Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Sungai Jembatan Jeruk Tiba-Tiba Ramai Kerumunan

Dedy Jumhardiyanto • Jumat, 19 Agustus 2022 | 16:49 WIB
SEREMPAK: Puluhan siswa SDN 1 Watukebo membersihkan sungai Jembatan Jeruk, Desa Watukebo, Kecamatan Blimbingsari, kemarin (18/8). (Deddy Jumhardiyanto/RadarBanyuwangi.id)
SEREMPAK: Puluhan siswa SDN 1 Watukebo membersihkan sungai Jembatan Jeruk, Desa Watukebo, Kecamatan Blimbingsari, kemarin (18/8). (Deddy Jumhardiyanto/RadarBanyuwangi.id)

BLIMBINGSARI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Puluhan siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Watukebo, Kecamatan Blimbingsari, serentak ”terjun” ke sungai Jembatan Jeruk desa setempat kemarin (18/8). Bukan untuk bermain, melainkan untuk membersihkan aliran sungai dari sampah.

Kegiatan bersih-bersih aliran sungai itu merupakan implementasi program Sekolah Rawat Daerah Aliran Sungai (Sekardadu) dalam menjaga aliran sungai. ”Kebetulan letak sekolah kami berdekatan dengan sungai,” ungkap Kepala SDN 1 Watukebo Ponidi

Kegiatan bersih-bersih sungai tidak hanya dilakukan para siswa, melainkan juga didampingi guru, kepala desa, petugas pengairan dan staf kecamatan Blimbingsari. Semuanya kompak bahu-membahu membersihkan aliran sungai.

Sekardadu merupakan program dari Dinas PU Pengairan dengan melibatkan seluruh sekolah dan kampus yang kawasannya dialiri sungai.

”Program Sekardadu ini merupakan gerakan lintas sektor yang melibatkan banyak pihak, terutama sekolah dan kampus untuk bersama-sama menjaga aliran sungai,” ungkap Kepala Dinas Pekerjaan Umum Pengairan Guntur Priambodo.

Tak sekedar formalitas, imbuh Guntur, sekolah juga diminta terus melakukan gerakan dan tindak lanjut untuk menjaga keberlangsungan kebersihan aliran sungai. Namun demikian, pihaknya juga lebih dulu datang ke sekolah dengan memberikan edukasi pada siswa mulai SD hingga SMA untuk menjaga kebersihan sungai.

Photo
Photo
LITERASI: Kepala Desa Watukebo Sri Bunik menyerahkan Sedekah Buku kepada Kepala SDN 1 Watukebo Ponidi kemarin (18/8). (Deddy Jumhardiyanto/RadarBanyuwangi.id)

Para siswa dan mahasiswa diberi pengetahuan tentang menjaga ekosistem sungai. Sehingga, turut memberikan pemahaman pada masyarakat untuk bersama-sama menjaga aliran sungai bersih dari sampah, terutama sampah plastik.

Hal senada diungkapkan Kasi Pemberdayaan Masyarakat dan Kesejahteraan Rakyat Abdul Azis yang hadir mewakili Camat Blimbingsari. Menurutnya, hingga kini di Kecamatan Blimbingsari baru dua lembaga pendidikan yang menjadi anggota Sekardadu, yakni SMPN 1 Blimbingsari dan SDN 1 Watukebo. ”Semoga ke depan akan ada sekolah lainnya masuk dalam keanggotaan Sekardadu untuk bersama-sama membersihkan saluran air irigasi, sungai,” kata Azis.

Photo
Photo
Dengan demikian, imbuh Azis, ada kegiatan rutin bersih-bersih saluran irigasi atau sungai. Bahkan, ke depannya sekolah bisa membuat jadwal yang teradministrasi secara rapi. ”Kegiatannya juga dilaporkan secara periodik dan pemerintah desa juga diberi tembusan,” tandasnya

Sebelum kegiatan Sekardadu, Jawa Pos Radar Banyuwangi (JP-RaBa) menyalurkan bantuan program Sedekah Buku kepada SDN 1 Watukebo. Sebanyak 100 judul buku hasil sumbangan para donatur tersebut bisa menambah koleksi perpustakaan atau sudut baca di sekolah. (ddy/afi/c1)

Editor : Gerda Sukarno Prayudha
#sekardadu #dinas pengairan #SDN 2 Watukebo #politeknik banyuwangi