Pasangan Khofifah-Emil Siap Bangun Infrastruktur dan Interkoneksi Jatim sebagai Gerbang Baru Nusantara. Pengamat Bilang Begini  

Sigit Hariyadi • Dipublikasikan Rabu, 20 November 2024 | 01:12 WIB

 

Pasangan cagub-cawagub Jatim nomor urut 2 Khofifah Indar Parawansa dan Emil Elestianto Dardak tampil meyakinkan pada debat pemungkas Pilgub Jatim di Grand City Surabaya pada Senin (18/11).
Pasangan cagub-cawagub Jatim nomor urut 2 Khofifah Indar Parawansa dan Emil Elestianto Dardak tampil meyakinkan pada debat pemungkas Pilgub Jatim di Grand City Surabaya pada Senin (18/11).

 

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Pasangan Khofifah Indar Parawansa dan Emil Elestianto Dardak berhasil mengakhiri debat pemungkas Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jatim 2024 dengan gemilang. Ajang yang digelar di Grand City Surabaya pada Senin (18/11) ini menjadi media bagi pasangan calon nomor urut 2 tersebut untuk menyampaikan capaian dan gagasan pembangunan.

Mengupas tema akselerasi pembangunan infrastruktur, interkoneksitas wilayah, dan peningkatan kualitas lingkungan hidup untuk mewujudkan Jawa Timur sebagai episentrum ekonomi. Bahkan keduanya menyatakan siap untuk mewujudkan Provinsi Jatim sebagai Gerbang Baru Nusantara.

 “Kami ingin menyampaikan komitmen kami bahwa program pembangunan infrastruktur di Jatim makin berkemajuan dan membangun interkoneksitas tidak hanya antar daerah di Jatim tapi juga antara Indonesaia barat dan Indonesia timur,” kata Khofifah.

 Lebih lanjut Khofifah menyebutkan bahwa warga patut bersyukur Jatim menjadi satu-satunya provinsi yang diberi kewenangan untuk mengelola dua pelabuhan sekaligus. Yaitu pelabuhan udara Abdur Rahman Saleh dan pelabuhan laut di Probolinggo.

“Kami berkomitmen untuk membangun interkoneksitas. Saat ini kita sudah memiliki Trans Jatim dengan lima koridor. Dan dalam dua tahun lagi Insya Allah kita akan menambah lima koridor lagi untuk Trans Jatim di wilayah Gerbangkertasusila Plus,” tegas Khofifah.

Selanjutnya, imbuh Khofifah, pihaknya juga akan mengembangkan Bus Trans Jatim untuk wilayah Madiun Raya, Kediri Raya, Malang Raya, dan Jember Raya.

Menguatkan apa yang disampaikan Khofifah, Emil menegaskan bahwa Jatim saat ini ada di posisi sebagai provinsi penggerak ekonomi nasional dan penyumbang 22 persen lebih untuk industri manufaktur. Selain itu Jatim saat ini adalah lumbung pangan nasional.

“Sebagai provinsi pusat industri dan pusat pangan, maka konektivitas Jatim dengan pulau-pulau yang ada di luar Jawa maupun di internal Jatim harus dilakukan. Karena Jatim sangat berpotensi menjadi pusat logistik,” tegas Emil.

Dengan posisi Jatim sebagai provinsi penyumbang ekonomi terbesar kedua di Indonesia, pusat industri, dan perdagangan nasional, maka pihaknya berkomitmen untuk mendukung pengembangan Ibu Kota Nusantara (IKN). “Jatim senantiasa siap untuk wujudkan Jatim sebagai gerbang baru nusantara,” kata Emil.

Tak hanya itu, Khofifah juga menegaskan bahwa dalam lima tahun kepemimpinannya di periode pertama Pemprov Jatim telah tegas dalam meningkatkan Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) sebagai wujud pembangunan berkelanjutan yang ramah lingkungan.

Bahkan Khofifah tak ragu untuk melakukan penindakan pada perusahaan yang melanggar aturan dan terbukti mencemari lingkungan. “Dalam lima tahun kepemimpinan kami, ada 300 perusahaan yang ada dalam pengawasan tidak langsung, ada 89  dalam pengawasan langsung,” tegasnya.

Diantara 89 perusahaan yang ada dalam pengawasan langsung Pemprov Jatim, sebanyak 10 di antara perusahaan tersebut telah kena sanksi pidana dan 12 perusahaan yang kena sanksi perdata. “Dan lebih dari 60 yang dapat sanksi administratif. Artinya pengawasan tegas kami lakukan. Tentu pengawasan masyarakat dan sinergisitas dengan aparat penegak hukum (APH) sangat penting,” ujarnya.

Edukasi menjaga lingkungan juga harus dilakukan agar penjagaan lingkungan bisa dilakukan secara bersama-sama. “Sejatinya IKLH Jatim dari IKU terus mengalami peningkatan. Maka peran serta dari seluruh elemen strategis ini penting karena ini problem yang bisa kita tuntaskan bersama. Semoga ke depan kita bisa terus tingkatkan IKLH Jawa Timur,” ujar Khofifah.

Pun dalam komitmennya menyelesaikan masalah persampahan. Khofifah berkomitmen untuk membangun pengelolaan sampah di Jatim yang terintegrasi demi mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.  Meski pengelolaan sampah adalah fokus kewenangan pemerintah kabupaten/kota, pemprov dalam kepemimpinan Khofifah-Emil di periode pertama telah menggandeng kerja sama berbagai pihak strategis untuk menggerakkan pemilahan sampah sejak dari rumah.

Calon wakil gubernur (cawagub) Jatim nomor urut 2 Emil Elestianto Dardak juga menyampaikan tegas bahwa Pemprov Jatim pada  kepemimpinan Khofifah-Emil periode pertama telah meninggalkan banyak legacy dalam hal infrastruktur. Salah satunya komitmennya memperluas jaringan transportasi kereta api di Jatim, termasuk Pulau Madura. Dia menyebut langkah awal berupa studi kelayakan telah dirintis bersama Kementerian Perhubungan.

“Kami sudah bekerja sama dengan Kementerian Perhubungan merintis studi kelayakan. Bahkan, kami sudah bersurat kepada kementerian bahwa prioritas kami berikutnya adalah kereta di Madura,” ujar Emil.

Emil mengungkapkan keberhasilan memperbaiki jalur kereta api di wilayah lain, seperti penambahan trek di Surabaya. Dia menjelaskan proyek ini melibatkan dana besar dan dukungan langsung dari pemerintah pusat.

Tak hanya itu Emil menegaskan bahwa salah satu capaian pembangunan infrastruktur di Jatim adalah segera tersambungnya jalan tol Probolinggo - Banyuwangi. “Kami mengawali informasi dengan koreksi bahwa tol yang akan dibangun di Probolinggo-Banyuwangi sementara akan diselesaikan sampai Besuki, bukan sampai Banyuwangi,” tegas Emil.

Pendapat Pengamat

Paslon Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak tampil gemilang pada debat pemungkas Pilgub Jatim 2024. Khofifah-Emil dinilai memiliki kompetensi mumpuni dan pengalaman yang sudah terbukti.

Pengamat Politik Citra Institute Yusak Farhan mengatakan, rekam jejak kinerja Khofifah-Emil pada periode pertama berhasil menghadirkan dampak positif elektoral besar. Keduanya makin jadi pilihan lantaran kinerjanya sudah banyak dirasakan.

Pasangan Khofifah-Emil paling lengkap karena sudah berpengalaman sebagai incumbent. Jadi dibanding dua paslon lainnya,” kata Yusak.

Menurut dia, pasangan petahana ini begitu menguasai setiap materi maupun persoalan yang menjadi tema utama dalam debat. Hal demikian tentunya begitu berhasil memantik dukungan dari banyak kalangan. “Saya kira kalau bicara infrastruktur dan interkonektivitas di Jawa Timur bukan hanya berbasis teori tapi sudah pengalaman,” pungkasnya. (sgt)

Editor : Sigit Hariyadi
Sumber : Jawa Pos Radar Banyuwangi
pilkada jawa timur pilgub jatim