MoLiNas Meluncur di Cikarang, Prabowo: Ini Wujud Indonesia Incorporated

Ali Sodiqin • Dipublikasikan Sabtu, 15 Agustus 2026 | 01:30 WIB
Pemerintah siapkan trade-in motor bensin ke motor listrik. Motor lama berpotensi di-scrapping agar tak kembali beredar dan konsumsi BBM berkurang. (Foto: Sekretariat Presiden)
Pemerintah siapkan trade-in motor bensin ke motor listrik. Motor lama berpotensi di-scrapping agar tak kembali beredar dan konsumsi BBM berkurang. (Foto: Sekretariat Presiden)

RADAR BANYUWANGI — Indonesia mulai menggeser posisi dari sekadar pasar kendaraan listrik menjadi negara yang ingin menguasai teknologi dan industrinya sendiri. Presiden Prabowo Subianto resmi meluncurkan Motor Listrik Nasional (MoLiNas) beserta ekosistem pendukungnya di fasilitas produksi ALVA, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis (13/8/2026).

Peluncuran tersebut bukan sekadar seremoni produk baru. Pemerintah menempatkan MoLiNas sebagai bagian dari strategi memperkuat kemandirian teknologi, industri, ketahanan energi, dan nilai tambah nasional, sekaligus menghadirkan pilihan mobilitas yang lebih terjangkau bagi masyarakat.

Momentum itu menjadi penting karena pengembangan kendaraan listrik menyentuh lebih dari sekadar urusan transportasi. Di belakang satu unit motor listrik terdapat rantai industri yang mencakup teknologi, manufaktur, riset dan pengembangan, sumber daya manusia, hingga ekosistem pendukung.

Setibanya di lokasi, Prabowo terlebih dahulu meninjau proses produksi motor listrik. Presiden kemudian mengunjungi area ekspo untuk melihat berbagai stan ekosistem kendaraan listrik sekaligus menandatangani plakat produksi ALVA sebanyak 20 ribu unit.

MoLiNas dan Ambisi Berdiri di Kaki Sendiri

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus Kepala BPI Danantara Rosan Roeslani menyebut peluncuran MoLiNas sebagai langkah strategis untuk memperkuat kemandirian ekonomi Indonesia.

Menurut Rosan, pengembangan motor listrik nasional merupakan bagian dari arahan Prabowo agar Indonesia mampu berdiri di atas kekuatan sendiri dalam menjalankan kegiatan ekonomi.

“Acara pada hari ini sangat-sangat penting dan sangat-sangat strategis, karena sesuai dengan arahan Bapak Presiden bahwa kita ini harus mandiri, kita harus berdikari, berdiri di atas kaki sendiri untuk setiap kegiatan ekonomi yang ada di Indonesia,” ujar Rosan.

Yang menarik, MoLiNas dibangun melalui kolaborasi sejumlah kekuatan ekonomi nasional. Pemerintah, BUMN, pengusaha, perusahaan nasional, dan unsur lainnya dilibatkan dalam pengembangan ekosistem tersebut.

Rosan bahkan menilai berbagai unsur yang dibutuhkan untuk membangun motor listrik nasional sudah tersedia di dalam negeri.

“MoLiNas ini adalah kolaborasi dan sinergi antara pemerintah, Badan Usaha Milik Negara, dan juga pengusaha nasional, perusahaan nasional dalam rangka kita meningkatkan peran dari kemandirian kita,” kata Rosan.

Prabowo: Kunci Negara Maju Ada pada Sains dan Teknologi

Bagi Prabowo, arti penting MoLiNas terletak pada kemampuan Indonesia menggabungkan kekuatan berbagai sektor.

Dalam pengembangan produk tersebut, unsur swasta, entrepreneur, BUMN, dunia usaha, dan akademisi dipandang memiliki peran masing-masing, terutama dalam membangun kemampuan riset dan pengembangan teknologi.

“Hari ini adalah hari yang sangat penting. Di sini saya ingin ucapkan terima kasih saya, penghargaan saya kepada semua unsur. Dari perusahaan-perusahaan swasta, para entrepreneur, para wiraswasta, dari BUMN-BUMN, dari dunia akademis,” ujar Prabowo.

Menurut Presiden, para akademisi dan pakar menjadi bagian penting dari penguatan penelitian dan pengembangan atau litbang nasional.

Pandangan tersebut membawa peluncuran MoLiNas ke level yang lebih luas. Kendaraan listrik tidak hanya diposisikan sebagai produk transportasi, tetapi juga sebagai ruang untuk membangun kemampuan teknologi nasional.

Indonesia Incorporated Jadi Kunci

Prabowo menyebut kolaborasi dalam pengembangan MoLiNas sebagai contoh dari semangat Indonesia Incorporated.

Konsep tersebut menempatkan berbagai kekuatan nasional dalam satu arah yang sama untuk memperkuat daya saing Indonesia.

“Hari ini adalah menurut pendapat saya, salah satu contoh yang baik dari apa yang saya sebut Indonesia Incorporated,” kata Prabowo.

Presiden menilai keberhasilan sebuah negara pada era modern sangat bergantung pada kemampuan menguasai sains dan teknologi, kemudian menggunakannya untuk mendukung keberlangsungan kehidupan bangsa.

Dengan perspektif itu, peluncuran MoLiNas menjadi simbol bahwa Indonesia ingin mengambil peran lebih besar dalam rantai industri kendaraan listrik.

Bukan hanya menjadi konsumen atau pasar bagi teknologi dari negara lain, tetapi juga membangun kemampuan untuk mengembangkan teknologi, memproduksi kendaraan, dan menciptakan nilai tambah di dalam negeri.

Bukan Sekadar Motor Listrik

Transformasi menuju kendaraan listrik selama ini kerap dilihat dari jumlah kendaraan yang berhasil terjual. Namun, agenda MoLiNas membawa sasaran yang lebih panjang.

Pemerintah ingin membangun ekosistem industri yang mampu memberikan manfaat ekonomi lebih besar. Mulai dari produksi, pengembangan teknologi, riset, sumber daya manusia, hingga keterlibatan perusahaan nasional.

Karena itu, keberhasilan MoLiNas nantinya tidak hanya dapat diukur dari berapa banyak unit motor listrik yang berada di jalan.

Ukuran lainnya adalah seberapa besar kemampuan industri nasional tumbuh, berapa banyak teknologi yang dapat dikuasai, serta seberapa tinggi nilai tambah yang bisa dipertahankan di dalam negeri.

Peluncuran MoLiNas di Cikarang menjadi penanda awal dari ambisi tersebut.

Di tengah percepatan transformasi kendaraan listrik global, Indonesia ingin memastikan perubahan teknologi tidak hanya menciptakan pasar baru, tetapi juga melahirkan kemampuan industri dan teknologi nasional.

Jika kolaborasi pemerintah, BUMN, swasta, dunia usaha, dan akademisi dapat dipertahankan, MoLiNas berpotensi menjadi lebih dari sekadar merek atau produk kendaraan listrik.

Ia bisa menjadi salah satu simbol Indonesia yang berusaha berdiri di atas kaki sendiri dalam teknologi, energi, dan industri. (*)

Editor : Ali Sodiqin
Sumber : presidenri.go.id
MOLINAS motor listrik nasional industri nasional teknologi Indonesia prabowo subianto