RADAR BANYUWANGI - Harga Suzuki Ertiga GX bekas keluaran 2017 kini mulai menyentuh Rp120 jutaan di pasar mobil bekas Jakarta. Meski usianya mendekati satu dekade, Low MPV ini masih menjadi salah satu mobil keluarga yang banyak diburu berkat konsumsi bahan bakar yang irit, mesin yang dikenal tangguh, serta biaya perawatan yang relatif terjangkau.
Di tengah kenaikan biaya operasional kendaraan, banyak konsumen kini lebih selektif memilih mobil bekas dengan nilai ekonomis tinggi. Suzuki Ertiga GX 2017 menjadi salah satu pilihan karena menawarkan keseimbangan antara harga, kenyamanan, efisiensi, dan kemudahan perawatan.
Di pasar mobil bekas kawasan Jakarta, Suzuki Ertiga GX lansiran 2017 dipasarkan pada kisaran Rp120 juta hingga Rp155 juta. Harga tersebut bergantung pada kondisi kendaraan, riwayat perawatan, pilihan transmisi, hingga kelengkapan dokumen.
Varian manual lima percepatan umumnya ditawarkan di rentang Rp120 juta hingga Rp130 juta. Sementara itu, varian otomatis dengan transmisi konvensional empat percepatan dipasarkan sekitar Rp130 juta hingga Rp155 juta.
Berdasarkan laporan Otoseken.id yang diunggah pada Rabu (5/8/2026), Suzuki Ertiga GX 2017 masih menjadi salah satu Low MPV bekas yang memiliki daya tarik tinggi di pasar otomotif nasional.
"Di antara banyaknya pilihan mobil LMPV seken di pasaran, Suzuki Ertiga GX keluaran tahun 2017 tetap menjadi salah satu model yang memiliki daya tarik tersendiri. Meski usianya sudah mendekati satu dekade, tampilan luarnya masih mampu bersaing dengan beberapa mobil keluarga yang lebih muda," tulis Otoseken.id.
Salah satu alasan Ertiga GX tetap diminati adalah reputasi mesin K14B yang telah teruji. Mobil ini menggunakan mesin 1.373 cc atau 1,4 liter empat silinder DOHC yang dipadukan teknologi Variable Valve Timing (VVT) dan Multi Point Injection (MPI).
Konfigurasi tersebut menghasilkan performa yang cukup responsif untuk penggunaan harian, baik di dalam kota maupun perjalanan luar kota, sekaligus tetap efisien dalam konsumsi bahan bakar.
Otoseken.id juga menyebut Ertiga dikenal sebagai mobil keluarga yang memiliki mesin bandel, irit bahan bakar, dan biaya perawatan relatif murah.
"Ertiga memang dikenal sebagai mobil keluarga berkapasitas maksimal 7 sampai 8 orang yang memiliki mesin bandel, irit bahan bakar dan biaya perawatan yang relatif murah. Spare part-nya pun banyak dijual di bengkel-bengkel roda 4, sehingga tidak perlu khawatir," tulis media tersebut.
Meski bukan model terbaru, Suzuki Ertiga GX 2017 masih menawarkan fitur yang memadai untuk kebutuhan keluarga.
Beberapa keunggulannya antara lain interior yang lapang, AC Double Blower yang menjaga kenyamanan seluruh penumpang, serta kabin yang mampu mengakomodasi hingga tujuh orang.
Melimpahnya ketersediaan suku cadang di berbagai daerah juga menjadi nilai tambah. Kondisi tersebut membuat biaya perawatan tetap terkendali dan memudahkan pemilik ketika melakukan servis berkala.
Pada kisaran harga Rp120 juta hingga Rp155 juta, Suzuki Ertiga GX bersaing dengan sejumlah Low MPV bekas lain seperti Toyota Avanza, Daihatsu Xenia, dan Honda Mobilio pada tahun produksi yang sekelas.
Namun, Ertiga memiliki keunggulan tersendiri bagi konsumen yang mengutamakan kenyamanan berkendara, efisiensi bahan bakar, dan biaya kepemilikan yang rendah. Stabilnya harga jual kembali juga menjadi salah satu pertimbangan bagi calon pembeli yang ingin menjaga nilai investasi kendaraan.
Calon pembeli disarankan tidak hanya terpaku pada harga jual. Pemeriksaan kondisi kendaraan tetap menjadi langkah penting agar terhindar dari biaya perbaikan yang besar setelah transaksi.
Beberapa bagian yang perlu diperiksa antara lain riwayat servis berkala, kondisi mesin, kaki-kaki, sistem pendingin udara, performa transmisi, terutama pada varian otomatis, serta memastikan dokumen kendaraan lengkap dan sesuai.
Stabilnya harga Suzuki Ertiga GX 2017 bekas memberikan manfaat bagi konsumen maupun pelaku usaha di sektor otomotif sekunder.
Bagi rumah tangga kelas menengah, efisiensi bahan bakar dan rendahnya biaya perawatan mampu menekan pengeluaran operasional kendaraan setiap bulan. Dengan demikian, sisa anggaran dapat dialokasikan untuk kebutuhan lain, seperti pendidikan, kesehatan, maupun tabungan keluarga.
Di sisi lain, tingginya permintaan terhadap Low MPV bekas yang ekonomis ikut menjaga perputaran bisnis pedagang mobil bekas. Aktivitas tersebut juga mendorong pergerakan sektor pendukung, mulai dari bengkel umum, penyedia jasa perawatan kendaraan, hingga pasar suku cadang lokal.
Editor : Lugas RumpakaadiSumber : OtoSeken