Refleksi HUT Ke-81 Kemerdekaan RI: Gen Z Harus Mewarisi Nilai Juang Para Veteran

Tim Redaksi Radar Banyuwangi • Dipublikasikan Senin, 17 Agustus 2026 | 07:00 WIB
Oleh: W Dahliana Moestari, Ketua Persatuan Isteri Veteran Republik Indonesia (PIVERI) Cabang Banyuwangi
Oleh: W Dahliana Moestari, Ketua Persatuan Isteri Veteran Republik Indonesia (PIVERI) Cabang Banyuwangi

RADAR BANYUWANGI - Agustus merupakan bulan sakral bagi Veteran. Di bulan tersebut ada dua tanggal yang sangat penting, yaitu tanggal 10 dan 17. Tanggal 10 Agustus merupakan hari Veteran Nasional dan Tanggal 17 adalah Hari Kemerdekaan bangsa Indonesia. Kedua tanggal tersebut adalah tanggal untuk menunduk sejenak dan mengingat. Mengingat ada orang-orang yang dulu menaruh nyawa di ujung senapan demi satu kata ”Merdeka!”. Seringkali kita berhenti  mengingat. Seolah Veteran itu milik masa lalu. Seolah perjuangan mereka sudah selesai dan tingal kenangan, padahal tidak.

Hari ini mereka sudah sepuh. Tetapi setiap 17 Agustus masih meminta untuk disetrika baju seragamnya. Masih hafal Pancasila. Masih menangis waktu melihat pengibaran bendera. Dada mereka dihiasi tanda jasa, langkah mereka sudah tidak secepat dulu. Suara mereka mungkin sudah tidak selantang dulu. Tapi sorot matanya masih sama seperti puluhan tahun lalu, tajam, berani,dan penuh cinta pada negeri ini. Dan kalua kita tanya, ”Pak, masih cinta Indonesia?”. Pasti akan dijawab dengan lantang ”Indonesia harga mati”.

Saya sering bertanya dalam hati  setelah semua pengorbanan itu, apa yang mereka inginkan dari generasi muda sekarang?. Jawabannya sederhana. Bukan penghormatan seremonial. Bukan ucapan terimaksih yang hanya setahun sekali. Yang diinginkan Veteran adalah agar api perjuangan itu tidak pernah padam. Dan api itu sekarang ada ditangan generasi muda,atau Gen Z.

Veteran Itu Tidak Pernah Pensiun

Yang pensiun itu hanya tugas di medan tempur dan fisiknya karena usia. Tapi nilai nilainya tidak. Nilai disiplin, pantang menyerah, cinta tanah air, dan rela berkorban itu justru akan terus hidup. Tugas untuk menjaga nilai-nilai perjuangan itu harus diwariskan. Dan hari ini estafet itu ada di pundak generasi muda/Gen Z.

Dulu medan perangnya Veteran adalah hutan, gunung, rawa, dan jalanan, musuhnya penjajah bersenjata. Senjatanya senapan, granat, bahkan bambu runcing. Taruhannya nyawa dan tujuannya kemerdekaan. Sekarang di tahun ini, medan perangnya sudah bergeser.  Tidak ada lagi tembakan,tidak ada lagi penjajah yang datang dengan kapal, tapi ada tantangan baru bagi generasi Z,  yaitu hoaks, mental instan, pengangguran, intoleransi, serta bullying. Senjata kita juga berubah. Bukan lagi senapan, tapi ide, bukan lagi granat, tapi karya. Bukan lagi bambu runcing, tapi smartphone dan interrnet.

Pertanyaannya, masih relevankah semangat Veteran hari ini ?. Sangat relevan. Karena musuhnya beda, tetapi semangatnya harus sama. 

Tiga Nilai Veteran 

Veteran dulu berani maju paling depan walau tahu risikonya dan nyawa taruhannya. Karena rasa tanggung jawab pada bangsa dan negara. Bagi Gen Z keberanian itu diwujudkan dengan berani mengambil tanggung jawab pada diri sendiri dan lingkungan. Berani tidak ikut ikutan menyebar berita bohong. Berani berkata ”tidak” pada korupsi sekecil apapun. Berani menjadi konten kreator yang mendidik, bukan yang merusak moral. Gen Z tidak perlu perang, tapi perlu berani melawan malas dan berani melawan budaya instan.

Tanya ke Veteran, mereka pasti akan bercerita soal disiplin. Bangun sebelum subuh, patuh komandan, menjaga rahasia, dan tidak pernah mengeluh. Disiplin itulah yang membuat mereka menang. Gen Z hidup di era paling banyak distraksi, notifikasi, game, scroll tanpa henti. Di tengah itu semua orang yang disiplin justru jadi pemenangnya. Disiplin belajar satu skill sampai ahli, Disiplin berkarya tiap hari walau belum ada yang lihat dan membeli. Disiplin hari ini adalah bentuk baru dari ”jaga post” masa depan. Jaga nama baik bangsa di dunia digital.

Gotong Royong Versi Digital

Di medan perang, Veteran tidak bisa hidup sendiri. Mereka saling menjaga, saling berbagi makanan, atau perbekalan terakhir, saling menggendong yang terluka. Itulah gotong royong di zaman mereka. Gen Z bisa melanjutkan itu dengan berbagai kegiatan, misalnya gotong royong membangun komunitas, saling support dalam setiap kegiatan yang bermanfaat, buat gerakan sosial untuk bantu sesama. Di dunia maya, gotong royong artinya stop saling menjatuhkan di kolom komentar, tidak perlu mem-bully jika melihat sesuatu yang berbeda, ganti dengan apresiasi dan kolaborasi. Jadikan internet sebagai alat mempersatukan bukan perpecahan

Cara Terbaik Menghormati Veteran

Upacara dan ziarah itu penting. Tetapi penghornatan paling tinggi adalah dengan meneruskan cita cita mereka. Cita -cita Veteran bukan hanya Indonesia Merdeka, tapi Indonesia maju, adil, dan bermartabat di mata dunia. Maka isilah kemerdekaan ini dengan belajar dengan sungguh-sungguh, jaga toleransi, jujur dalam bekerja, beli produk bangsa sendiri, dan jangan mudah terprovokasi. Para Veteran sudah membayar kemerdekaan dengan darah, nyawa, dan air mata. Tugas generasi mudah membayarnya dengan keringat dan prestasi.

Veteran merebut kemerdekaan dengan senapan dan peluru. Hari ini kalian menjaga kemerdekaan dengan karya dan prestasi. Kalian Gen Z tidak pernah merasakan susahnya perang, Tetapi kalian akan merasakan susahnya membangun, baik itu ekonomi, pendidikan, dan karakter bangsa. Selama nilai-nilai Veteran masih hidup di dada Gen Z, maka selama itu pula Indonesia akan terus maju.

Di Hari Kemerdekaan ini, mari kita berjanji bahwa selama merah putih masih berkibar, maka nilai-nilai Veteran akan terus hidup. Lewat tangan- tangan muda yang berkarya. Karena menghormati Veteran bukan dengan seremoni dan santunan, tapi dengan melanjutkan perjuangannya. Selamat HUT ke-81  Kemerdekaan RI. (*)

Editor : Ali Sodiqin
veteran hut ri 17 agustus gen kemerdekaan