Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Cocok untuk Koleksi, Vespa Tahun 1976 Berbalut Komponen dan Sparepart Kayu Jati Asli: Pemiliknya Siap Lepas dengan Harga Segini

Ayu Lestari • Kamis, 13 Juni 2024 | 17:00 WIB

NUANSA ALAM: Motor Vespa berbalut kayu jati asli
NUANSA ALAM: Motor Vespa berbalut kayu jati asli
Radarbanyuwangi.id – Motor Vespa memiliki segmen penggemar sendiri di tanah air. Pemilik motor ini dikenal memiliki karakter yang loyal dan penyabar. Selain itu bentuk motor pabrikan asal Italia ini juga memiliki bentuk yang artistik yang begitu digandrungi masyarakat. 

Tidak terkecuali tampilan motor Vespa antik jenis Bajaj keluaran tahun 1976 ini. Motor mampu tampil memikat perhatian pengunjung di event pembukaan Bali Jagadhita.

Event tersebut digelar di The Meru Sanur, Denpasar Selatan, Senin (11/6). Bukan tanpa alasan, Vespa dipajang di ruang pameran UMKM ini. Sebab yang menari perhatian adalah komponen body dan sejumlah sparepart bagian luarnya terbuat dari kayu murni.

Kayu yang dipakai merupakan kayu jati asli. Menariknya lagi, jenis kayu yang digunakan sangat berkualitas. Disana ada ukiran khas Bali yang terpampang pada beberapa bagian body. Hal ini menambah kesan tingginya sentuhan seni pada sepeda motor tersebut. 

Kreator sepeda motor kayu ini sendiri adalah seniman kayu asal Medewi, Jembrana, Banjar Delod Setra yang bernama I Putu Edit Andi Pratama.Suci Yasmita Dewi, selaku istri dari Andi Pratama menceritakan asal muasal diciptakannya Vespa berbahan kayu jati tersebut.

Dia menjelaskan, bahwa Vespa ini dikerjakan selama kurang lebih dua tahun oleh sang suami. "Pengerjaannya manual termasuk ukirannya," katanya di lokasi itu seperti dilansir Radar Bali

Ide pembuatan Vespa kayu ini bermula saat sang suami menonton sebuah acara talk show di televisi yang menayangkan kreasi sepeda motor kayu. Andi Pratama kemudian mencoba membuatnya sendiri.

Berbekal pengetahuannya sebagai tukang kayu, pria lulusan STM itu mulai mengumpulkan bahan, terutama kayu jati yang akan dipakai. "Awalnya bikin jam tangan kayu saja. Namun, di kebun ada kayu jati yang gak dipakai dan di rumah ada Vespa. Akhirnya dia coba," bebernya.

Seyelah dua tahun dikerjakan dengan teliti, Vespa kayu jati dengan ukiran Bali itu pun tercipta. Hasil kerja keras itu kini mulai membuahkan hasil. Vespa itu mulai kebanjiran peminat yang menawar dengan harga menggiurkan.

Menurut Yasmita Dewi, sejauh ini, tawaran tertinggi datang dari seorang yang ingin membeli di nominal Rp80 juta.

Namun, Karena biaya produksi cukup tinggi, Vespa antik itu belum dilepas. "Kami tawarkan di angka Rp 150 juta. Karena biaya produksi sekitar di Rp 60 sampai Rp 70 juta. Bahan baku gak banyak, tapi waktu dan idenyanya itu yang gak ternilai," beber Yasmita.

Selain membuat Vespa Kayu, sejatinya Yasmita bersama suaminya juga menciptakan jam tangan kayu. Hasil kreasi itu dijual ke media sosial dengan harga ratusan ribu, tergantung bahan kayu yang digunakan.(*)

 

Editor : Niklaas Andries
#kayu #vespa antik #kerja keras #Bali Jagadhita #stm #bali #Bahan Kayu #motor #vespa #bajaj #kayu jati