Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Napi Basuh Kaki Ibu, Cium Tangan, dan Sungkem

Gerda Sukarno Prayudha • Jumat, 23 Desember 2022 | 15:20 WIB
MOMEN HARI IBU: Sejumlah napi yang tinggal di Lapas Banyuwangi membasuh kaki ibunya saat dikunjungi keluarganya kemarin (22/12).  (Bagus Rio/RadarBanyuwangi.id)
MOMEN HARI IBU: Sejumlah napi yang tinggal di Lapas Banyuwangi membasuh kaki ibunya saat dikunjungi keluarganya kemarin (22/12). (Bagus Rio/RadarBanyuwangi.id)

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi - Suasana haru pecah di ruang besuk Lapas Banyuwangi siang kemarin (22/12). Sejumlah napi membasuh kaki ibunya, lalu mencium tangan, dilanjutkan sungkem. Para napi juga meminta maaf atas kesalahan yang telah dilakukan kepada sang ibu.

Salah seorang napi, Gusti Mifta, langsung menyambut kedatangan ibunya. Gusti mencium tangan serta kaki sang ibu sembari meminta maaf. ”Maafkan saya ibu, telah melakukan kesalahan hingga harus masuk penjara. Hari ini ibu rela menyempatkan waktu datang ke lapas demi menjenguk anakmu,” ucap napi kasus pengeroyokan tersebut.

Warga Muncar itu mengaku salah karena terus menyusahkan ibunya. Maunya membahagiakan orang tua, tapi terhalang tembok besar penjara. ”Saya belum bisa membuat ibu tersenyum bangga. Setelah bebas nanti, saya berusaha membahagiakan ibu dan keluarga,” janjinya sembari berurai air mata.

Pemandangan haru tersebut disaksikan pembesuk lain, petugas lapas, dan keluarga napi. Mereka melakukan ”ritual” basuh kaki karena hari itu tepat tanggal 22 Desember yang merupakan Hari Ibu. ”Kami sengaja membuka layanan kunjungan agar para napi dan tahanan lain bisa bertemu langsung dengan orang tuanya, khususnya sang ibu,” ujar Kalapas Banyuwangi Wahyu Indarto.

Wahyu menyebut, sungkem dan membasuh kaki yang dilakukan sejumlah warga binaan merupakan aksi spontanitas. Mereka yang sudah lama tidak bertemu dengan keluarga, cukup senang ketika Lapas Banyuwangi membuka kunjungan kembali.

”Kunjungan tersebut benar-benar dimanfaatkan oleh warga binaan setelah cukup lama tidak bertemu keluarganya. Isak tangis mereka pecah ketika para warga binaan melakukan sungkem kepada orang tuanya,” kata Wahyu.

Bukan hanya warga binaan, petugas lapas yang melihat aksi warga binaan ikut larut dalam suasana haru. Meski terlibat tindak pidana, mereka tetap memuliakan peran ibu dalam keluarganya. ”Hal ini menunjukkan bahwa warga binaan benar-benar sudah tobat atas kesalahan yang mereka perbuat. Mereka ingin berbuat baik atau mengubah kepribadiannya jauh lebih baik,” ungkapnya.

Lapas selalu memberikan bimbingan atau pun pelatihan agar warga binaan menyibukkan diri dengan melakukan kegiatan yang positif. Ketika nantinya mereka keluar dari lapas, bisa memiliki keterampilan yang bisa diandalkan. ”Kami sangat berharap warga binaan bisa berubah lebih baik. Keluarga cukup lama menunggu kebebasan hukuman,” jelasnya. (aif/c1)

Editor : Gerda Sukarno Prayudha
#Cuci Kaki #Hari Ibu #lapas #Sungkem