Mayat bayi yang ditemukan dengan ari-ari masih menempel di perutnya itu, masih diperiksa di RSUD Blambangan, Banyuwangi. “Hasil otopsi dari RSUD Blambangan masih belum turun, kita masih menunggu,” cetus Kapolsek Srono, AKP Achmad Junaidi.
Sambil menunggu hasil pemeriksaan petugas medis itu, Kapolsek menyampaikan telah bergerak untuk mengungkap identitas bayi bernasib malang itu, termasuk orang yang tega membuang ke sungai. “Anggota sudah kami sebar untuk mencari informasi yang bisa mengungkap kasus ini,” katanya pada Jawa Pos Radar Genteng.
Kapolsek menyebut, bayi berkelamin laki-laki yang ditemukan warga di dasar sungai pada Kamis sore (11/8), itu beratnya 3,3 kilogram dan panjang 50 sentimeter. “Tidak ada jejak di lokasi, warga banyak yang berjubel,” ujarnya.
Upaya mencari rekaman kamera CCTV yang mungkin bisa menuntun jalan, sungai kecil karena di lokasi itu juga tidak ada kamera. “Tadi pagi (kemarin pagi), saya ke sana (lokasi) untuk cari bukti tambahan, termasuk CCTV yang mungkin terpasang di rumah warga, tapi tidak ada sama sekali,” cetusnya.
Untuk mengungkap kasus bayi yang dibuang ke sungai itu, pihaknya menyebar sejumlah anggota untuk memburu orang tua bayi itu. “Kami mendatangi sejumlah bidan desa untuk mencari informasi para ibu hamil. Tidak hanya di Srono, tapi juga di kecamatan lain, tapi hasilnya belum membanggakan,” tandasnya.
Kapolsek mengaku tidak mau berandai-andai soal bayi itu. Termasuk kemungkinan bayi itu hasil hubungan gelap, dan akhirnya dibuang ke sungai. “Saat bayi itu dibuang masih hidup atau sudah meninggal, kita tunggu hasil otopsi,” tuturnya.
Dari hasil pemeriksaan luar yang dilakukan petugas medis, masih kata Kapolsek, tidak ditemukan ada tanda-tanda kekerasan di tubuhnya. Tapi untuk pemeriksaan dalam, masih dilakukan petugas medis RSUD Blambangan. “Tidak ada luka pada tubuh bayi itu,” ungkapnya.
Seperti diberitakan harian ini sebelumnya, seorang bayi berkelamin laki-laki, ditemukan di dasar sungai kecil di Dusun Komis, Desa Wonosobo, Kecamatan Srono pada Kamis (11/8) sekitar bpukul 15.30. Saat ditemukan, bayi yang masih lengkap dengan ari-ari di perutnya itu sudah meninggal.
Orang yang kali pertama menemukan bayi bernasib malang itu Supiati, 40, warga Dusun Komis, Desa Wonosobo yang rumahnya tidak jauh dari sungai itu. “Bayi itu di dasar sungai yang kedalaman sekitar 20 sentimeter,” kata Kapolsek Srono AKP Achmad Junaidi.(sas/abi) Editor : Agus Baihaqi