Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Bupati Ipuk Ajak Kades Banyuwangi Susun Skala Prioritas Pembangunan di Tengah Fiskal Terbatas

Sigit Hariyadi • Sabtu, 4 April 2026 | 04:02 WIB
Bupati Ipuk didampingi Wabup Mujiono menghadiri halalbihalal dengan para kepala desa se-Banyuwangi di Kantor Desa Gladag, Kecamatan Rogojampi, Kamis (2/4). (Dini for Radar Banyuwangi)
Bupati Ipuk didampingi Wabup Mujiono menghadiri halalbihalal dengan para kepala desa se-Banyuwangi di Kantor Desa Gladag, Kecamatan Rogojampi, Kamis (2/4). (Dini for Radar Banyuwangi)

RADARBANYUWANGI.ID – Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengajak seluruh kepala desa (kades) di Banyuwangi untuk menyusun skala prioritas pembangunan di tengah kondisi fiskal yang terbatas.

Langkah tersebut dinilai penting agar pembangunan daerah tetap berjalan di tengah tekanan ekonomi yang dipengaruhi berbagai faktor, termasuk dinamika geopolitik internasional yang berdampak hingga level nasional dan daerah.

Meski ruang fiskal saat ini mengalami keterbatasan, Ipuk menegaskan bahwa pembangunan Banyuwangi tidak boleh berhenti. Pemerintah desa diminta tetap bergerak dengan menyesuaikan program berdasarkan kebutuhan paling prioritas di masing-masing wilayah.

“Apapun rintangannya, kita harus tetap melanjutkan pembangunan Banyuwangi dengan mengoptimalkan potensi yang kita miliki,” ujar Ipuk saat menghadiri agenda silaturahmi dan halalbihalal bersama kepala desa se-Banyuwangi di Kantor Desa Gladag, Kecamatan Rogojampi, Kamis (2/4).

Menurut Ipuk, situasi saat ini harus dihadapi dengan semangat kebersamaan serta penguatan sinergi antara pemerintah kabupaten dan pemerintah desa.

Ia mengingatkan, Banyuwangi bukan kali pertama menghadapi masa sulit. Pengalaman melewati pandemi Covid-19 menjadi bukti bahwa daerah ini mampu bangkit melalui kolaborasi semua pihak.

“Kondisi seperti ini bukan pertama kali kita hadapi. Banyuwangi pernah melalui masa sulit saat pandemi Covid-19 dan kita bisa bangkit. Dengan tandang bareng, kami percaya kondisi saat ini juga bisa kita lalui,” tegasnya.

Desa Diminta Tetap Inovatif

Ipuk menekankan, keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi alasan bagi pemerintah desa untuk berhenti berinovasi.

Sebaliknya, kondisi tersebut justru harus menjadi momentum untuk menggali dan memaksimalkan seluruh potensi yang dimiliki desa, baik dari sektor ekonomi, pariwisata, pertanian, hingga pemberdayaan masyarakat.

Menurutnya, desa memiliki kekuatan besar sebagai ujung tombak pembangunan daerah.

“Jangan sampai keterbatasan anggaran membuat kita berhenti bergerak. Justru ini saatnya desa memaksimalkan potensi lokal yang dimiliki masing-masing,” ujarnya.

Ia menambahkan, inovasi program berbasis kebutuhan riil masyarakat menjadi kunci agar pembangunan tetap berjalan efektif dan tepat sasaran.

Infrastruktur Tetap Jadi Fokus

Di tingkat kabupaten, Pemkab Banyuwangi telah melakukan penataan ulang anggaran atau reprioritas program untuk menyesuaikan dengan kondisi fiskal saat ini.

Ipuk menyebut, sektor infrastruktur tetap menjadi fokus utama pembangunan, tanpa mengabaikan sektor strategis lain seperti pendidikan dan kesehatan.

Menurut dia, keseimbangan antar sektor harus dijaga agar pelayanan publik tetap optimal.

“Infrastruktur tetap menjadi fokus utama, namun pendidikan dan kesehatan juga tidak boleh terabaikan,” katanya.

Untuk itu, Ipuk meminta Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) ikut mendampingi pemerintah desa dalam menyusun penyesuaian anggaran.

Pendampingan tersebut penting agar penggunaan dana desa dan anggaran transfer bisa lebih efektif, terutama di tengah adanya pengurangan transfer dari pemerintah pusat.

“Sehingga program pembangunan tetap berjalan lebih efektif meski anggaran transfer dari pemerintah pusat berkurang,” ujar Ipuk.

PKDI Siap Dukung Kebijakan Pemkab

Sementara itu, Ketua Persaudaraan Kepala Desa Indonesia (PKDI) Banyuwangi), Budiharto, menyatakan kesiapan seluruh kepala desa untuk mendukung kebijakan Pemkab Banyuwangi dalam menyusun skala prioritas pembangunan.

Menurutnya, para kepala desa memahami kondisi fiskal yang sedang dihadapi, sehingga penyesuaian program menjadi langkah yang realistis.

“Kami siap mendukung kebijakan Pemkab Banyuwangi dalam menyusun skala prioritas pembangunan di tengah keterbatasan anggaran,” ujarnya.

Budiharto juga menyampaikan apresiasi kepada Bupati Ipuk yang dinilai tetap memberikan perhatian kepada desa-desa di Banyuwangi.

“Kami juga berterima kasih kepada Ibu Bupati yang selalu memerhatikan kami. Meski anggaran terbatas, sudah memberikan tambahan anggaran kepada desa-desa di Banyuwangi,” tambahnya.

Dengan penguatan sinergi antara pemkab dan desa, pembangunan di Banyuwangi diharapkan tetap berjalan berkelanjutan meski menghadapi tantangan ekonomi yang tidak ringan. (sgt)

Editor : Ali Sodiqin
#kepala desa Banyuwangi #pembangunan desa #anggaran Banyuwangi #skala prioritas desa #Ipuk Fiestiandani