Pemkab Banyuwangi Sabet WBK dari Kemenpan-RB

Ali Sodiqin • Dipublikasikan Kamis, 23 Desember 2021 | 22:30 WIB
pemkab-banyuwangi-sabet-wbk-dari-kemenpan-rb
pemkab-banyuwangi-sabet-wbk-dari-kemenpan-rb


BANYUWANGI – Menjelang tutup tahun, Pemkab Banyuwangi kembali menyabet penghargaan tingkat nasional. Kali ini, Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Sempu meraih penghargaan Zona Integritas dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) sebagai unit kerja pelayanan berpredikat menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK).



Penghargaan tersebut diserahkan secara virtual oleh Menpan-RB Tjahjo Kumolo kepada Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Mujiono, Senin (20/12). Prosesi juga dihadiri Ketua Mahkamah Agung Muhammad Syarifuddin, Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Muhammad Yusuf Ateh, serta sejumlah Menteri Kabinet Indonesia Maju. Bukan itu saja, Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, Jaksa Agung RI, pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), serta para gubernur, bupati, dan wali kota se-Indonesia juga hadir secara virtual.



Bahkan, Wakil Presiden (Wapres) KH Ma’ruf Amin turut hadir dan memberikan arahan secara virtual. Wapres berpesan agar komitmen pemberantasan korupsi tidak boleh berhenti pada hal-hal bersifat seremonial ataupun administratif. ”Segala upaya nyata harus terus diselenggarakan oleh unit-unit kerja di bawah kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah. Sehingga masyarakat dapat menikmati beragam pelayanan publik yang lebih cepat, mudah, murah, dan inklusif,” ujarnya.



Wapres juga mengajak birokrat konsisten mengukuhkan integritas individu maupun kelembagaan. Menurutnya, hadirnya aparatur negara yang berintegritas akan mendukung kelanggengan ekosistem antikorupsi dalam organisasi. 



Sementara itu, prestasi kali ini merupakan kali kedua yang diraih Banyuwangi secara berturut-turut. Tahun lalu, kabupaten the Sunrise of Java ini juga meraih penghargaan Zona Integritas WBK. ”Alhamdulillah, kita kembali meraih penghargaan Zona Integritas WBK. Kami bersyukur pemerintah pusat terus mengapresiasi kinerja Banyuwangi, khususnya upaya kita dalam membangun zona integritas,” kata Mujiono.



Mujiono menjelaskan, diraihnya penghargaan ini lantaran Puskesmas Sempu dinilai telah memenuhi enam area perubahan yang telah ditetapkan pusat. Meliputi manajemen perubahan, penataan tata laksana, penataan sistem manajemen SDM, penguatan pengawasan, penguatan akuntabilitas kinerja, dan penguatan kualitas pelayanan publik.



Misalnya, untuk penguatan kualitas pelayanan publik Puskesmas Sempu menggeber berbagai inovasi untuk menyajikan pelayanan yang bersih, cepat, dan mudah kepada masyarakat. Di antaranya, inovasi Stop Angka Kematian Ibu dan Anak (Sakina). Program ini memberdayakan para penjual sayur keliling sebagai tenaga pemburu ibu hamil berisiko tinggi. Tugasnya mencari, menemukan, dan melaporkan ibu hamil baru dengan risiko tinggi (bumil risti) di wilayah mereka berjualan.



Untuk menjalankan tugas tersebut, setiap pemburu bumil risti dibekali fasilitas dari puskesmas berupa keranjang dagangan, sepatu bot, rompi, pulsa, dan smartphone untuk mengirim informasi saat menemukan ibu hamil berisiko. ”Inovasi ini mengoptimalkan pencarian bumil risti hingga ke pelosok kampung. Sehingga memudahkan puskesmas dalam melakukan pengawasan. Terbukti, angka kematian ibu dan anak di wilayah Puskesmas Sempu yang dulunya cukup tinggi, kini nihil,” kata Mujiono.



Puskesmas Sempu juga memiliki layanan jemput bola bagi warga sakit. Inovasi yang telah berjalan sejak 2017 itu diberi nama Calon Harapan Insan Penghuni Surga (CHIPS) yang diperuntukkan bagi warga kurang mampu.



Dalam pelaksanaannya, Puskesmas Sempu mengidentifikasi dan menempelkan stiker khusus bertulisan nomor HP driver CHIPS warga miskin di wilayah kerjanya. Jika ada warga miskin sakit, para tetangga sekitar bisa melaporkan melalui nomor yang tertera di sana.



Selanjutnya, tim yang terdiri dokter dan driver akan segera meluncur ke lokasi menggunakan armada motor yang telah dimodifikasi selayaknya motor patroli polisi. Tentunya dilengkapi dengan berbagai peralatan dan obat-obatan. ”Tim ini memeriksa pasien, memberikan obat gratis, dan pemantauan jika memang dibutuhkan. Bahkan, jika memang perlu perawatan lebih, ambulans akan didatangkan untuk membawa pasien ke puskesmas maupun RS,” kata Mujiono.



Program ini memiliki prosedur operasional standar (standard operating procedure/SOP) pelayanan. Jika petugas datang melebihi waktu dua jam setelah laporan masuk, pasien tidak hanya mendapatkan pengobatan, tapi juga paket sembako. ”Inovasi-inovasi ini diapresiasi oleh pusat dan dinilai sebagai upaya perbaikan pelayan publik yang memberikan banyak aspek kemanfaatan kepada masyarakat. Selain memudahkan warga, semua layanan diberikan secara gratis tanpa pungutan apa pun,” beber Mujiono.



Sementara sebelumnya, Kepala UPTD Puskesmas Sempu Hadi Kusairi diganjar penghargaan oleh Pemkab Banyuwangi. Dia dinobatkan sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) Banyuwangi Berprestasi Tahun 2021 bersama Kepala SMPN 3 Banyuwangi Holilik dan Kepala SDN 1 Lateng Lina Kamalin. Penyerahan penghargaan dilakukan Bupati Ipuk Fiestiandani didampingi Wakil Bupati (Wabup) Sugirah dan Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Mujiono dalam rangkaian upacara peringatan Hari Jadi Banyuwangi (Harjaba) Ke-250 di Pendapa Sabha Swgata Blambangan, Sabtu (18/12).



Sejumlah elemen dilibatkan menjadi juri lomba ASN berprestasi tersebut. Selain dari unsur pemkab, dewan juri juga terdiri dari unsur media, yakni dari Jawa Pos Radar Banyuwangi (JP-RaBa), serta kalangan akademisi asal Universitas Airlangga Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) Banyuwangi, Politeknik Negeri Banyuwangi (Poliwangi), dan Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Banyuwangi. 


Editor : Ali Sodiqin
pemkab banyuwangi KemenPAN-RB