DALAM tradisi masyarakat Muslim, Salat Idul Fitri dan Salat Idul Adha merupakan momen yang sangat penting dan penuh makna.
Salah satu pemandangan yang sering terlihat menjelang pelaksanaan salat adalah suasana di sekitar pohon-pohon yang berdiri tegak, seolah menunggu dengan sabar hingga waktu salat tiba.
Pohon yang tidak bergerak sebelum Salat Id ini bisa diibaratkan sebagai simbol kesabaran dan ketentraman.
Seperti halnya pohon yang kokoh dan tidak tergoyahkan oleh angin, umat Muslim juga diharapkan untuk tetap teguh dalam iman dan sabar menunggu waktu yang tepat untuk melaksanakan ibadah.
Menunggu waktu salat adalah saat yang penuh khusyuk. Masyarakat berkumpul, saling menyapa, dan berbagi kebahagiaan.
Dalam suasana ini, pohon-pohon yang berdiri diam menjadi latar belakang yang indah, menciptakan suasana tenang dan damai.
Ini adalah waktu untuk merenungkan makna dari ibadah yang akan dilaksanakan, serta untuk bersyukur atas segala nikmat yang telah diberikan.
Pohon yang tidak bergerak juga mengingatkan kita akan keterhubungan antara manusia dan alam. Dalam Islam, menjaga dan menghormati alam adalah bagian dari ibadah.
Pohon-pohon yang berdiri tegak menjadi saksi bisu dari setiap langkah dan doa yang dipanjatkan oleh umat Muslim saat melaksanakan salat.
Dengan demikian, pohon yang tidak bergerak sebelum Salat Id bukan hanya sekadar fenomena alam, tetapi juga mengandung makna yang dalam.
Ia mengajarkan kita tentang kesabaran, ketentraman, dan pentingnya menjaga hubungan baik dengan alam.
Pohon tidak bergerak sebelum sholat Ied dan fenomena unik terkait kalimat tasbih saat Idul Fitri termaktub dalam QS surat Al-Isra ayat 44 berbunyi:
تُسَبِّحُ لَهُ السَّمٰوٰتُ السَّبْعُ وَالْاَرْضُ وَمَنْ فِيْهِنَّۗ وَاِنْ مِّنْ شَيْءٍ اِلَّا يُسَبِّحُ بِحَمْدِهٖ وَلٰكِنْ لَّا تَفْقَهُوْنَ تَسْبِيْحَهُمْۗ اِنَّهٗ كَانَ حَلِيْمًا غَفُوْرً
"Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. Dan tidak ada sesuatu pun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu tidak mengerti tasbih mereka. Sungguh, Dia Maha Penyantun, Maha Pengampun".
Kandungan ayat ini adalah:
- Semua makhluk di alam semesta, termasuk langit, bumi, dan segala isinya, senantiasa bertasbih kepada Allah.
- Bertasbih kepada Allah dapat dilakukan dengan lisan atau dengan lisanulhal (keadaan yang menunjukkan bertasbih dan memuji-Nya).
- Allah tidak akan segera menyiksa orang-orang yang durhaka kepada-Nya.
- Allah akan menangguhkan siksaan meskipun mereka terus berada dalam kekufuran dan keingkaran.
- Allah akan memberikan ampunan kepada siapa saja yang meminta ampunan-Nya.
Mari kita sambut momen salat Id dengan hati yang bersih dan penuh rasa syukur, serta menjadikan setiap ibadah sebagai sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. (*)
Editor : Ali Sodiqin