Konvoi Gengster Brutaliti Bawa Celurit di Banyuwangi Dibubarkan Polisi, Tiga Pelajar Diamankan

Salis Ali Muhyidin • Dipublikasikan Rabu, 27 Mei 2026 | 13:30 WIB
BERSATUS PELAJAR: Tiga remaja yang tergabung dalam geng Brutaliti digiring ke Polsek Rogojampi setelah konvoi di jalan raya sembari mengacungkan celurit, Selasa (26/5). (Ocky for Radar Banyuwangi)
BERSATUS PELAJAR: Tiga remaja yang tergabung dalam geng Brutaliti digiring ke Polsek Rogojampi setelah konvoi di jalan raya sembari mengacungkan celurit, Selasa (26/5). (Ocky for Radar Banyuwangi)

RADARBANYUWANGI.ID – Aksi konvoi sekelompok remaja yang diduga tergabung dalam gengster Brutaliti membuat resah warga Banyuwangi. Bergerak pada dini hari sambil membawa senjata tajam, kelompok tersebut akhirnya ditindak tegas aparat Polsek Rogojampi setelah laporan masyarakat masuk ke kepolisian.

Dalam operasi penindakan yang dilakukan Unit Reskrim Polsek Rogojampi, tiga remaja yang masih berstatus pelajar berhasil diamankan. Mereka kedapatan membawa dua bilah celurit dan rantai besi saat berkonvoi di wilayah Kecamatan Blimbingsari.

Ketiga remaja yang diamankan masing-masing berinisial MAR, 17, warga Desa Tembokrejo; NAS, 16, warga Desa Tembokrejo; serta JMA, 15, warga Desa Kedungrejo. Polisi menduga mereka merupakan bagian dari kelompok gengster Brutaliti yang belakangan meresahkan masyarakat.

Penindakan dilakukan pada Senin (26/5) sekitar pukul 04.00 WIB setelah polisi melakukan penyelidikan berdasarkan laporan warga terkait adanya rombongan pemuda yang membawa senjata tajam di jalan umum.

Kanit Reskrim Polsek Rogojampi, Ocky Heru Prasetyo, mengatakan laporan pertama diterima petugas piket pada Minggu (25/5) sekitar pukul 01.00 WIB. Warga saat itu melaporkan adanya konvoi pemuda menggunakan sepeda motor sambil mengacungkan senjata tajam di Jalan Dusun Kedunen, Desa Bomo, Kecamatan Blimbingsari.

“Setelah menerima laporan masyarakat, anggota langsung melakukan identifikasi terhadap kelompok yang dimaksud dan mengamankan beberapa anggota yang kedapatan membawa senjata tajam,” katanya.

Dari hasil penyelidikan dan penindakan, polisi mengamankan tiga remaja beserta sejumlah barang bukti. Polisi menyebut MAR diduga berperan sebagai ketua kelompok dan membawa celurit dengan panjang sekitar 50 sentimeter.

Sementara itu, NAS juga kedapatan membawa senjata tajam jenis celurit. Sedangkan JMA membawa rantai besi sepanjang kurang lebih dua meter yang diduga akan digunakan untuk aksi kekerasan jalanan.

“Sementara NAS juga membawa celurit, sedangkan JMA membawa rantai besi sepanjang sekitar dua meter. Polisi juga masih memburu sekitar delapan anggota lain yang diduga ikut dalam konvoi tersebut,” paparnya.

Selain mengamankan para pelaku, polisi turut menyita sejumlah barang bukti berupa dua unit sepeda motor Honda Vario dan Honda Beat, dua bilah celurit, satu rantai besi, serta enam hoodie yang diduga identik dengan kelompok gengster tersebut.

“Ketiganya beserta barang bukti kita amankan di Mapolsek Rogojampi untuk keperluan pemeriksaan lebih lanjut,” tegas Ocky.

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, kelompok tersebut diduga sengaja melakukan konvoi sambil membawa senjata tajam untuk mencari lawan dan memancing bentrokan dengan kelompok lain yang ditemui di jalan.

Polisi menilai aksi mereka berpotensi membahayakan masyarakat dan menciptakan keresahan publik, terutama karena dilakukan pada dini hari saat kondisi jalan relatif sepi.

“Motif sementara bersifat anarkis dan membuat keresahan masyarakat. Saat ini kita masih melakukan pemeriksaan terhadap para pelaku dan saksi-saksi, sekaligus melakukan pengembangan guna memburu anggota lain yang terlibat,” pungkasnya.

Kasus ini kembali menjadi peringatan serius terkait maraknya fenomena gengster remaja yang melibatkan pelajar di sejumlah daerah. Aparat kepolisian mengimbau para orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak-anak mereka, terutama saat malam hingga dini hari.

Polisi juga memastikan akan meningkatkan patroli dan tindakan preventif di wilayah rawan guna mencegah munculnya aksi serupa yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat. (sas/aif)

Editor : Ali Sodiqin
Gengster Brutaliti Banyuwangi Konvoi gengster Banyuwangi Pelajar bawa celurit Geng motor Banyuwangi polsek rogojampi