RADARBANYUWANGI.ID – Teka-teki siapa sosok yang bakal menduduki kursi Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Banyuwangi akhirnya terjawab. Setelah sempat memunculkan sejumlah nama kuat dari kalangan pejabat senior Pemkab Banyuwangi, Bupati Ipuk Fiestiandani resmi menunjuk dan melantik Suyanto Waspo Tondo Wicaksono alias Yayan sebagai Sekkab Banyuwangi definitif, Selasa sore (2/6).
Pelantikan tersebut sekaligus menandai berakhirnya spekulasi yang berkembang dalam beberapa hari terakhir pasca purna tugas Guntur Priambodo per 1 Juni lalu. Nama Yayan memang sejak awal masuk dalam daftar kandidat terkuat yang diprediksi berpeluang mengisi jabatan tertinggi karier aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Banyuwangi tersebut.
Prosesi pengambilan sumpah jabatan berlangsung di Pendapa Sabha Swagatha Blambangan dengan suasana khidmat. Nyaris seluruh pejabat struktural di lingkungan Pemkab Banyuwangi hadir dalam acara tersebut. Mulai kepala organisasi perangkat daerah (OPD), direktur rumah sakit daerah, hingga para camat.
Sejumlah tamu undangan dari luar daerah juga tampak hadir. Di antaranya Ketua DPRD Banyuwangi I Made Cahyana Negara, Kepala Kantor Regional II Surabaya Soni Sultana, hingga Sekretaris Kabupaten Bondowoso Fathur Rozi.
Jabatan Paling Strategis di Lingkungan Pemkab
Dalam sambutannya, Bupati Ipuk Fiestiandani menegaskan bahwa pergantian pejabat merupakan bagian dari dinamika yang sehat dalam pemerintahan. Menurut dia, regenerasi kepemimpinan menjadi kebutuhan agar roda organisasi terus bergerak dan berkembang.
Ipuk menyebut posisi Sekkab merupakan salah satu jabatan paling strategis di lingkungan Pemkab Banyuwangi. Tidak hanya bertanggung jawab mengelola administrasi pemerintahan, seorang sekkab juga harus mampu memastikan seluruh perangkat daerah bergerak dalam satu irama untuk mewujudkan visi pembangunan daerah.
“Pergantian adalah sesuatu yang wajar. Ini bagian dari estafet kepemimpinan yang harus terus berjalan agar organisasi tetap sehat dan berkembang,” ujarnya.
Menurut Ipuk, peran sekkab tidak sekadar menjadi koordinator birokrasi. Jabatan tersebut juga berfungsi sebagai penghubung antara kebijakan kepala daerah dengan implementasi di lapangan melalui seluruh perangkat daerah.
“Mudah-mudahan bisa menggerakkan semua lini pemerintahan yang ada di Banyuwangi dan membuat roda birokrasi berjalan lebih baik lagi. Ini amanah yang harus dijaga,” tegasnya.
Dituntut Percepat Program Prioritas Daerah
Lebih jauh, Ipuk berharap Yayan mampu mempercepat berbagai program prioritas pemerintah daerah, terutama yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.
Menurutnya, tuntutan publik terhadap kualitas pelayanan pemerintahan, pembangunan infrastruktur, hingga percepatan program kesejahteraan terus meningkat. Karena itu, dibutuhkan kepemimpinan birokrasi yang mampu bekerja cepat sekaligus efektif.
“Tantangan ke depan tidak mudah. Masyarakat menginginkan pelayanan yang semakin baik dan pembangunan yang semakin cepat. Karena itu perlu akselerasi program-program pemerintah,” katanya.
Meski demikian, Ipuk optimistis Yayan mampu menjalankan tugas tersebut. Pengalaman panjang yang dimiliki birokrat senior itu dinilai menjadi modal kuat untuk memahami arah kebijakan pemerintah daerah sekaligus kebutuhan masyarakat Banyuwangi.
“Beliau sangat memahami fokus pimpinan dan kebutuhan masyarakat. Saya berharap beliau bisa langsung bekerja dan mengakselerasi berbagai kebijakan pemerintah daerah,” tambahnya.
Raih Nilai Tertinggi dalam Seleksi
Menariknya, Ipuk secara terbuka menjelaskan mekanisme penentuan pejabat yang akhirnya dipercaya mengisi posisi Sekkab Banyuwangi.
Ia menegaskan bahwa proses pemilihan dilakukan secara objektif melalui pendekatan sistem manajemen talenta yang selama ini diterapkan dalam pengembangan karier ASN. Selain itu, rekam jejak jabatan dan capaian kinerja para kandidat juga menjadi bahan pertimbangan utama.
Menurut Ipuk, dari berbagai tahapan yang dilakukan, muncul empat nama kandidat yang kemudian mengerucut sebagai calon terkuat.
“Dari berbagai tahapan yang telah dilakukan, mulai dari manajemen talenta hingga evaluasi kinerja berdasarkan jabatan yang pernah dipimpin, mengerucut menjadi empat nama kandidat,” jelasnya.
Dari hasil penilaian tersebut, Yayan disebut berhasil memperoleh poin tertinggi dibanding kandidat lainnya.
“Setelah melalui proses penilaian yang komprehensif, Pak Yayan memperoleh poin tertinggi,” ungkap Ipuk.
Meski tidak menyebutkan siapa saja empat kandidat terakhir yang masuk dalam tahap akhir seleksi, Ipuk memastikan keputusan tersebut tidak didasarkan pada faktor subjektif.
“Semua proses kita lalui, termasuk membentuk panitia seleksi. Dan nilai Pak Yayan yang paling tinggi,” tegasnya.
Birokrat Senior dengan Pengalaman Lengkap
Penunjukan Yayan dinilai tidak terlepas dari rekam jejak panjangnya di lingkungan birokrasi Banyuwangi. Sebelum dilantik menjadi Sekkab definitif, ia menjabat sebagai Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Banyuwangi sekaligus sempat dipercaya menjadi Pelaksana Harian (Plh) Sekkab Banyuwangi.
Pada rotasi pejabat yang digelar awal Januari 2026, Yayan kembali dipercaya memimpin Bappeda Banyuwangi.
Karier birokrat yang dikenal kalem tersebut juga terbilang lengkap. Ia pernah menduduki sejumlah posisi strategis di lingkungan Pemkab Banyuwangi, mulai Kepala Dinas Pendapatan Daerah, Asisten Administrasi Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Banyuwangi, hingga Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya, Perumahan dan Permukiman (PU CKPP).
Pengalaman lintas sektor tersebut dinilai menjadi salah satu faktor yang memperkuat peluangnya menempati kursi Sekkab Banyuwangi.
Fokus Jalankan Visi dan Misi Bupati
Berbeda dengan euforia sejumlah pejabat yang hadir, Yayan memilih memberikan respons singkat terkait amanah baru yang diterimanya.
Ia menegaskan bahwa fokus utama yang akan dijalankannya sebagai Sekkab Banyuwangi adalah memastikan visi dan misi kepala daerah dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang efektif dan tepat sasaran.
“Yang jelas tugas saya saat ini menerjemahkan visi dan misi bupati,” ujarnya singkat.
Tujuh Nama Sempat Masuk Bursa Calon Sekkab
Sebelum pelantikan berlangsung, sejumlah nama pejabat senior Pemkab Banyuwangi sempat disebut memiliki peluang mengisi posisi yang ditinggalkan Guntur Priambodo.
Berdasarkan informasi yang berkembang di internal pemerintahan, setidaknya terdapat tujuh nama yang masuk dalam bursa calon sekkab.
Tiga di antaranya berasal dari jajaran asisten sekretariat kabupaten, yakni M. Yanuarto Bramuda selaku Asisten Administrasi Pemerintahan Setkab Banyuwangi, Suratno sebagai Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setkab Banyuwangi, serta Budi Santoso yang menjabat Asisten Administrasi Umum Setkab Banyuwangi.
Selain itu, terdapat pula sejumlah mantan asisten yang saat ini menduduki jabatan kepala OPD strategis. Mereka antara lain Choirul Ustadi Yudawanto yang kini menjabat Inspektur Banyuwangi, Wawan Yadmadi selaku Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Perindustrian (Disnakertransperin), serta Suyanto Waspo Tondo Wicaksono.
Nama lain yang juga disebut memiliki peluang berasal dari unsur kepala badan, termasuk pimpinan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) serta Badan Pendapatan Daerah (Bapenda).
Namun pada akhirnya, seluruh proses seleksi mengerucut pada Yayan yang dinilai memiliki nilai tertinggi berdasarkan hasil evaluasi menyeluruh.
Dengan pelantikan tersebut, Banyuwangi resmi memiliki nahkoda baru birokrasi daerah. Tantangan berikutnya menanti: memastikan akselerasi program pembangunan dan pelayanan publik tetap berjalan di tengah tingginya ekspektasi masyarakat terhadap kinerja pemerintah daerah. (fre/sgt)
Editor : Ali Sodiqin