KENDIT, Jawa Pos Radar Situbondo – Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Situbondo harus menjadi korban sengatan saat mengevakuasi sarang tawon vespa di rumah warga Desa Klatakan, Kecamatan Kendit, Situbondo, Senin malam (27/3). Bahkan, pemilik rumah juga sempat ikut jadi korban.
Kawanan tawon vespa bersarang di rumah Syaiful. Keberadaannya selama ini sudah cukup membuat resah penduduk sekitar. Mereka khawatir sewaktu-waktu bisa disengat. Apalagi, sebelumnya hewan bernama Latin Vespa affinis itu telah melukai anggota keluarga pemilik rumah.
Karena tak ingin menimbulkan banyak korban, Syaiful memutuskan untuk meminta bantuan petugas Damkar agar bisa segera mengevakuasi sarang tawon tersebut. Sehingga, tidak mengganggu aktivitas masyarakat.
Kepala UPT Damkar Situbondo Agus Prayugo mengatakan, setelah menerima pengaduan adanya sarang tawon yang meresahkan warga, petugas langsung menuju lokasi tempat kejadian peristiwa (TKP). Beberapa petugas terjun ke lapangan dengan menggunakan kendaraan Damkar.
”Kami dihubungi warga pada pukul 21.10 WIB. Bahwa ada sarang tawon di rumahnya dan meresahkan karena ada anggota keluarganya yang sudah jadi korban sengatan tawon,” ujar Agus, Selasa (28/3).
Saat melakukan evakuasi, petugas cukup kesulitan. Sebab, sarang tawon berada di sela-sela atap rumah. ”Letak sarang tawonnya sulit dijangkau karena ada di antara kuda-kuda atap rumah dan ukurannya cukup besar,” jelasnya.
Agus mengaku, butuh waktu selama enam jam agar sarang sarang tawon tersebut bisa dievakuasi. ”Dari pukul 21.10 petugas mulai melakukan evakuasi dan baru berhasil pukul 03.00 WIB. Karena sempat mengalami kendala, lantaran ada salah satu petugas yang disengat tawon,” ucapnya.
Agus menyatakan, beruntung petugas tidak sampai terluka parah. Hanya mengalami bengkak pada bagian tangannya. ”Sebetulnya sudah menggunakan alat pelindung diri lengkap dengan sarung tangannya. Tapi masih saja tidak mempan untuk menghindari serangan tawon,” pungkasnya. (wan/pri/c1)