Bupati Ipuk Jemput Bola Tangani Warga Lumpuh Lewat Bunga Desa, Mamat Dibawa Terapi Gratis

Ali Sodiqin • Dipublikasikan Kamis, 30 April 2026 | 09:00 WIB
Bupati Ipuk jalankan Bunga Desa di Purwoharjo. Warga lumpuh 3 tahun langsung dirujuk terapi gratis, layanan kesehatan jemput bola diperkuat. (banyuwangikab.go.id)
Bupati Ipuk jalankan Bunga Desa di Purwoharjo. Warga lumpuh 3 tahun langsung dirujuk terapi gratis, layanan kesehatan jemput bola diperkuat. (banyuwangikab.go.id)

RADARBANYUWANGI.ID – Program “turun langsung ke desa” bukan sekadar seremoni. Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani membuktikannya dengan respons cepat saat menemui warga lumpuh tiga tahun akibat kecelakaan kerja dalam agenda Bunga Desa, Rabu (29/4/2026).

Di sela kunjungan ke tiga desa di Kecamatan Purwoharjo—Kradenan, Purwoharjo, dan Glagahagung—Ipuk menghentikan rangkaian kegiatan untuk menjenguk Mamat (45), warga Dusun Krajan, Desa Purwoharjo, yang selama ini hanya bisa terbaring di rumah.

Tiga Tahun Lumpuh, Sulit Akses Pengobatan

Mamat mengalami kelumpuhan sejak jatuh dari pohon jati saat bekerja. Cedera itu membuat bagian tubuh dari tangan hingga kaki tidak bisa digerakkan.

“Saya jatuh dari pohon. Dari sini sampai kaki tidak bisa digerakkan,” ungkap Mamat di hadapan bupati, sebagaimana dilansir dari laman banyuwangikab.go.id.

Selama tiga tahun, ia hanya dirawat di rumah. Keterbatasan ekonomi dan minimnya pendampingan membuat pengobatan lanjutan tak kunjung dilakukan. Istrinya harus bekerja di pabrik, sementara anaknya masih duduk di bangku kelas 3 SD.

Langsung Dirujuk, Biaya Ditanggung Negara

Melihat kondisi tersebut, Ipuk langsung mengambil keputusan cepat. Ia meminta Direktur RSUD Genteng, Sugiyo, yang turut hadir, untuk segera membawa Mamat ke rumah sakit.

“Nanti bapak dapat terapi supaya perlahan bisa berjalan lagi. Untuk biaya tidak perlu khawatir, sudah ditanggung negara,” tegas Ipuk.

Instruksi itu sekaligus memastikan Mamat mendapatkan penanganan medis komprehensif, mulai dari terapi fisik hingga pemeriksaan organ dalam.

Desa Diminta Aktif Dampingi Warga

Tak berhenti di situ, Ipuk juga meminta pemerintah desa mengambil peran aktif. Kepala Desa Purwoharjo diminta menyiapkan pendamping selama proses pengobatan.

“Manfaatkan mobil siaga desa untuk antar-jemput dan pendampingan. Jangan sampai warga sakit tidak tertangani karena kendala transportasi,” pintanya.

Langkah ini menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan desa dalam memastikan layanan kesehatan menjangkau warga paling rentan.

Layanan Jemput Bola Diperkuat

Dalam kesempatan tersebut, Ipuk juga menginstruksikan tenaga kesehatan untuk memperluas program layanan “jemput bola”. Petugas puskesmas diminta rutin mendatangi warga, khususnya lansia dan pasien yang tidak mampu datang ke fasilitas kesehatan.

Kebijakan ini menjadi bagian dari strategi mendekatkan layanan publik langsung ke masyarakat desa.

Terapi Intensif Segera Dijalankan

Direktur RSUD Genteng, Sugiyo, memastikan Mamat akan segera mendapatkan terapi intensif.

“Kami akan fokus melatih otot tangan dan kaki, sekaligus melakukan pemeriksaan menyeluruh,” jelasnya.

Penanganan ini diharapkan dapat membuka peluang pemulihan fungsi gerak secara bertahap.

Bantuan Alat Kesehatan untuk Warga

Selain penanganan kasus Mamat, dalam program Bunga Desa kali ini Ipuk juga menyalurkan bantuan alat bantu kesehatan kepada warga.

Sebanyak 25 penerima di Desa Purwoharjo mendapatkan kursi roda, walker, dan kruk. Bantuan serupa juga diberikan kepada penyandang disabilitas di Desa Karetan.

Bunga Desa: Dari Program Jadi Solusi Nyata

Program Bunga Desa yang berjalan sejak 2021 kini berkembang menjadi instrumen efektif untuk menjangkau persoalan riil masyarakat. Tak hanya pelayanan administratif, tetapi juga solusi langsung untuk masalah kesehatan dan sosial.

Kasus Mamat menjadi contoh nyata bagaimana kehadiran pemerintah di tingkat desa mampu mempercepat penanganan warga yang selama ini terpinggirkan akses layanan.

Di tengah berbagai keterbatasan, pendekatan jemput bola seperti ini menjadi kunci—bahwa pelayanan publik tidak cukup menunggu, tetapi harus aktif mencari dan menyelesaikan masalah di lapangan. (*)

Editor : Ali Sodiqin
Sumber : banyuwangikab.go.id
Bunga Desa Banyuwangi layanan kesehatan desa warga lumpuh Banyuwangi rsud genteng Ipuk Fiestiandani