RADARBANYUWANGI.ID - Efisiensi bahan bakar minyak (BBM) pada mobil bertransmisi manual sering kali dianggap hanya bergantung pada kondisi mesin.
Padahal, faktor perilaku pengemudi, terutama dalam teknik perpindahan gigi, memegang peranan krusial terhadap seberapa irit kendaraan tersebut melaju di jalanan.
Banyak pengemudi masih memiliki kebiasaan menahan gigi rendah dalam waktu lama dengan asumsi untuk mendapatkan tenaga ekstra.
Namun, praktik ini justru menjadi bumerang karena memaksa mesin bekerja lebih keras dari porsi idealnya, yang secara otomatis meningkatkan konsumsi bahan bakar secara drastis.
Pengamat otomotif, Bang Aco, menjelaskan bahwa kunci efisiensi terletak pada menjaga putaran mesin (RPM) tetap stabil.
Untuk penggunaan harian yang normal, perpindahan gigi sebaiknya dilakukan sebelum mesin meraung di putaran tinggi.
“Untuk mobil manual, pindah gigi jangan menunggu rpm terlalu tinggi. Idealnya dilakukan saat putaran mesin sudah cukup agar tidak membebani kerja mesin,” ujar Bang Aco saat dihubungi, Rabu (1/4/2026).
Bang Aco menambahkan bahwa rentang putaran mesin yang paling efisien untuk berpindah gigi umumnya berada di angka 2.000 hingga 2.500 rpm.
Jika pengemudi membiarkan jarum RPM melonjak terlalu tinggi sebelum berpindah ke gigi yang lebih atas, suplai bensin ke ruang bakar akan meningkat pesat tanpa memberikan manfaat efisiensi yang sebanding.
Selain memperhatikan RPM, kecepatan kendaraan juga harus selaras dengan posisi gigi.
Memaksakan gigi tinggi pada kecepatan rendah atau sebaliknya akan membuat mesin bekerja di luar beban optimalnya.
Bang Aco menekankan pentingnya kehalusan dalam berkendara guna menjaga dompet tetap aman dari pengeluaran BBM yang membengkak.
“Kalau rpm dibiarkan tinggi terlalu lama, bahan bakar yang disuplai juga akan semakin besar. Ini yang akhirnya membuat konsumsi BBM tidak efisien. Semakin halus perpindahan gigi dan akselerasinya, semakin efisien juga penggunaan bahan bakarnya,” tegasnya.
Pengemudi juga diingatkan untuk menghindari akselerasi mendadak, terutama saat posisi kendaraan masih di gigi rendah.
Konsistensi dalam mengatur perpindahan gigi dan menjaga ritme berkendara yang tenang, mobil manual sejatinya dapat menawarkan efisiensi yang sangat bersaing.
Editor : Lugas Rumpakaadi