Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Banyuwangi Masuk Panggung ASEAN, Smart Kampung Jadi Contoh Kota Cerdas Inklusif dan Berkelanjutan

Ali Sodiqin • Selasa, 19 Mei 2026 | 14:30 WIB
Rapat koordinasi persiapan The 9th ASEAN Smart Cities Network (ASCN) Annual Meeting Philipines, di Jakarta beberapa hari lalu. (ANTARA/HO-Pemkab Banyuwangi)
Rapat koordinasi persiapan The 9th ASEAN Smart Cities Network (ASCN) Annual Meeting Philipines, di Jakarta beberapa hari lalu. (ANTARA/HO-Pemkab Banyuwangi)

RADARBANYUWANGI.ID - Langkah transformasi digital Kabupaten Banyuwangi memasuki panggung yang lebih besar. Tak lagi sekadar dikenal sebagai daerah yang berhasil mendigitalisasi layanan publik, Banyuwangi kini mulai diposisikan sebagai model kota cerdas berkelanjutan di level ASEAN.

Pemerintah Kabupaten Banyuwangi mendapat undangan khusus dari pemerintah pusat untuk memaparkan perkembangan program Smart Kampung dalam rapat koordinasi persiapan perhelatan The 9th ASEAN Smart Cities Network (ASCN) Annual Meeting di Jakarta.

Undangan tersebut menjadi sinyal penting bahwa konsep pembangunan Banyuwangi mulai diperhitungkan sebagai salah satu praktik baik pembangunan kota cerdas di kawasan Asia Tenggara.

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menegaskan daerah yang dipimpinnya tidak hanya berfokus menjadi kota berbasis digital, namun juga menyiapkan transformasi menuju kota cerdas yang inklusif, hijau, inovatif, dan berkelanjutan.

"Progres yang dipaparkan Banyuwangi nantinya akan menjadi salah satu praktik baik penerapan Smart City pada ASCN annual meeting yang berlangsung Juli mendatang," kata Ipuk di Banyuwangi.

Pernyataan tersebut mempertegas bahwa Banyuwangi bukan sekadar peserta, tetapi berpotensi menjadi salah satu contoh implementasi pembangunan kota pintar yang dapat direplikasi daerah lain.

Banyuwangi Menuju Level ASEAN

Forum ASEAN Smart Cities Network atau ASCN merupakan wadah kolaboratif antarkota dari sepuluh negara anggota ASEAN yang bertujuan mendorong pembangunan kota yang lebih cerdas, inklusif, dan berkelanjutan.

Jaringan ini tidak hanya menjadi ruang berbagi pengalaman, tetapi juga membuka peluang investasi, transfer teknologi, hingga kerja sama lintas negara.

Bagi Banyuwangi, keterlibatan dalam jaringan tersebut dinilai memiliki arti strategis.

Menurut Ipuk, peluang yang terbuka bukan hanya terkait pengakuan internasional, melainkan kerja sama konkret yang dapat memberikan dampak langsung bagi masyarakat.

"Bagi Banyuwangi, ASCN tidak hanya penting sebagai forum berbagi pengalaman, tetapi juga sebagai pintu untuk membuka kolaborasi nyata baik bidang pelayanan publik, ekonomi digital, pengelolaan lingkungan hingga pemanfaatan teknologi baru untuk mendukung tata kelola kota cerdas," ujarnya.

Skema kerja sama yang dimaksud dapat berupa kemitraan antarkota, kolaborasi dengan sektor swasta, hingga peluang sister city dengan kota-kota di negara ASEAN.

Smart Kampung Jadi Senjata Utama Banyuwangi

Di balik perkembangan digital Banyuwangi, terdapat satu program yang menjadi tulang punggung transformasi daerah, yakni Smart Kampung.

Program ini selama beberapa tahun terakhir menjadi wajah pembangunan desa berbasis teknologi yang mengintegrasikan pelayanan publik, pemberdayaan ekonomi, hingga peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kominfo dan Persandian Kabupaten Banyuwangi, Budi Santoso, menjelaskan Smart Kampung bukan sekadar digitalisasi administrasi desa.

Menurutnya, konsep tersebut dibangun sebagai sistem terintegrasi yang menghubungkan teknologi informasi dengan penguatan ekonomi masyarakat.

"Program Smart Kampung untuk memudahkan pelayanan publik hingga tingkat desa, yang dipadu dengan pemberdayaan, dan ujungnya adalah meningkatkan kesejahteraan sosial ekonomi warga," jelasnya.

Program tersebut memadukan sejumlah aspek pembangunan seperti:

Konsep ini membuat pembangunan tidak berhenti pada aspek teknologi, tetapi diarahkan untuk menyentuh kesejahteraan masyarakat secara langsung.

Tidak Sekadar Digitalisasi, UMKM Didorong Masuk Ekosistem Digital

Transformasi Banyuwangi juga bergerak ke sektor ekonomi digital.

Pemerintah daerah mulai mendorong pelaku UMKM agar lebih adaptif memanfaatkan teknologi dalam menjalankan usaha.

Menurut Budi Santoso, pengembangan Smart City Banyuwangi kini tidak hanya fokus pada pelayanan pemerintahan, tetapi juga memperkuat fondasi ekonomi masyarakat.

UMKM didorong masuk ke dalam ekosistem digital melalui berbagai pendekatan, antara lain:

Langkah tersebut dinilai penting agar pelaku usaha lokal mampu bersaing di tengah perubahan perilaku pasar yang semakin berbasis teknologi.

Kota Cerdas Tak Hanya Soal Internet Cepat

Transformasi kota pintar sering dipahami hanya sebatas internet, aplikasi, atau layanan digital.

Namun konsep yang dibangun Banyuwangi mencoba melampaui itu.

Pendekatan kota cerdas yang diusung lebih menitikberatkan pada pemanfaatan teknologi untuk menyelesaikan persoalan nyata masyarakat, mulai pelayanan administrasi, pengentasan kemiskinan, hingga penguatan ekonomi warga.

Karena itu, konsep Smart Kampung dipandang relevan dengan arah pembangunan kota masa depan yang mengedepankan inklusivitas dan keberlanjutan.

Masuknya Banyuwangi dalam pembahasan forum ASEAN menjadi indikator bahwa transformasi desa berbasis teknologi yang dilakukan selama ini mulai mendapatkan pengakuan lebih luas.

Jika peluang kolaborasi internasional tersebut mampu dimaksimalkan, Banyuwangi berpotensi mempercepat langkahnya dari sekadar kota digital menjadi salah satu model kota cerdas masa depan di Asia Tenggara. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#ASEAN Smart Cities Network #Smart City Banyuwangi #digitalisasi Banyuwangi #Ipuk Fiestiandani #smart kampung banyuwangi