Bupati Ipuk Titip Pesan ke GOW: Perempuan Harus Ikut Bangun Banyuwangi

Sigit Hariyadi • Dipublikasikan Selasa, 15 September 2026 | 23:00 WIB
PERKUAT KOLABORASI: Bupati Ipuk Fiestiandani bersama ketua dan pengurus GOW masa bakti 2026-2031. (Humas Pemkab Banyuwangi)
PERKUAT KOLABORASI: Bupati Ipuk Fiestiandani bersama ketua dan pengurus GOW masa bakti 2026-2031. (Humas Pemkab Banyuwangi)

RADAR BANYUWANGI – Perempuan Banyuwangi didorong tidak lagi sekadar menjadi penerima manfaat pembangunan. Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani ingin kaum perempuan semakin berdaya, mandiri, berani menyampaikan pendapat, serta terlibat langsung dalam proses pembangunan daerah.

Pesan tersebut disampaikan Ipuk saat menghadiri Pelantikan Ketua dan Pengurus Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Banyuwangi masa bakti 2026–2031 di Aula Minak Jinggo, Kantor Pemkab Banyuwangi, Rabu (9/9) pekan lalu.

Menurut Ipuk, keterlibatan perempuan menjadi bagian penting agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara lebih luas. Perempuan tidak cukup ditempatkan sebagai objek program, tetapi perlu diberi ruang untuk mengambil peran dan menentukan arah perubahan di lingkungan masing-masing.

“Perempuan harus berdaya dan mandiri. Jangan hanya jadi objek, tapi harus ikut terlibat dalam proses pembangunan. Maka di sinilah peran GOW dibutuhkan,” ujar Ipuk.

Tiga Fokus Pemberdayaan Perempuan

Ipuk meminta GOW Banyuwangi menyusun program kerja yang semakin berorientasi pada pemberdayaan perempuan. Setidaknya ada tiga hal yang menjadi perhatian utama, yakni ketahanan perempuan, kemandirian ekonomi perempuan, dan literasi ekonomi perempuan.

Tiga aspek tersebut dinilai penting untuk membangun perempuan yang tidak hanya mampu bertahan menghadapi berbagai tantangan, tetapi juga memiliki kemampuan ekonomi dan pemahaman yang cukup untuk mengambil keputusan.

Ipuk berharap program GOW nantinya mampu membuka semakin banyak ruang bagi perempuan Banyuwangi untuk berkembang.

“Saya harap tiga poin ini bisa menjadi gambaran program kerja GOW ke depan. Kita ingin perempuan Banyuwangi lebih berdaya. Sehingga semakin banyak perempuan yang berani untuk tampil, berpendapat, dan berperan di masyarakat,” tegasnya.

Dorongan tersebut sekaligus menempatkan organisasi perempuan bukan hanya sebagai pelaksana kegiatan sosial, tetapi sebagai bagian dari ekosistem pembangunan daerah.

GOW Jadi Mitra Strategis Pemkab

Lebih lanjut, Ipuk mengajak GOW memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah. Selama ini, GOW dinilai telah menjadi salah satu mitra strategis Pemkab Banyuwangi dalam mendukung berbagai program pembangunan.

Kontribusinya tidak terbatas pada isu pemberdayaan perempuan. GOW juga memiliki peran dalam bidang pendidikan, kesehatan keluarga, hingga penguatan ekonomi masyarakat.

Karena itu, sinergi tersebut diharapkan terus diperkuat agar berbagai program yang menyentuh kehidupan masyarakat dapat berjalan semakin efektif.

“Terima kasih atas kontribusi yang diberikan. Mari kita perkuat sinergi untuk membangun Banyuwangi yang lebih baik,” ajak Ipuk.

Anna Nazili Hanim Mujiono Kembali Pimpin GOW

Dalam pelantikan tersebut, Anna Nazili Hanim Mujiono kembali dipercaya menjadi Ketua GOW Banyuwangi untuk masa bakti 2026–2031.

Amanah tersebut menjadi periode kedua bagi Anna untuk memimpin organisasi yang menaungi berbagai organisasi wanita di Banyuwangi.

Anna menegaskan kesiapan GOW untuk terus bersinergi dengan Pemkab Banyuwangi. Kolaborasi akan diarahkan untuk mendukung berbagai program pembangunan daerah sekaligus memperkuat peran perempuan di tengah masyarakat.

“Kami siap berkolaborasi untuk menyukseskan program-program daerah,” tegas Anna.

Dengan kepengurusan baru tersebut, GOW Banyuwangi diharapkan tidak hanya aktif dalam kegiatan organisasi, tetapi semakin kuat menjadi ruang bagi perempuan untuk meningkatkan kapasitas, membangun kemandirian ekonomi, dan mengambil peran dalam pembangunan daerah. (*)

Editor : Ali Sodiqin
perempuan Banyuwangi GOW Banyuwangi Ekonomi perempuan pemberdayaan perempuan Ipuk Fiestiandani