Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

2018, Kota Santri Dicanangkan Jadi Kota Layak Anak

Ali Sodiqin • Kamis, 28 Desember 2017 | 20:05 WIB
2018-kota-santri-dicanangkan-jadi-kota-layak-anak
2018-kota-santri-dicanangkan-jadi-kota-layak-anak

SITUBONDO - Kota Santri dicanangkan menjadi kota layak anak pada 2018 mendatang. Evaluasi dilakukan oleh tim provinsi dan pusat di tahun depan. Untuk mempersiapkan hal tersebut, saat ini data-data yang terkait anak diintegrasikan menjadi satu.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak (DPPA), Kusnin menyatakan, untuk mewujudkan kabupaten Situbondo menjadi kota layak anak dibutuhkan kerjasama berbagai macam instansi yang ada. Tidak bisa hanya dilakukan oleh DPPA sendiri. “Ada ketua gugus tugas untuk mempersiapkan hal ini,  yakni Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda),” tegasnya.

Kusnin mengatakan, semua data dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan instansi terkait dikoordinir oleh dinasnya. Selanjutnya, diserahkan kepada Bappeda untuk diolah. “Data tersebut digunakan sebagai persiapan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang akan diajukan oleh tim evaluasi,” ujarnya. 

Banyak sekali kriteria untuk mewujudkan kota layak anak. Seperti tempat-tempat umum yang ada di masyarakat, harus memiliki infratsruktur yang layak untuk anak. “Seperti adanya taman bermain untuk anak,”pungkasnya.

Salah satu warga Panji, Mustofa, 65, menjelaskan, kota Situbondo sudah pantas disebut sebagai kota layak anak. Sebab, telah banyak perubahan dari segi infrastrukturnya. “Contohnya alun-alun kota,” bebernya.

Mustofa mengatakan, alun-alun kota dahulu terkenal sebagai tempat orang mabuk-mabukan. Apalagi jika malam hari, akan banyak gerombolan pemuda yang menenggak minuman keras dan sering membahayakan orang lain di sekitarnya. “Tetapi sekarang semenjak ada perubahan fasilitas dan penjagaan satpol pp, warga yang biasa mabuk sudah tidak ada lagi di malam hari,” cetusnya.

Banyak fasilitas di alun-alun kota yang bisa digunakan sebagai tempat bermain. Menurutnya, anak-anak sudah bermain di alun-alun sejak pukul 01.00 siang hingga sore hari menjelang magrib. “Mereka senang berada di sini, karena ada pujaseranya juga yang sudah terlihat rapi dan menarik,” pungkasnya. (ily)

Editor : Ali Sodiqin
#situbondo #layak anak