SITUBONDO, Jawa Pos Radar Situbondo – Muhammad Fauzi, warga Dusun Congkrong Timur, Desa Taman, Kecamatan Grujugan, Bondowoso, ditemukan meninggal dunia di Waduk Bajul Mati, tepat di perbatasan Situbondo Banyuwangi, Sabtu lalu (19/11). Pria 24 tahun itu tewas tenggelam setelah sebelumnya penyakit kejang-kejangnya kambuh.
Koordinator Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Situbondo, Puriyono mengatakan, Fauzan datang ke waduk tidak sendirian. Dia datang bersama sembilan temannnya sejak hari Jumat dan bermalam di Waduk Bajul Mati.
“Mereka jalan sejak hari Jumat pukul 13.00. Korban bersama teman-teman nya yang berjumlah sembilan orang berangkat dari Bondowoso menggunakan pikap,” ungkap Puriyono, Minggu (20/11).
Kata dia, setelah sampai di Curah Tangis, mereka berpencar. Tujuh orang turun di Curah Tangis, sedangkan Muhammad Junaidi (kakak Fauzi) beserta Lutifiyanto langsung menuju ke parkiran terakhir. “Saat di parkiran terakhir, Fauzi tidak ikut dua temannya, dia memilih naik ban bekas ke tengah waduk. Sedangkan dua temannya berjalan kaki melewati bibir waduk,” kata Puriyono.
Setelah satu malam penuh memancing, sekitar pukul 05.30 Muhammad Junaidi memanggil Fauzan untuk segera menepi ke pinggir waduk. Sebab sudah waktunya untuk pulang. Sayangnya, begitu dipanggil, Fauzi tidak menjawab. Tiba-tiba dia mengalami kejang-kejang hingga akhirnya terjatuh ke dalam air.
“Pas dipanggil oleh kakaknya, Fauzi hanya terdiam dan memegang dadanya. Tidak lama kemudian Fauzi kejang-kejang dan terguling ke waduk,” tegas Puriyono.
Melihat Fauzi yang tercebur di dalam air, Muhammad Junaidi hanya bisa melihat dan berteriak-teriak. Sebab dia juga tidak bisa berenang. Karena Fauzi tenggelam dan terbawa arus, kakak korban langsung melaporkan insiden tersebut kepada petugas jaga Bajul Mati, dan melanjutkan komunikasi kepada anggota Pusdalops BPBD Situbondo.
“Begitu mendapatkan laporan, kami langsung meluncur ke lokasi dan berhasil menemukan jenazah sekitar pukul 13.00, kemudian jenazah langsung dibawa oleh mobil Ambulans Puskesmas Wonorejo untuk dibawa ke RSUD Asembagus," pungkas Puriyono. (hum/pri)