Ringan dan Irit, 7 Motor Bebek Ini Layak Jadi Teman Touring

Ali Sodiqin • Dipublikasikan Minggu, 6 September 2026 | 08:00 WIB
Suzuki Smash 115 model 2026 resmi dirilis. Motor bebek legendaris ini hadir lebih modern dengan LED, injeksi irit BBM, dan harga terjangkau.
Tak harus motor besar, 7 motor bebek ini masih menarik untuk touring karena ringan, irit, mudah bermanuver, dan cocok untuk perjalanan antarkota..

RADAR BANYUWANGI - Motor bebek masih punya tempat untuk perjalanan jauh. Di tengah tren motor matic dan motor sport berkapasitas besar, kendaraan jenis ini menawarkan kombinasi yang justru dicari sebagian pengendara: bobot relatif ringan, konsumsi bahan bakar efisien, serta karakter yang mudah diajak bermanuver.

Karakter tersebut membuat motor bebek tetap menarik dijadikan teman touring lintas kota. Terlebih untuk pengendara yang lebih menikmati perjalanan ketimbang mengejar kecepatan.

Transmisi manual atau semiotomatis juga memberikan keuntungan tersendiri. Pengendara dapat menyesuaikan posisi gigi dengan kondisi jalan.

Ketika bertemu tanjakan, misalnya, gigi rendah dapat dipilih agar mesin tetap berada pada putaran yang sesuai. Sementara saat memasuki ruas berkelok, dimensi yang kompak membuat motor relatif mudah diarahkan.

Menariknya, touring tidak selalu membutuhkan motor bebek 150 cc. Motor 110–125 cc pun masih mampu diajak menempuh perjalanan jauh, selama kondisi kendaraan prima, kecepatan disesuaikan dengan kemampuan motor, dan barang bawaan tidak berlebihan.

Lantas, motor bebek apa saja yang menarik dipertimbangkan?

1. Honda Supra X 125 FI

Honda Supra X 125 FI bisa menjadi pilihan bagi pengendara yang mengutamakan kombinasi kenyamanan dan efisiensi.

Mesin 125 cc dengan sistem injeksi PGM-FI memiliki karakter tenaga yang cukup untuk perjalanan harian maupun antarkota. Motor ini memang bukan tipe yang mengejar akselerasi brutal.

Justru karakter tersebut bisa menjadi kelebihan ketika motor digunakan dalam perjalanan panjang. Pengendara membutuhkan kendaraan yang mudah dikendalikan dan tidak membuat tubuh cepat lelah.

Kemudahan perawatan juga menjadi nilai tambah. Ketersediaan suku cadang dan jaringan bengkel yang luas membuat Supra X 125 FI relatif praktis ketika diajak melintasi berbagai daerah.

2. Yamaha Jupiter Z1

Bagi yang menyukai motor bebek dengan karakter lincah, Yamaha Jupiter Z1 layak masuk daftar.

Mesin 115 cc dipadukan dengan dimensi yang relatif ringkas. Bobot dan bodinya yang kompak memberikan keuntungan ketika motor harus melewati jalan sempit maupun tikungan beruntun.

Karakter tersebut semakin terasa ketika rute touring melewati kawasan pegunungan.

Pengendara dapat lebih leluasa mengarahkan motor saat menghadapi tikungan tajam. Kapasitas mesin memang tidak sebesar motor bebek 150 cc, tetapi untuk touring santai di jalur antarkota, Jupiter Z1 masih cukup masuk akal.

Terlebih jika rute yang dipilih tidak didominasi tanjakan ekstrem.

3. Honda Supra GTR 150

Jika tenaga 125 cc dirasa belum cukup, Honda Supra GTR 150 menawarkan karakter yang berbeda.

Mesin 150 cc memberikan cadangan tenaga lebih besar ketika menghadapi tanjakan atau saat motor membawa perlengkapan touring.

Karakter underbone yang sporty juga membuat pengalaman berkendara terasa lebih agresif.

Namun, tenaga besar bukan berarti harus selalu digunakan untuk memacu motor. Justru cadangan tenaga tersebut bisa dimanfaatkan agar mesin tidak bekerja terlalu keras ketika menghadapi tanjakan panjang.

Konsekuensinya, konsumsi bahan bakar berpotensi lebih tinggi dibandingkan motor berkapasitas lebih kecil, terutama jika pengendara sering membuka gas secara agresif.

4. Yamaha MX King 150

Yamaha MX King 150 cocok bagi pengendara yang ingin touring sekaligus mendapatkan sensasi berkendara lebih sporty.

Mesin 150 cc menghasilkan tenaga yang lebih berisi dibandingkan motor bebek 110–125 cc. Karakter tersebut terasa membantu ketika motor keluar dari tikungan atau harus menghadapi tanjakan.

Meski begitu, dimensinya tetap relatif ramping.

Hal tersebut membuat MX King 150 masih mudah diajak bermanuver dibandingkan kendaraan dengan dimensi lebih besar.

Untuk urusan konsumsi bahan bakar, gaya berkendara menjadi faktor penting. Berkendara agresif tentu menghasilkan konsumsi yang berbeda dibandingkan menjaga kecepatan secara konstan dan santai.

5. Honda Revo

Jika touring dimaknai sebagai perjalanan menikmati jalan tanpa ingin mengeluarkan biaya terlalu besar, Honda Revo bisa menjadi pilihan.

Mesinnya yang berkapasitas kecil membuat karakter motor lebih cocok untuk perjalanan santai.

Keunggulannya bukan pada kecepatan, melainkan kombinasi bobot ringan, konsumsi bahan bakar dan perawatan yang relatif sederhana.

Namun, pengendara tetap harus menjaga ritme. Jangan memaksakan motor dengan membawa beban terlalu berat atau mempertahankan kecepatan tinggi dalam waktu lama.

Untuk perjalanan antarkota dengan kondisi jalan normal, Revo masih bisa menjadi teman perjalanan yang menarik.

6. Suzuki Smash FI

Suzuki Smash FI menawarkan alternatif bagi penyuka motor bebek sederhana.

Kapasitas mesinnya memang tidak sebesar Supra GTR 150 atau MX King 150. Namun, hal tersebut justru menjadi daya tarik bagi pengendara yang mengutamakan efisiensi.

Dimensi yang kompak juga membuat Smash FI relatif mudah dikendalikan.

Ketika berhadapan dengan tanjakan, pengendara harus pintar memilih posisi gigi. Jangan menunggu mesin kehilangan tenaga baru menurunkan gigi.

Untuk touring jarak jauh, kondisi mesin menjadi perhatian utama. Sebelum berangkat, pastikan motor dalam kondisi sehat dan siap menempuh perjalanan panjang.

7. Yamaha Jupiter Z

Yamaha Jupiter Z generasi sebelumnya masih memiliki tempat di hati pencinta motor bebek, terutama bagi mereka yang mencari unit bekas.

Karakter ringan dan responsif membuatnya cukup menyenangkan ketika melibas jalan berliku.

Namun, ada satu hal yang membedakannya dari motor baru: kondisi unit menjadi faktor penentu.

Calon pengguna harus lebih teliti sebelum membawa Jupiter Z bekas untuk touring. Mesin, transmisi, rantai, rem, suspensi, ban dan sistem kelistrikan perlu diperiksa.

Jangan sampai motor terlihat sehat dari luar, tetapi menyimpan persoalan yang baru muncul setelah menempuh puluhan hingga ratusan kilometer.

Pilih Motor Sesuai Karakter Perjalanan

Tidak ada satu motor bebek yang otomatis paling cocok untuk semua kebutuhan touring.

Pengendara yang mengejar kenyamanan dan efisiensi dapat mempertimbangkan Honda Supra X 125 FI. Sementara Yamaha Jupiter Z1 lebih menarik bagi mereka yang menyukai motor ringan dan lincah.

Jika rute didominasi tanjakan atau motor harus membawa perlengkapan lebih banyak, Honda Supra GTR 150 dan Yamaha MX King 150 menawarkan cadangan tenaga yang lebih besar.

Sementara Honda Revo, Suzuki Smash FI dan Yamaha Jupiter Z lebih cocok bagi pengendara yang mengutamakan kesederhanaan, efisiensi dan biaya operasional.

Namun, kapasitas mesin bukan satu-satunya ukuran.

Motor bebek yang sehat dan terawat jauh lebih penting daripada sekadar memiliki mesin besar.

Sebelum touring, periksa oli mesin, tekanan ban, sistem pengereman, rantai, lampu, aki dan suspensi. Pastikan pula barang bawaan tidak berlebihan.

Saat bertemu tanjakan, gunakan posisi gigi yang sesuai dan jangan memaksakan mesin. Ketika menuruni jalur pegunungan, manfaatkan engine brake agar beban kerja rem tidak berlebihan.

Pada akhirnya, daya tarik motor bebek untuk touring justru terletak pada kesederhanaannya.

Ringan, relatif hemat, mudah dikendalikan dan tidak terlalu merepotkan untuk dirawat.

Di tengah dominasi motor skutik, karakter tersebut membuat motor bebek tetap memiliki alasan kuat untuk diajak menjelajah jalanan Indonesia. (*)

Editor : Ali Sodiqin
Motor touring Touring antarkota Honda Supra yamaha jupiter motor bebek