XForce HEV vs HR-V Hybrid, Adu SUV Rp400 Jutaan yang Sama-Sama Irit

Ali Sodiqin • Dipublikasikan Kamis, 8 Oktober 2026 | 16:08 WIB
Mitsubishi XForce HEV vs Honda HR-V Hybrid, Harga Mirip, Tapi Mana Lebih Irit BBM dan Nyaman di Jalan? (GEMINI AI - Radar Solo)
Mitsubishi XForce HEV vs Honda HR-V Hybrid, Harga Mirip, Tapi Mana Lebih Irit BBM dan Nyaman di Jalan? (GEMINI AI - Radar Solo)

RADAR BANYUWANGI – Mitsubishi XForce HEV dan Honda HR-V Hybrid menjadi dua pilihan menarik di pasar SUV hybrid Indonesia 2026. Berada di rentang harga yang berdekatan, keduanya sama-sama menawarkan efisiensi mesin bensin dan motor listrik tanpa mengharuskan pemilik mengisi daya baterai melalui charger eksternal. Namun, karakter keduanya berbeda: XForce HEV lebih menonjolkan kenyamanan dan fleksibilitas mode berkendara, sedangkan HR-V Hybrid mengandalkan sistem e yang lebih berorientasi pada penggerak motor listrik.

Perbandingan Mitsubishi XForce HEV vs Honda HR-V Hybrid menjadi menarik bagi konsumen yang tengah mencari SUV elektrifikasi dengan harga sekitar Rp450 jutaan.

Bukan hanya soal harga, keputusan membeli juga perlu mempertimbangkan performa, konsumsi BBM, kenyamanan, dimensi, fitur keselamatan, teknologi hybrid hingga biaya kepemilikan dalam jangka panjang.

Keduanya juga menawarkan konsep yang relatif praktis bagi pengguna mobil konvensional. Baterai hybrid mendapatkan energi dari sistem kendaraan, termasuk melalui regenerative braking, sehingga pemilik tidak perlu mencari charging station seperti pengguna mobil listrik murni.

Lantas, apa saja perbedaan Mitsubishi XForce HEV dan Honda HR-V Hybrid?

Harga XForce HEV vs HR-V Hybrid

Dari sisi harga, persaingan kedua SUV hybrid ini terbilang rapat.

Mitsubishi New XForce HEV ketika diperkenalkan pada Juli 2026 dibanderol Rp445 juta on the road (OTR) Jabodetabek.

Namun, harga terbaru yang tercantum di situs Mitsubishi menunjukkan New XForce HEV mulai Rp460 juta OTR Jakarta.

Harga tersebut dapat berubah mengikuti kebijakan perusahaan, program penjualan maupun periode promo tertentu. Karena itu, calon konsumen tetap perlu melakukan konfirmasi kepada dealer resmi sebelum membeli.

Sementara itu, Honda HR-V Hybrid atau HR-V e tercantum dengan harga Rp450 juta OTR Jakarta.

Honda juga menawarkan HR-V e Modulo dengan harga Rp461,7 juta dan HR-V RS e seharga Rp489 juta.

Dengan rentang tersebut, harga XForce HEV dan HR-V Hybrid berada pada area yang relatif berdekatan. Perbedaan harga akhirnya perlu dilihat bersama kelengkapan fitur, varian dan kebutuhan penggunaan.

Performa XForce HEV vs HR-V Hybrid

Perbedaan karakter mulai terasa ketika melihat sektor performa.

Mitsubishi XForce HEV menggunakan mesin 1.6 liter DOHC MIVEC yang dipadukan dengan motor listrik.

Motor listriknya menghasilkan tenaga sekitar 116 PS dengan torsi maksimum 255 Nm. Sementara mesin bensinnya menghasilkan tenaga 107 PS dan torsi 134 Nm.

Kehadiran motor listrik membuat respons awal XForce HEV memiliki karakter berbeda dibandingkan XForce bermesin bensin.

Motor listrik dapat memberikan dorongan sejak kendaraan mulai bergerak. Hasilnya, akselerasi awal terasa lebih responsif ketika digunakan di kecepatan rendah.

Saat kebutuhan tenaga meningkat, sistem hybrid akan mengatur kerja mesin bensin dan motor listrik secara otomatis.

Pengemudi tidak perlu menentukan kapan mesin bensin harus bekerja atau kapan motor listrik mengambil alih.

Di sisi lain, Honda HR-V e mengandalkan mesin 1.5 liter Atkinson yang menghasilkan 106 PS dan torsi 127 Nm.

Motor listriknya menghasilkan tenaga 131 PS dengan torsi maksimum 253 Nm.

Sistem e:HEV Honda menggunakan pendekatan electric-first, sehingga motor listrik memiliki peran besar dalam menggerakkan kendaraan pada berbagai kondisi.

Jika hanya melihat torsi motor listrik, perbedaannya sangat tipis. XForce HEV mencatat 255 Nm, sedangkan HR-V e mencapai 253 Nm.

Namun, performa mobil tidak bisa ditentukan hanya dari angka tenaga dan torsi. Bobot kendaraan, karakter pedal akselerator, sistem transmisi, pengaturan motor listrik serta karakter suspensi turut memengaruhi sensasi berkendara.

XForce HEV Punya Tujuh Mode Berkendara

Salah satu pembeda XForce HEV terdapat pada pilihan mode berkendara.

Mitsubishi menyediakan tujuh mode, yakni Normal, Wet, Gravel, Mud, Tarmac, EV Priority dan Charge.

Pilihan tersebut memberikan fleksibilitas bagi pengemudi untuk menyesuaikan karakter kendaraan dengan kondisi perjalanan.

Honda HR-V e memiliki tiga mode berkendara, yaitu Sport, Normal dan ECON.

Sistem hybrid Honda juga mengenal EV Drive, Hybrid Drive dan Engine Drive. Perpindahan di antara mode penggerak tersebut dilakukan secara otomatis sesuai kondisi berkendara.

Dengan pendekatan tersebut, Mitsubishi memberikan lebih banyak pilihan kepada pengemudi, sedangkan Honda lebih menekankan pengaturan sistem hybrid secara otomatis.

Adu Irit BBM

Bagi konsumen SUV hybrid, efisiensi bahan bakar menjadi salah satu pertimbangan utama.

Honda HR-V e diklaim mampu mencapai konsumsi sekitar 25,5 kilometer per liter dalam pengujian internal untuk penggunaan dalam kota.

Data yang dikutip dari pengujian Kementerian Perhubungan juga mencatat efisiensi 25,51 kilometer per liter.

Namun, angka tersebut merupakan hasil pengujian dan tidak bisa dijadikan jaminan konsumsi BBM setiap pemilik.

Kondisi lalu lintas, kecepatan, muatan kendaraan, tekanan ban, penggunaan AC, kontur jalan dan gaya mengemudi dapat membuat konsumsi aktual berbeda.

Mitsubishi XForce HEV juga mengedepankan efisiensi bahan bakar.

Mitsubishi menyebut XForce HEV mampu menempuh lebih dari 1.000 kilometer dalam satu kali pengisian bahan bakar dengan kapasitas tangki 42 liter dalam kondisi pengujian tertentu.

Dalam pengujian media, XForce HEV pernah mencatat konsumsi 19,7 kilometer per liter untuk perjalanan Jakarta-Karawang.

Sementara pengujian perjalanan jarak jauh bersama Rifat Sungkar menghasilkan angka mendekati 28 kilometer per liter pada kondisi dan rute tertentu.

Karena menggunakan metode, rute dan kondisi berbeda, angka konsumsi BBM tersebut tidak tepat jika dibandingkan secara mutlak.

Perjalanan di tengah kemacetan perkotaan tentu menghasilkan konsumsi berbeda dibandingkan perjalanan konstan di jalan tol.

Begitu pula ketika kendaraan membawa lima penumpang, menggunakan AC secara intensif atau melewati jalan menanjak.

Sama-Sama Tak Perlu Charger Eksternal

Salah satu daya tarik utama XForce HEV dan HR-V Hybrid adalah kemudahan penggunaan.

Pemilik tidak perlu menyediakan charger eksternal untuk mengisi baterai hybrid.

Pada Honda HR-V e, baterai memperoleh energi dari mesin dan regenerative braking ketika kendaraan digunakan.

Konsep serupa diterapkan pada Mitsubishi XForce HEV. Pemilik cukup mengisi bahan bakar seperti mobil konvensional, sedangkan sistem hybrid mengatur distribusi tenaga antara mesin bensin dan motor listrik.

Bagi konsumen yang ingin merasakan efisiensi teknologi elektrifikasi tetapi belum ingin bergantung pada infrastruktur pengisian daya, konsep tersebut menjadi salah satu keunggulan praktis.

Dimensi XForce HEV dan HR-V Hybrid

Di atas kertas, XForce HEV memiliki bodi sedikit lebih besar.

Mitsubishi XForce HEV mempunyai panjang 4.390 mm, lebar 1.810 mm dan tinggi 1.650 mm.

SUV tersebut memiliki ground clearance 212 mm dan kapasitas lima penumpang.

Sementara Honda HR-V e memiliki panjang 4.385 mm, lebar 1.790 mm dan tinggi 1.590 mm.

HR-V e mempunyai jarak sumbu roda 2.610 mm, ground clearance 212 mm dan kapasitas lima penumpang.

Artinya, XForce HEV lebih panjang 5 mm, lebih lebar 20 mm dan lebih tinggi 60 mm dibandingkan HR-V e berdasarkan data tersebut.

Namun, keduanya memiliki ground clearance yang sama, yakni 212 mm.

Jarak terendah ke tanah tersebut cukup relevan untuk penggunaan di Indonesia, terutama ketika kendaraan melewati polisi tidur, jalan berlubang, akses perumahan atau permukaan jalan yang tidak rata.

Adu Kenyamanan

Selain konsumsi BBM, kenyamanan menjadi faktor penting karena kedua model menyasar konsumen SUV perkotaan dan keluarga.

Mitsubishi melakukan penyempurnaan suspensi XForce HEV dibandingkan XForce sebelumnya.

Dalam sejumlah pengujian media, karakter suspensi XForce HEV terasa lebih empuk ketika melewati permukaan jalan bergelombang.

Kenyamanan penumpang belakang juga menjadi salah satu perhatian. Karakter tersebut membuat XForce HEV menarik bagi konsumen yang menggunakan mobil untuk aktivitas keluarga sehari-hari.

Honda HR-V e memiliki karakter berkendara yang lebih responsif.

Suspensi depan menggunakan MacPherson Strut, sedangkan bagian belakang memakai H-Shape Torsion Beam.

Honda menyebut kombinasi tersebut dirancang untuk menjaga kestabilan sekaligus memberikan karakter handling yang sesuai untuk berbagai kondisi jalan.

Namun, kenyamanan tidak bisa disimpulkan hanya berdasarkan jenis suspensi.

Sensasi yang dirasakan pengemudi dan penumpang tetap dipengaruhi kondisi jalan, tekanan ban, kecepatan serta preferensi masing-masing pengguna.

Fitur Kabin dan Teknologi

XForce HEV membawa sejumlah fitur yang mendukung penggunaan sehari-hari.

Beberapa di antaranya adalah peningkatan peredaman kabin, pengaturan bangku belakang, dual auto air conditioner dengan NanoeX, power driver seat, power tailgate dan ambient lighting.

Pada paket tertentu, Mitsubishi juga menawarkan Dynamic Sound Yamaha Premium.

Honda HR-V e turut dibekali sejumlah teknologi modern, termasuk wireless charging dan Honda CONNECT.

Untuk keselamatan, Honda menyediakan Honda SENSING pada HR-V.

Pada varian RS e, Honda mencantumkan enam airbag. Namun, kelengkapan fitur dapat berbeda berdasarkan varian.

Mitsubishi juga menghadirkan teknologi keselamatan dan fitur bantuan berkendara pada New XForce HEV.

Karena spesifikasi dapat berbeda berdasarkan varian dan paket, konsumen sebaiknya mengecek daftar fitur kendaraan yang akan dibeli secara langsung kepada dealer.

Garansi Baterai dan Biaya Perawatan

Harga pembelian bukan satu-satunya biaya yang perlu diperhitungkan.

Pada mobil hybrid, konsumen juga perlu memperhatikan komponen seperti baterai tegangan tinggi, motor listrik serta perangkat elektronik pendukung.

Honda memberikan garansi baterai tegangan tinggi selama delapan tahun atau 160.000 kilometer, mana yang tercapai lebih dahulu, dengan syarat dan ketentuan yang berlaku.

Untuk Mitsubishi XForce HEV, calon pembeli sebaiknya menanyakan secara langsung cakupan garansi komponen hybrid, interval servis serta ketentuan yang berlaku pada dealer resmi.

Hal serupa perlu dilakukan untuk kedua kendaraan terkait biaya servis berkala, harga suku cadang dan ketersediaan layanan.

Jaringan bengkel resmi juga menjadi pertimbangan penting karena SUV hybrid akan digunakan dalam jangka panjang.

Kelebihan Mitsubishi XForce HEV

XForce HEV menawarkan karakter SUV perkotaan dengan bodi sedikit lebih besar, ground clearance 212 mm, tujuh mode berkendara dan motor listrik dengan torsi 255 Nm.

Pilihan mode Normal, Wet, Gravel, Mud, Tarmac, EV Priority dan Charge menjadi pembeda yang cukup jelas.

Kapasitas tangki 42 liter serta klaim jarak tempuh lebih dari 1.000 kilometer dalam kondisi pengujian tertentu juga dapat menjadi pertimbangan bagi konsumen yang sering bepergian.

Di sisi lain, harga terbaru yang berada di kisaran Rp460 jutaan membuat konsumen perlu membandingkan kelengkapan fitur setiap varian.

Teknologi hybrid juga membuat konstruksi kendaraan lebih kompleks dibandingkan mobil yang hanya menggunakan mesin bensin.

Kelebihan Honda HR-V Hybrid

Honda HR-V e menawarkan sistem hybrid dengan pendekatan electric-first.

Motor listriknya menghasilkan tenaga 131 PS dan torsi 253 Nm.

Efisiensi BBM, respons motor listrik, Honda SENSING serta pilihan varian menjadi beberapa daya tarik utama HR-V e.

Namun, harga HR-V RS e yang mendekati Rp500 juta membuat konsumen perlu mempertimbangkan kembali varian yang sesuai dengan anggaran.

Biaya servis, suku cadang dan garansi komponen hybrid juga sebaiknya masuk dalam perhitungan sebelum membeli.

Jadi Pilih XForce HEV atau HR-V Hybrid?

Mitsubishi XForce HEV dan Honda HR-V Hybrid sama-sama menawarkan SUV hybrid tanpa kebutuhan charging eksternal, tetapi keduanya membawa karakter berbeda.

XForce HEV lebih menonjolkan karakter SUV perkotaan dengan dimensi lebih besar, ground clearance 212 mm, kenyamanan suspensi dan tujuh pilihan mode berkendara.

Sementara HR-V Hybrid mengedepankan sistem e dengan pendekatan electric-first, motor listrik 131 PS dan klaim efisiensi BBM yang tinggi.

Untuk urusan konsumsi BBM, angka hasil pengujian tidak seharusnya dijadikan patokan mutlak. Konsumsi nyata akan dipengaruhi rute, kondisi lalu lintas, kecepatan, muatan, penggunaan AC dan gaya mengemudi.

Begitu pula dengan performa dan kenyamanan. Spesifikasi di atas kertas belum tentu sepenuhnya menggambarkan pengalaman ketika kendaraan digunakan sehari-hari.

Karena itu, calon pembeli sebaiknya membandingkan harga, konsumsi BBM, performa, kenyamanan, fitur keselamatan, biaya servis, garansi baterai dan jaringan purnajual sebelum menentukan pilihan.

Test drive juga menjadi langkah penting. Dari sana, calon konsumen bisa merasakan langsung respons motor listrik, posisi duduk, karakter suspensi, visibilitas, ruang penumpang belakang dan kemudahan parkir.

Pada akhirnya, XForce HEV maupun HR-V Hybrid sama-sama menawarkan jalan tengah bagi konsumen yang menginginkan teknologi elektrifikasi tanpa harus bergantung pada charger eksternal.

Pilihan paling sesuai akan kembali pada kebutuhan: apakah konsumen lebih membutuhkan karakter SUV yang fleksibel dan nyaman atau sistem hybrid yang lebih mengedepankan peran motor listrik.

Harga yang disebutkan merupakan harga OTR Jakarta berdasarkan informasi yang tersedia dan dapat berubah sewaktu-waktu. Spesifikasi, fitur, promo, garansi dan harga setiap varian juga dapat berubah.

Sebelum melakukan transaksi, konsumen disarankan memeriksa kembali informasi terbaru melalui dealer resmi Mitsubishi dan Honda. (*)

Editor : Ali Sodiqin
Sumber : Radar Solo
XForce HEV HR-V Hybrid SUV hybrid harga XForce Irit BBM