Penemuan ini cukup membuat heboh warga setempat. Sebab, bayi yang nyangkut di tumpukan sampah irigasi itu masih lengkap dengan tali pusaranya. Orang yang pertama kali melihat, kaget. Dia kemudian memanggil sejumlah warga. “Begitu saya tahu ada bayi nyangkut, saya langsung teriak memanggil warga. Saya juga takut yang mau mengambil bayinya,” cetus Marto, orang yang pertama kali menemukan bayi tersebut.
Kata dia, setiap hari dirinya memang sering ngontrol sawah. Kebetulan saat itu butuh air dan ingin mengairi sawah. Marto mengaku juga sudah biasa membersihkan sampah di sepanjang irigasi agar air mengalir lancar. “Saya memang biasa menyusuri sepanjang irigasi untuk mebuang sampah supaya air mengalir lancar. Saya kaget pas lihat ada bayi itu, saya kira boneka,” imbuh Marto.
Kasat Reskrim Polres Situbondo, AKP Dedhi Ardi Putra menyebutkan, hasil penyelidikan Tim Inavis, mayat bayu tersebut diduga baru meninggal tak lama setelah ditemukan. "Ditemukan pukul 09.00. Saat dievakuasi kondisi jasad bayi masih segar. Dugaan sementara bayi itu meninggal sekitar tiga jam dari jarak penemuan," bebernya.
Pria asal Mojokerto ini mengungkapkan, polisi bakal melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas orang tua dari mayat bayi tersebut. Jika ada unsur kesengajaan dari sang ibu, maka pasti diproses secara hukum. "Kami akan menerbitkan laporan polisi untuk dasar langkah melakukan penyelidikan lebih lanjut," imbuh Kasatreskrim.
Langkah yang dilakukan saat ini, polisi sudah membawa bayi malang itu ke RSUD dr Abdoer Rahem Situbondo untuk dilakukan visum. Dan polisi belum bisa memberikan keterangan lebih lengkap tentang kondisi bayi. "Kami belum bisa memastikan apakah jenazah bayi itu dari warga sekitar atau bukan. Kita tunggu hasil tes DNA," pungkas Kasatreskrim. (hum/pri) Editor : Muhammad Khoirul Rizal