RADARBANYUWANGI.ID - Upaya efisiensi energi mulai digaungkan di Kabupaten Banyuwangi. Rabu (1/4), Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani memberikan contoh langsung dengan bersepeda dari rumah menuju kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab).
Ipuk mengayuh sepeda dari kediamannya di Lingkungan Baluk, Kelurahan Kebalenan menuju Kantor Pemkab Banyuwangi di Jalan Ahmad Yani dengan jarak sekitar 2,2 kilometer.
Respons Potensi Krisis Energi Global
Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap kebijakan efisiensi energi yang tengah didorong pemerintah pusat. Kebijakan ini muncul sebagai respons terhadap dinamika global, termasuk konflik di kawasan Timur Tengah yang berdampak pada pasokan energi dunia, khususnya bahan bakar minyak (BBM).
Dengan bersepeda, Ipuk ingin menunjukkan bahwa perubahan pola mobilitas sederhana bisa menjadi solusi nyata dalam menekan konsumsi energi.
Uji Coba Mobilitas Ramah Lingkungan
Sejak pagi, Ipuk berangkat menuju kantor dengan sepeda pancal. Aktivitas gowes tersebut bahkan berlanjut hingga siang hari saat ia meninjau proyek pembangunan gedung perpustakaan baru di kawasan Jalan Jaksa Agung Suprapto.
Didampingi ajudannya, Ipuk menyusuri berbagai ruas jalan hingga gang permukiman warga. Kehadirannya pun disambut antusias oleh masyarakat yang menyapa di sepanjang perjalanan.
“Kami coba dulu. Ternyata nyaman, apalagi jarak antar kantor di Banyuwangi tidak terlalu jauh,” ujarnya.
Dorong ASN Berubah Pola Mobilitas
Ipuk menegaskan, kebiasaan bersepeda ini diharapkan tidak hanya menjadi langkah sementara, tetapi bisa menjadi budaya baru, terutama di kalangan aparatur sipil negara (ASN).
Menurutnya, sejumlah kementerian juga mulai mendorong penghematan energi melalui pembatasan penggunaan kendaraan dinas serta optimalisasi transportasi ramah lingkungan di lingkungan pemerintahan.
Manfaat Ganda: Hemat Energi dan Sehat
Selain menekan penggunaan BBM, aktivitas bersepeda juga memberikan manfaat kesehatan bagi para pegawai. Terlebih, pola kerja yang cenderung minim aktivitas fisik membuat ASN membutuhkan alternatif gaya hidup yang lebih aktif.
“Bersepeda ini banyak manfaatnya. Selain efisiensi energi, juga menyehatkan dan membuka ruang interaksi dengan masyarakat. Tadi sepanjang jalan banyak yang menyapa,” ungkap Ipuk.
Arah Baru Budaya Transportasi di Banyuwangi
Langkah yang dilakukan orang nomor satu di Banyuwangi tersebut diharapkan mampu menjadi inspirasi bagi masyarakat luas untuk mulai beralih ke transportasi yang lebih ramah lingkungan.
Di tengah ancaman krisis energi global, perubahan kecil seperti bersepeda dinilai dapat memberikan dampak signifikan jika dilakukan secara kolektif.
Dengan contoh langsung dari pimpinan daerah, upaya efisiensi energi di Banyuwangi diharapkan tidak hanya menjadi wacana, melainkan gerakan nyata yang berkelanjutan. (fre/aif)
Editor : Ali Sodiqin