RADARBANYUWANGI.ID – Di tengah kesibukan mengemban tugas sebagai Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Banyuwangi sebelum akhirnya dipercaya menjadi Sekretaris Kabupaten (Sekkab), Suyanto Waspo Tondo Wicaksono alias Yayan masih menyempatkan diri turun langsung ke salah satu sumber mata air bersejarah di Banyuwangi.
Rabu (26/5), Yayan mengunjungi Sumber Gedor di Desa Gombengsari, Kecamatan Kalipuro. Kunjungan tersebut bukan sekadar agenda seremonial. Di lokasi yang menjadi sumber kehidupan puluhan ribu warga Banyuwangi itu, Yayan menunjukkan kepeduliannya terhadap pelestarian lingkungan sekaligus memberikan edukasi kepada generasi muda mengenai pentingnya menjaga sumber daya air.
Didampingi staf Bappeda Banyuwangi, Rudi, Yayan tiba menyusul rombongan Direktur PUDAM Banyuwangi Abd Rahman yang sejak pagi lebih dahulu berada di lokasi. Turut hadir Direktur Radar Banyuwangi Samsudin Adlawi bersama tim.
Begitu turun dari kendaraan, Yayan langsung berjalan kaki menyusuri anak tangga menuju pusat Sumber Gedor. Tangga yang harus dilalui tidak sedikit. Sebanyak 43 anak tangga menghubungkan area atas dengan sumber mata air utama yang berada di bawah.
Setelah menempuh perjalanan singkat menuruni undakan tersebut, Yayan tiba di kawasan sumber air yang telah menjadi bagian penting sejarah penyediaan air bersih Banyuwangi sejak era kolonial Belanda.
“Wah, lokasinya sangat luar biasa. Ini sumber air yang tiada duanya. Apalagi dibangun sejak tahun 1926,” ujarnya sambil menikmati suasana rindang di sekitar sumber mata air.
Menikmati Kesegaran Air yang Menghidupi 55 Ribu Warga
Tak lama setelah tiba, Yayan diajak penjaga Sumber Gedor, Slamet Hariyanto, melihat langsung titik utama mata air yang selama ini menjadi sumber pasokan air bersih bagi sekitar 55 ribu warga Banyuwangi dan sekitarnya.
Sumber Gedor selama puluhan tahun dikelola oleh PUDAM Banyuwangi. Air dari kawasan tersebut disalurkan melalui jaringan perpipaan yang sebagian merupakan peninggalan masa kolonial Belanda.
Di lokasi sumber utama, Direktur PUDAM Banyuwangi Abd Rahman sempat menggoda Yayan untuk merasakan langsung kesegaran air pegunungan tersebut.
Tanpa ragu, Yayan membasuh wajahnya menggunakan air yang keluar dari sumber. Tidak berhenti di situ, ia juga langsung mencicipi air yang ditampung di telapak tangannya.
Responsnya spontan.
“Segar sekali airnya meski tanpa direbus. Dengar-dengar air ini sudah melalui uji laboratorium Labkesda dan layak diminum,” katanya.
Saat itu Yayan tampil sederhana mengenakan kaus khas Oseng Banyuwangi dan udeng yang melingkar di kepala. Penampilannya yang santai seolah menyatu dengan suasana alam Sumber Gedor yang masih asri dan terjaga.
Beri Edukasi Pelajar tentang Pentingnya Menjaga Sumber Air
Usai melihat langsung sumber mata air, Yayan menuju sebuah joglo yang berada di sisi timur kawasan Sumber Gedor.
Di tempat tersebut, puluhan siswa SMP Negeri 3 Banyuwangi telah menunggu untuk mengikuti kegiatan edukasi lingkungan.
Sebagai pejabat yang membidangi perencanaan pembangunan saat itu, Yayan didaulat memberikan motivasi sekaligus pemahaman kepada para pelajar mengenai pentingnya menjaga kelestarian alam.
Menurut dia, keberlangsungan sumber air sangat bergantung pada kondisi lingkungan di sekitarnya.
“Sumber Gedor harus dijaga kelestariannya agar sumbernya tetap mengalir deras. Kalian yang masih duduk di bangku SMP harus tahu mulai sekarang,” pesannya kepada para siswa.
Yayan menekankan bahwa kesadaran menjaga lingkungan harus ditanamkan sejak usia dini. Sebab, generasi muda akan menjadi pihak yang menerima manfaat sekaligus bertanggung jawab menjaga sumber daya alam di masa depan.
Dukung Program Edukasi Wisata Sejak Usia Dini
Kehadiran Yayan di Sumber Gedor merupakan bagian dari kegiatan program Wis Esa Sik Adi (Edukasi Wisata Sejak Usia Dini) yang rutin digelar setiap pekan.
Program tersebut melibatkan pelajar dari berbagai jenjang pendidikan, mulai taman kanak-kanak, sekolah dasar hingga sekolah menengah pertama.
Melalui kegiatan itu, peserta dikenalkan pada pentingnya sumber air, cara menjaga kebersihan lingkungan, konservasi alam, hingga pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan.
Program Wis Esa Sik Adi merupakan kolaborasi antara PUDAM Banyuwangi, Radar Banyuwangi, Dinas Pendidikan, Bappeda Banyuwangi, Dinas Kesehatan, serta Dinas Lingkungan Hidup.
Yayan mengaku sangat mengapresiasi program tersebut karena dinilai mampu membangun kesadaran lingkungan sejak dini.
“Kami sangat mendukung program ini. Sungguh program yang mulia untuk mengenalkan anak tentang edukasi wisata dan lingkungan sejak usia dini,” katanya.
Menyusuri Hutan Menuju Sumber Gedor 2
Kepedulian Yayan terhadap pelestarian lingkungan tidak berhenti di kawasan utama Sumber Gedor.
Sebelum meninggalkan lokasi, ia bersama rombongan melanjutkan perjalanan menuju Sumber Gedor 2 yang berada sekitar satu kilometer dari lokasi utama.
Perjalanan ditempuh dengan berjalan kaki menyusuri kawasan hutan yang masih alami.
Sepanjang perjalanan, Direktur PUDAM Banyuwangi Abd Rahman menjelaskan berbagai jenis vegetasi yang tumbuh di sekitar kawasan konservasi sumber air tersebut.
Mulai pohon sukun, bendo, kluwih, pakem hingga berbagai jenis tanaman lain yang berperan penting menjaga keseimbangan ekosistem dan debit mata air.
Menurut Abd Rahman, keberadaan pepohonan tersebut menjadi benteng alami yang menjaga keberlangsungan sumber air bagi masyarakat Banyuwangi.
“Pohon-pohon ini harus tetap dijaga kelestariannya, Pak. Ada pohon sukun, bendo, kluwih, pakem dan lainnya. Saya sangat senang Pak Yayan bisa hadir menemani anak-anak SMP yang belajar pentingnya menjaga lingkungan,” ujarnya.
Komitmen Menjaga Lingkungan untuk Masa Depan Banyuwangi
Kunjungan ke Sumber Gedor menjadi gambaran bagaimana Yayan memandang pembangunan daerah tidak hanya dari sisi infrastruktur dan ekonomi, tetapi juga keberlanjutan lingkungan.
Di tengah meningkatnya kebutuhan air bersih dan tantangan perubahan iklim, keberadaan kawasan konservasi seperti Sumber Gedor menjadi aset strategis yang harus dijaga bersama.
Kehadiran Yayan di tengah pelajar, pengelola sumber air, dan pegiat lingkungan menunjukkan bahwa pembangunan Banyuwangi tidak bisa dilepaskan dari upaya menjaga alam sebagai sumber kehidupan masyarakat.
Kini, setelah resmi menjabat Sekkab Banyuwangi, komitmen tersebut menjadi salah satu modal penting dalam mengawal arah pembangunan daerah agar tetap sejalan dengan prinsip keberlanjutan dan pelestarian lingkungan untuk generasi mendatang. (aif)
Editor : Ali Sodiqin