RadarBanyuwangi.id - Dalam rangka merekatkan tali silahturahmi, Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Banyuwangi dan Pengurus Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Banyuwangi menggelar buka bersama di Kedai Cengkir Manis, Banyuwangi, Rabu (28/4).
Dalam acara itu, kedua pimpinan pemuda Islam terbesar di Bumi Blambangan itu sempat menggelar diskusi untuk membangun Banyuwangi secara bersama. Hadir dalam pertemuan itu, Ketua umum PDPM Banyuwangi, Lukman Hakim, dan Ketua PC GP Anshor Banyuwangi, Ikhwan Arief. “Kita merekatkan tali silaturahmi,” cetus Ketua umum PDPM Banyuwangi, Lukman Hakim.
Menurut Lukman, buka bersama dan ngobrol santai antara dua pemuda ormas besar di Banyuwangi, Pemuda Muhammadiyah dan GP Ansor dari NU, ini untuk menepis anggapan ada perbedaan pandangan. Ini juga menangkis usaha provokasi dari pihak luar, yang akan merusak keharmonisan pemuda Islam dalam membangun Banyuwangi. “Setelah pertemuan ini, Pemuda Muhammadiyah dan Ansor berbagi program yang bisa disinergikan. Pemuda Muhammadiyah dan Ansor itu mitra strategis dalam membangun Banyuwangi,” terang Lukman yang juga Kepala SMP 3 Muhammadiyah Banyuwangi.
Komunikasi intens dan berfikir maju dan bergerak bersama, akan terus digaungkan. Sebab, negara ini terbentuk atas dasar kebersamaan, dan menjaganya juga harus bersama-sama, masa depan Banyuwangi adalah tanggung jawab bersama. “Perbedaan dalam sosial kemasyarakatan dan bernegara, tidak ada dan tidak boleh terjadi di Banyuwangi. Yang ada hanyalah masalah furu’iyah dan fiqih, sesuai pemahaman masing-masing dan itu sudah katam di tingkat internal,” Ujarnya
Ketua GP Anshor Banyuwangi, Ikhwan Arif memberi apresiasi atas inisiatif Pemuda Muhammadiyah mengadakan buka bersama. Bersatunya Pemuda Muhammadiyah dan Ansor Banyuwangi bisa menjadi inisiator atau model tingkat Nasioanal. “Nanti akan ditindaklanjuti dengan kegiatan dan MoU. Saat bicara peran pemuda untuk Banyuwangi, perbedaan baju dan warna identitas haruslah ditinggalkan,” katanya.(abi)
Editor : Ali Sodiqin