KALIBARU, Jawa Pos Radar Genteng – Gara-gara tergerus air hujan, rumah milik Niman, 60, di Dusun Curahleduk, Desa Banyuwanyar, Kecamatan Kalibaru, longsor ke jurang dengan kedalaman sekitar 20 meter, Jumat (7/7).
Beruntung tidak ada korban jiwa atas bencana alam itu, Hanya saja, Niman dan keluarganya kini diliputi rasa was-was, lantaran ada kemungkinan longsor susulan terjadi lagi. “Kerugian sementara hanya materil, mungkin sekitar Rp 5 juta,” kata anggota Pusdalops BPBD Kecamatan Kalibaru, Mad Sholeh.
Pada Jawa Pos Radar Genteng, Sholeh menjelaskan saat longsor yang menimpa rumah Niman di bagian dapur itu, Niman berada di rumah bersama istri dan kedua anaknya, Suryani, 53; Karyono, 33, dan Fitriya Ernawati, 26. “Istri Niman sedang memasak di dapur,” jelasnya.
Saat memasak di dapur itu, Suryani dibuat kaget dengan suara gemuruh yang muncul dari dapur sebelah kanan. Ibu paro baya itu langsung lari ke arah depan. “Tiba-tiba ambrol, tapi hanya sebagian saja,” ungkapnya.
Saat dicek, masih kata dia, tampak pondasi dapur rumah Niman ambrol ke jurang sedalam 20 meter. Saat kejadian, kondisi sedang turun hujan. “Di perkampungan itu hujan sejak semalam, diduga longsor karena gerusan air hujan itu,” ujarnya.
Sholeh mengaku sudah melaporkan kejadian rumah longsor itu kepada BPBD Banyuwangi. “Hasil asesmen sudah kami kirim ke BPBD Banyuwangi, secepatnya akan ditinjau dan diberi bantuan,” ungkapnya.
Camat Kalibaru, Sutanto Wibowo mengaku staffnya sudah mendatangi lokasi kejadian untuk ikut melakukan assesmen. “Kami juga akan mengusahakan bantuan kepada Pak Niman,” janji Camat Santo.(sas/abi)
Editor : Agus Baihaqi