SITUBONDO – Predikat ‘Kabupaten Layak Anak’ (KLA) tidak lama lagi akan melekat bagi Kabupaten Situbondo. Dari hasil verifikasi lapangan dan asistensi tim penilai Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), menunjukkan indikasi positif.
Ketua tim Asistensi PPPA, Taufik Uwaidha mengatakan, hasilnya memang belum final. Data-data pendukung masih berupa temuan di lapangan. “Paparan dari bupati tadi juga bagian dari verifikasi,” ujarnya setelah asisetensi dan audiensi dengan bupati di pendapa, kemarin (03/07).
Dari semua itu, masih akan dilakukan penilaian lagi, termasuk adanya beberapa dokumen terkait yang membutuhkan penyempurnaan. Kata dia, tim verifikasi masih memberikan kesempatan untuk dilengkapi. “Nanti bisa ditambahkan dan itu (tambahan dokumen) memengaruhi proses penilaian,” terangnya.
Meski belum final, Taufik berpendapat, Situbondo sudah layak menjadi KLA. Ini berdasarkan hasil verifikasi lapangan di beberapa tempat yang dilakukan sejak Senin (02/07) lalu. “Apa yang kami lihat sudah luar biasa,” katanya.
Taufik mengatakan, di sejumlah lembaga/instansi yang dikunjungi, pemenuhan hak anak di Situbondo sudah memadai. Dia mencontohkan fasilitas di puskesmas, serta lembaga-lembaga PAUD. “Ada juga yang menarik, yaitu kepedulian dan perhatian pemerintah bagi penyandang disabilitas sangat baik di sini. Temuan yang luar biasa bagi kami,” ucapnya.
Keberadaan rumah pemulihan gizi (RPG) di Dinas Kesehatan, juga menjadi pendukung penting bagi predikat KLA. Taufik mengatakan, adanya RPG merupakan langkah inovasi yang luar biasa. “Jarang ada di daerah lain. Saya terharu melihat anak hydrocephalus yang mendapatkan penanganan sangat baik. Saya kira pemerintah melakukkn upaya yang terbaik untuk pemenuhan hak anak,” imbuh Taufik.
Taufik menambahkan, ada beberapa tempat yang belum sempat dikunjunginya. Karena keterbatasan waktu, pihaknya hanya mendatangi spot tertentu yang merupakan layanan dasar dan bersentuhan langsung dengan anak. “Semuanya ada 24 indikator KLA. Peninjuan lapangan dua hari tidak mungkin melihat semua,” katanya.
Bupati Situbondo, Dadang Wigiarto menambahkan, pihaknya yakin, Situbondo lolos menjadi KLA. Seluruh indikator sudah terpenuhi. Termasuk juga dokumen yang dibutuhkan untuk penilai. Tinggal melengkapi dan menyempurnakan kekurangan-kekurangan yang ada.
Dadang mengatakan, kabupaten layak anak itu tidak hanya bicara mengenai ansih satu bidang. Akan tetapi mencakup banyak bidang yang berkaitan degan kehidupan anak. Seperti pendidikan, kesehatan, kebebasan anak, hingga aspek sosialnya. “Aspeknya sangat luas sekali,” katanya.
Untuk kepentingan itu, sudah banyak yang terpenuhi. Kata Dadang, ini menandakan bahwa birokrasi pemerintahan memiliki kemauan dalam menghidupkan lini-lini yang ada hubungannya dengan anak, yang tidak hanya dalam konteks anak normal, tetapi mereka yang difabel.
“Kalau kita lolos menjadi kabupaten layak anak, tidak hanya meningkatkan daya saing, tetapi pelayanan publik khusus kepada anak-anak akan lebih baik. Baik tersedianya sarana-prasarana publik. Misalnya taman, tempat permainan maupun yang berkaitan dengan kebijakan,” terang Dadang.
Semunya itu akan memberikan dampak positif bagi anak-anak di Situbondo. Sehingga mereka akan tumbuh dengan baik. “Kader masa depan lebih tertata, dan akan muncul generasi bangsa yang berkualitas,” pungkas Dadang. (bib/pri)
Editor : AF Ichsan Rasyid