RADAR BANYUWANGI – Bayangkan sebuah motor listrik yang tidak sekadar melaju ketika gas diputar, tetapi juga bisa menjaga keseimbangan saat berhenti, membuka kunci ketika pengendara mendekat, hingga membantu mencari tempat parkir. Konsep itulah yang coba ditawarkan OMOWAY melalui OMO-X.
OMO-X hadir sebagai motor listrik pintar yang menggabungkan teknologi digital, performa, dan kenyamanan berkendara. Sejumlah fitur yang selama ini lebih identik dengan mobil modern dibawa ke kendaraan roda dua, mulai dari self-balancing, AutoHold, cruise control, hingga sistem parkir otomatis.
Di Indonesia, OMO-X dipasarkan dalam dua pilihan kapasitas baterai. Model Standard Range menggunakan baterai 5,38 kWh dengan jarak tempuh hingga 200 kilometer.
Sementara versi Long Range membawa baterai 7,68 kWh dengan jarak tempuh maksimal 260 kilometer berdasarkan pengujian pada kecepatan konstan 30 km/jam.
Dalam pengujian WMTC RS1, varian Long Range diklaim mampu menempuh jarak hingga 210 kilometer.
Dengan kombinasi teknologi tersebut, OMOWAY mencoba membawa pengalaman berkendara yang selama ini identik dengan kendaraan roda empat ke segmen motor listrik pintar.
OMO-X Punya Kokpit Digital 10,25 Inci
Salah satu bagian yang paling mencuri perhatian adalah kokpit digital.
OMO-X dibekali HALO Smart Cockpit berukuran 10,25 inci. Layar tersebut dapat menampilkan berbagai informasi kendaraan sekaligus mendukung pencerminan layar ponsel untuk kebutuhan navigasi.
Sistem tersebut berada di bawah arsitektur OMO-Robot yang menjadi salah satu fondasi teknologi OMO-X.
Pengoperasian kendaraan juga dibuat lebih digital melalui antarmuka elektronik dan joystick lima arah.
Tak berhenti pada panel instrumen, OMOWAY turut menyematkan sistem audio Bluetooth pintar yang dikembangkan bersama PSG.
Fitur digital kemudian berlanjut ke sistem akses kendaraan.
OMO-X memiliki Digital Key dan proximity unlock. Artinya, kendaraan dapat membuka akses secara otomatis ketika pengendara mendekat.
Pemilik juga bisa membagikan akses kendaraan kepada keluarga atau teman, baik untuk penggunaan sementara maupun permanen.
Melalui aplikasi, pengguna dapat memantau riwayat perjalanan, efisiensi energi, hingga statistik berkendara.
Bisa Dipantau dari Jarak Jauh
Teknologi pintar OMO-X juga dirancang agar kendaraan tetap dapat dipantau ketika pengendara tidak berada di dekatnya.
OMOWAY menyediakan Lost Mode yang memungkinkan kendaraan dilacak secara real-time melalui aplikasi ketika terjadi kondisi darurat.
Pengguna juga dapat mengatur daya pengisian baterai sesuai dengan kapasitas listrik di rumah.
Sejumlah informasi kendaraan bahkan dapat diakses melalui widget pada layar utama ponsel.
Sementara pembaruan perangkat lunak dapat dilakukan secara Over-The-Air (OTA). Dengan demikian, peningkatan sistem tidak selalu harus dilakukan secara manual di bengkel.
Suspensi Double Wishbone Dibawa ke Motor Listrik
Di balik teknologi digital, OMO-X juga menawarkan konstruksi mekanis yang cukup berbeda.
Suspensi depan menggunakan double wishbone independen, sedangkan bagian belakang mengandalkan single-sided swingarm.
Menurut OMOWAY, konstruksi suspensi depan tersebut dirancang meningkatkan kemampuan anti-dive ketika pengereman hingga 50 persen.
Perusahaan juga mengklaim struktur wishbone memiliki tingkat kekakuan hingga 500 MPa.
Dari sisi dimensi, OMO-X memiliki panjang 2.078 mm, lebar 788 mm, dan tinggi 1.137 mm. Jarak sumbu roda mencapai 1.500 mm.
Desain bodi terintegrasi tersebut diklaim memiliki koefisien hambatan udara atau drag coefficient sebesar 0,498 yang turut membantu efisiensi kendaraan.
Akselerasi 0-50 Km/Jam Hanya 3,3 Detik
Untuk urusan performa, OMO-X Smart tidak sekadar mengandalkan tampilan futuristis.
Motor listrik tersebut diklaim mampu berakselerasi dari 0 hingga 50 km/jam dalam 3,3 detik.
Kecepatan maksimalnya mencapai 113 km/jam, sedangkan torsi pada roda diklaim mencapai 320 Nm.
Sistem pengereman juga dirancang untuk mendukung performa tersebut.
OMOWAY membekali OMO-X dengan dual-channel ABS dan traction control system sebagai fitur standar.
Selain itu, tersedia Hill Descent Control (HDC) dan AutoHold untuk membantu pengendara ketika menghadapi berbagai kondisi jalan.
Baterai Bisa Diisi 80 Persen dalam 60 Menit
Jarak tempuh hingga ratusan kilometer tentu membutuhkan dukungan sistem pengisian yang memadai.
OMO-X mendukung beberapa metode pengisian daya.
Dengan OMO Charging Station, baterai diklaim dapat diisi dari 10 hingga 80 persen dalam waktu sekitar 60 menit.
Motor ini juga kompatibel dengan pengisi daya kendaraan listrik tertentu.
Sementara portable fast charger dapat mengisi baterai hingga 80 persen dalam waktu sekitar dua jam. Besaran daya pengisian juga dapat disesuaikan melalui aplikasi.
OMOWAY turut mengembangkan jaringan pengisian daya dan peta lokasi pengisian yang terintegrasi dengan jaringan toko serta pusat pengalaman mereka.
Perusahaan menyebut jaringan tersebut membuat perjalanan melintasi Pulau Jawa semakin memungkinkan.
Self-Balancing Jadi Fitur Paling Menarik
Satu teknologi yang membuat OMO-X berbeda dari banyak motor listrik lain adalah self-balancing.
OMOWAY menyebut OMO-X sebagai motor dengan sistem keseimbangan otomatis yang diproduksi secara massal.
Teknologi tersebut memanfaatkan aerospace-grade control moment gyroscopes atau CMG yang terintegrasi dengan arsitektur OMO-Robot.
Sistem keseimbangan terutama dirancang bekerja ketika motor bergerak dalam kecepatan rendah atau saat berhenti.
Dengan teknologi tersebut, pengendara diharapkan lebih terbantu ketika menghadapi kemacetan atau berhenti di lampu lalu lintas.
Fitur yang dibawa OMO-X juga semakin menyerupai teknologi pada mobil modern.
Ada Auto Side Stand, AutoHold, Cruise Control, dan Hill Descent Control.
Auto Side Stand memungkinkan standar samping dioperasikan hanya dengan satu sentuhan.
Sementara AutoHold menjaga motor tetap diam ketika rem dilepas. Motor kemudian dapat kembali bergerak setelah pengendara memutar gas.
Bisa Parkir Otomatis
Teknologi OMO-X semakin menarik ketika masuk ke urusan parkir.
Pada paket teknologi tertentu, tersedia fitur Free-Parking.
Pengguna dapat memilih lokasi parkir melalui layar kendaraan. Setelah itu, sistem membantu merencanakan jalur dan melakukan manuver menuju lokasi yang dipilih.
Ada pula Smart Summon yang memungkinkan motor dipanggil keluar dari ruang parkir hanya melalui satu sentuhan.
Untuk pemantauan, OMOWAY menyediakan Guard Mode. Motor juga dilengkapi kamera yang dapat difungsikan sebagai dashcam.
Rangkaian fitur tersebut menunjukkan bahwa OMO-X tidak hanya menawarkan elektrifikasi, tetapi mencoba mengubah cara pengendara berinteraksi dengan kendaraan.
Garansi Baterai hingga 7 Tahun
Untuk memberikan rasa aman kepada konsumen, OMOWAY menawarkan garansi kendaraan selama dua tahun tanpa batas jarak tempuh.
Sementara baterai mendapatkan garansi hingga tujuh tahun atau 140.000 kilometer.
Perusahaan juga menyediakan bantuan di jalan serta layanan diagnosis kendaraan dari jarak jauh.
Di Indonesia, OMOWAY sebelumnya membuka pemesanan OMO-X dengan harga mulai Rp44,5 juta, ditambah program subsidi eksklusif Rp9 juta.
Namun, harga tersebut merupakan informasi yang diumumkan pada periode pembukaan pemesanan dan dapat berubah mengikuti kebijakan penjualan terbaru.
Bukan Sekadar Motor Listrik
Dengan jarak tempuh hingga 260 kilometer, kokpit digital 10,25 inci, suspensi double wishbone, self-balancing, hingga kemampuan parkir otomatis, OMO-X mencoba mengambil posisi berbeda di pasar kendaraan listrik roda dua.
OMOWAY tidak hanya menjual motor yang menggunakan tenaga baterai.
Konsep yang ditawarkan adalah motor listrik pintar yang menggabungkan perangkat lunak, konektivitas, teknologi keselamatan, kenyamanan, dan performa dalam satu kendaraan.
Jika fitur-fitur tersebut bekerja sesuai klaimnya, OMO-X berpotensi menjadi salah satu contoh bagaimana teknologi kendaraan pintar mulai bergerak dari mobil menuju sepeda motor.
Pada akhirnya, tantangannya bukan hanya soal seberapa jauh motor mampu berjalan dalam sekali pengisian.
Persaingan juga akan ditentukan oleh seberapa mudah teknologi tersebut digunakan, seberapa luas ekosistem pengisian tersedia, serta apakah konsumen Indonesia bersedia membayar lebih untuk pengalaman berkendara yang semakin menyerupai mobil pintar. (*)
Editor : Ali SodiqinSumber : Pontianak Post