RADAR BANYUWANGI – Pasar kendaraan penumpang di Banyuwangi sedang menghadapi tekanan. Penjualan secara umum terkoreksi sekitar 14 persen dibandingkan tahun sebelumnya, tetapi Mitsubishi masih memiliki dua model yang mampu menjaga daya tarik di tengah perlambatan tersebut: Xpander dan Xpander Cross.
Keduanya tetap menjadi pilihan utama konsumen Banyuwangi, terutama untuk menunjang mobilitas keluarga dan aktivitas harian.
Branch Manager PT Dipo Internasional Pahala Otomotif Banyuwangi, Dina Sri Astari, mengatakan Xpander dan Xpander Cross masih mendominasi minat konsumen pada segmen kendaraan penumpang Mitsubishi.
“Tren kendaraan penumpang yang banyak diminati konsumen hingga saat ini masih didominasi Xpander dan Xpander Cross,” ujar Dina.
Kondisi tersebut menjadi modal penting bagi Mitsubishi ketika pasar kendaraan penumpang secara keseluruhan belum sepenuhnya pulih.
Penjualan Mobil Penumpang Masih Tertekan
Dinamika pasar tidak hanya terjadi pada kendaraan penumpang.
Pada segmen kendaraan niaga, penjualan Mitsubishi juga mengalami koreksi sekitar 11 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Namun, tidak semua model mengalami penurunan dengan tekanan yang sama.
Mitsubishi L300 masih mampu mempertahankan permintaan. Penjualannya disebut relatif sama dengan capaian tahun sebelumnya.
Sementara itu, Canter juga masih mendapatkan permintaan yang konsisten, terutama dari sektor pertanian.
Kendaraan tersebut memiliki peran penting dalam mendukung aktivitas pengangkutan hasil pertanian dan distribusi barang di wilayah Banyuwangi.
Berbeda dengan Canter, pasar Fighter masih cenderung menunggu.
Konsumen fleet dan perusahaan transporter belum memasuki periode peremajaan kendaraan. Kondisi tersebut membuat sebagian calon pembeli memilih menunda keputusan hingga waktu penggantian armada tiba.
Pertanian hingga Logistik Jadi Penopang
Karakter pasar Mitsubishi di Banyuwangi tidak terlepas dari struktur ekonomi daerah.
Sektor pertanian, perdagangan, logistik, dan transporter menjadi pengguna dominan kendaraan Mitsubishi.
Untuk kendaraan niaga, kebutuhan tersebut sangat berkaitan dengan aktivitas produktif. Truk digunakan untuk mengangkut hasil pertanian, mendistribusikan barang, hingga menunjang kegiatan operasional perusahaan.
Sementara kendaraan penumpang seperti Xpander dan Xpander Cross lebih banyak menjawab kebutuhan mobilitas keluarga dan penggunaan sehari-hari.
Perbedaan karakter tersebut membuat Mitsubishi memiliki pasar yang relatif beragam.
Dina mengatakan kondisi tersebut menjadi salah satu alasan pihaknya tetap optimistis menghadapi perkembangan pasar Banyuwangi.
Satu Merek, Banyak Kebutuhan
Mitsubishi tidak hanya mengandalkan satu segmen.
Pilihan produk mulai kendaraan komersial hingga kendaraan penumpang menjadi salah satu kekuatan untuk menghadapi perubahan permintaan konsumen.
“Kami tetap optimistis karena mempunyai beberapa tipe, mulai dari yang komersial sampai passenger car. One customer multiproduct solution,” kata Dina.
Strategi tersebut memungkinkan dealer menawarkan solusi kendaraan berdasarkan kebutuhan konsumen.
Keluarga dapat memilih kendaraan penumpang, sementara pelaku usaha dapat menggunakan kendaraan niaga sesuai karakter bisnisnya.
Dengan pendekatan tersebut, hubungan antara dealer dan konsumen tidak berhenti pada satu transaksi.
Layanan Purnajual Jadi Senjata
Di tengah pasar yang lebih selektif, mempertahankan pelanggan lama menjadi sama pentingnya dengan mendapatkan konsumen baru.
Karena itu, dealer terus menjaga komunikasi dengan pelanggan existing maupun calon pelanggan.
Berbagai informasi mengenai program penjualan dan layanan purnajual rutin diberikan kepada konsumen.
Pelayanan menjadi salah satu fokus utama.
Dealer berupaya memberikan pengalaman terbaik melalui prinsip passion to care, termasuk merespons keluhan pelanggan secepat mungkin.
Strategi tersebut penting terutama bagi pengguna kendaraan niaga.
Bagi perusahaan transporter, petani, pedagang, maupun pelaku logistik, kendaraan yang terlalu lama berada di bengkel dapat langsung mengganggu aktivitas usaha.
Karena itu, kecepatan layanan bukan hanya persoalan kenyamanan, tetapi berkaitan langsung dengan produktivitas.
Kejar “Zero Down Time”
Upaya menjaga kendaraan tetap produktif diwujudkan melalui program zero down time.
Program tersebut diarahkan agar kendaraan pelanggan tidak terlalu lama berhenti akibat perawatan atau perbaikan.
Ketersediaan suku cadang dan proses pengerjaan yang cepat menjadi bagian penting dari strategi tersebut.
“Yang kami jaga adalah memberikan respons cepat atas keluhan dan memastikan kebutuhan kendaraan customer bisa segera ditangani,” pungkas Dina.
Di tengah penurunan pasar kendaraan penumpang dan niaga, Mitsubishi masih memiliki sejumlah kartu untuk mempertahankan pasar Banyuwangi.
Xpander dan Xpander Cross menjadi penopang di segmen kendaraan penumpang. L300 dan Canter tetap bergerak di kendaraan niaga, sementara pasar Fighter menunggu momentum peremajaan armada.
Dengan kombinasi produk yang beragam dan layanan purnajual yang digenjot, Mitsubishi berharap dapat mempertahankan kepercayaan konsumen sekaligus merebut kembali pertumbuhan ketika pasar mulai pulih. (*)
Editor : Ali Sodiqin