SONGGON, Jawa Pos Radar Genteng – Sudah hampir tiga pekan, jembatan yang menghubungkan Desa Sumberarum dengan Desa Sumberbulu, Kecamatan Songgon ditutup untuk kendaraan roda empat. Sebab, salah satu pilar pada jembatan itu ambrol diterjang banjir.
Derasnya aliran air yang terjadi pada Jumat (7/7), membuat tiang dan plengsengan jembatan di sisi utara ambrol. Dan itu, membuat jembatan rawan ambruk. “Ditutup warga, kendaraan roda empat tidak boleh lewat, takut rusaknya tambah parah,” ujar Siswanti, 55, warga Dusun Pasar, Desa Sumberarum, Kecamatan Songgon, Kamis (27/7).
Jembatan itu, kata dia, berada di antara tiga desa, yaitu Desa Sumberarum, Sragi, dan Sumberbulu. Dan jembatan itu akses tercepat bagi warga Desa Sumberarum yang akan menuju ke Songgon. “Untuk sementara tidak bisa dilewati,” cetusnya.
Agar warga yang akan melintas tidak kecele, lanjut dia, warga memasang papan petunjuk arah bagi kendaraan roda empat dari arah Desa Sumberarum yang akan menuju ke Songgon. “Diarahkan langsung ke jalan utama penghubung Desa Sragi dan Songgon,” terangnya.
Untuk dari arah Desa Sumberbulu, sudah ditutup sebagian dengan palang dari bambu. Di sekitar jembatan, juga dipasang penutup dari bambu. “Yang bisa melintas hanya kendaraan roda dua,” ujarnya.
Warga lainnya, Sugiono, 60, mengatakan jembatan itu termasuk bangunan tua, dibangun sekitar tahun 1980-an. “Tapi sejak dibangun belum pernah dapat perbaikan dari dinas terkait,” katanya pada Jawa Pos Radar Genteng.
Plt Camat Songgon Tanto Sulistriyono mengaku sudah menerima laporan dari tiga kepala desa (Kades) yang warganya banyak menggunakan jembatan itu. “Sudah kami bantu dengan menyampaikan ke Pemkab Banyuwangi, agar segera diperbaiki,” pungkasnya.(gas/abi)
Editor : Agus Baihaqi