Ketua PWI Banyuwangi Terpilih Potensial Nama Panggilan Akhiran I

Tim Redaksi Radar Banyuwangi • Dipublikasikan Jumat, 2 Oktober 2026 | 10:23 WIB
Oleh: Ali Nurfatoni, alumni jurnalis Jawa Pos Radar Banyuwangi
Oleh: Ali Nurfatoni, alumni jurnalis Jawa Pos Radar Banyuwangi

RADAR BANYUWANGI – Sabtu Besok (3/10), Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Banyuwangi akan melaksanakan Konferensi Cabang (Konfercab) untuk memilih ketua yang baru. Telah ada empat nama yang telah dinyatakan lolos verifikasi sebagai kandidat. Mereka adalah Gatot Himawan, Sandi Sumarsono, Hariyadi, dan Dedy Jumhardiyanto.

Keempat tokoh ini tergolong wartawan senior. Mereka telah malang melintang dalam peliputan dan menghasilkan karya nyata. Tentunya, masing-masing person memiliki basic dengan kompetensi yang telah teruji.

Keempat nama itu, saya mengenal mereka cukup baik. Artinya, kami saling mengenal. Tetapi, apapun yang terjadi nanti, hanya satu yang akan terpilih. Sedangkan, tiga lainnya harus legowo lantaran tidak terpilih.

Secara subyektif, saya memiliki pandangan yang mungkin berbeda dengan metode analisis pada umumnya. Riset, pola pengumpulan data, jumlah pemilih, geliat kampanye, sampling atau metode mencari dukungan calon kepada pemilik suara.

Saya hanya mengamati seputar identitas panggilan nama seseorang. Secara logika, tidak ada kaitan langsung ejaan nama dengan sebuah dinamika memimpin organisasi seperti PWI. Tetapi, suka tidak suka, mau tidak mau, realitas saat ini tampaknya bakal mengarah kepada nama yang identik akhiran i atau o.

Dengan demikian, tanpa mengurangi rasa hormat kepada senior Gatot Himawan, potensi untuk terpilih menjadi ketua PWI cukup berat. Walaupun, ia sejatinya pada periode sebelumnya dipercaya sebagai sekretaris di bawah komando sang ketua Budi Wirianto.

Dengan demikian, hanya tersisa tiga nama, yaitu Sandi Sumarsono, Hariyadi, dan Dedy Jumhardiyanto. Sepengetahuan saya, Sandi adalah wartawan RRI. Ia banyak berkiprah dalam peliputan dunia olahraga. Sedangkan, Hariyadi adalah wartawan yang biasa ngepost di Press Room DPRD dengan portal medianya kabarrakyat.id.

Sementara itu, Dedy adalah wartawan yang mengawali karir dari Radio Sritanjung, berlanjut menjadi wartawan media cetak, online dan kini di Radio Bintang Tenggara.

Cuma, ia sempat terjebak dalam politik praktis dalam Pilkada 2024 lalu. Saat itu, ia diketahui resign dari Radar Banyuwangi karena memilih menjadi relawan atau tim sukses calon bupati-wakil bupati, Ali Makki-Ali Ruchi.

Ya, itu sudah menjadi keputusan baginya. Jelas, mau tidak mau, ada risiko atas segala keputusan yang telah diambil. Pasca pilkada, ia kembali ke setelan awal menjadi wartawan. Ya, berdasar nama, ia masuk kriteria karena berbunyi i (y) dan o di akhir panggilan namanya. Pun demikian, Sandi Sumarsono juga memiliki nama akhiran i dan o.

Praktis, hanya Hariyadi yang memiliki modal akhiran i. Bukan sebatas kebetulan, ketua saat ini adalah Budi Wirianto yang juga punya nama akhiran i dan o. Namun, pengulangan i dan o akan sulit terulang secara presisi. Harus ada yang mengalah salah satu antara i dan o.

Dengan begitu, satu-satunya nama yang diuntungkan berdasarkan skema ini adalah Hariyadi. Apalagi, ia mendapatkan nomor urut 3 yang berarti ganjil sesuai pemberitaan di ragam media online. Sedangkan, Dedy dan Sandi dapat angka genap masing-masing nomor 2 dan 4. Mohon maaf, ini memang misteri, tapi bisa dicermati jauh-jauh hari. (*)


Noted: Esai ini bersifat subyektif dan diulas atas permintaan sebagian teman teman wartawan melalui WhatsApp yang isinya begini. “Cak buatkan prediksi, empat calon ketua PWI, pelaksanaan hari Sabtu”. Seketika itu, saya pun membalas chat, wah saya tidak paham perkembangan. Tapi, bisa berdasarkan pencermatan dan faktor alam.

Banyuwangi, 2 Oktober 2026

Editor : Ali Sodiqin
Konfercab PWI Ketua PWI Kandidat PWI Wartawan Banyuwangi PWI Banyuwangi