipelajari oleh anak muda di Banyuwangi.
Pemkab telah berkoordinasi dengan Kementerian PUPR terkait rencana revitalisasi Asrama Inggrisan.
”Kebetulan waktu itu kami sudah bertemu langsung dengan Pak Basuki (Menteri PUPR) dan beliau mendukung rencana ini. Beliau ingin menyegerakan revitalisasi agar bisa berjalan dengan cepat,” sambung Ipuk.
Terakhir, Ipuk berterima kasih kepada Jenderal Dudung atas dukungannya terkait revitalisasi Asrama Inggrisan.
”Karena ini kewenangannya ada di Bapak Kasad. Terima kasih sudah ada kebijakan yang seiringan dengan kami sehingga ada percepatan dalam revitalisasi tempat ini,” tutur Ipuk.
Sekkab Banyuwangi Mujiono mengatakan, pemkab akan terus berkomunikasi dengan Kasad untuk administrasi Inggrisan. Termasuk berkomunikasi dengan Kementerian PUPR yang nantinya akan melakukan pemugaran bangunan Inggrisan.
”Tidak ada yang kami ubah, bentuk bangunan kami kembalikan ke aslinya. Mungkin ada beberapa bangunan yang tidak berkaitan dengan sejarah yang kami hilangkan,” kata Mujiono.
Pendanaan revitalisasi Inggrisan akan dibagi antara Pemkab Banyuwangi dengan Kementerian PUPR. Pemkab akan meng-cover pembangunan hunian bagi eks penghuni Inggrisan.
Termasuk pemindahan koperasi Kodim 0825 dan pembangunannya. Sedangkan Kementerian meng-cover revitalisasi Inggrisan untuk bisa menjadi destinasi heritage yang baru. ”
Target kami satu tahun, jika Kementerian PUPPR bisa cepat membantu, secara teknis tahun 2024 bisa selesai,” tegasnya.
Terkait relokasi penghuni Inggrisan, sementara masih ada enam kepala keluarga (KK) yang disewakan rumah oleh pemkab di Kelurahan Sobo. Mereka nantinya akan tetap direlokasi ke tanah milik Kodim di dekat PT Nafo, Lingkungan Sukowidi, Kelurahan Klatak.
”Kami sewakan selama setahun, nanti sambil menunggu pembangunan rumahnya. Kami juga akan sesuaikan pembangunan rumahnya dengan standar TNI AD,” jelasnya.
Kepala Bappeda Banyuwangi Suyanto Waspo Tondo Wicaksono menambahkan, Inggrisan nantinya akan menjadi satu ekosistem pariwisata dengan Taman Sritanjung, Taman Blambangan, Gedung Juang, dan Gedung Wanita. Di bagian depan, akan dibangun entrance gate dengan model Oseng.
”Kami bangun juga galeri dan restoran di sisi utara. Selain menjadi destinasi edukasi, Inggrisan juga menjadi destinasi penelitian,” tegasnya. (fre/aif/c1)
Editor : Ali Sodiqin