Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Menata Episentrum Baru Bisnis Lintas Negara di Ujung Timur Jawa

Tim Redaksi Radar Banyuwangi • Rabu, 15 Juli 2026 | 09:30 WIB
Oleh: Yovian Bugarianda, SE, MSM, Ketua Prodi S1 Manajemen Bisnis Internasional UNIDSOE Banyuwangi
Oleh: Yovian Bugarianda, SE, MSM, Ketua Prodi S1 Manajemen Bisnis Internasional UNIDSOE Banyuwangi

RADAR BANYUWANGI - Banyuwangi saat ini bukan lagi sekadar destinasi pariwisata Internasional. Letaknya yang berhadapan langsung dengan Selat Bali serta didukung akses menuju pelabuhan internasional menjadikan Banyuwangi memiliki posisi strategis dalam arus bisnis barang dan jasa skala nasional maupun internasional. Banyuwangi kini bertransformasi menjadi kekuatan baru dalam lanskap bisnis lintas negara. Peningkatan volume perdagangan lintas negara yang signifikan menuntut adanya tata kelola bisnis yang adaptif, sekaligus ketersediaan sumber daya manusia berwawasan global yang siap memimpin bisnis.

Sejauh ini Banyuwangi telah memiliki potensi besar pada komoditas perikanan (seperti ikan kaleng dari Muncar yang berhasil menembus pasar Amerika dan Kanada), pertanian, hingga industri kreatif, yang kini telah menjangkau lebih dari 80 negara di lima benua. Data terbaru dari Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan Kabupaten Banyuwangi mencatat adanya akselerasi pada performa ekspor daerah. Sepanjang tahun 2025, nilai ekspor Banyuwangi sukses mencapai angka USD 232 juta atau setara dengan Rp3,9 triliun. Nilai tersebut melonjak dibandingkan tahun 2024 yang berada di angka USD 196 juta atau sekitar Rp3,3 triliun. Pertumbuhan tersebut linier dengan meningkatnya jumlah eksportir lokal aktif di Banyuwangi.

Di balik pertumbuhan nilai ekspor tersebut, tersimpan tantangan regulasi yang kompleks. Sebagian pelaku ekspor masih menggunakan fasilitas pihak ketiga atau non-Surat Keterangan Asal (SKA). Banyak pelaku UMKM lokal dan usaha makro yang masih terbentur pemenuhan standardisasi dokumen internasional, kepabeanan, tarif, hingga manajemen logistik global. Tanpa adanya tata kelola bisnis dan perdagangan lintas negara yang diatur dengan baik oleh pemerintah daerah maupun otoritas terkait, potensi ekonomi yang besar tersebut berisiko tidak terserap secara optimal. Regulasi ke depan harus mampu menyederhanakan birokrasi ekspor dan melindungi hak kekayaan intelektual produk lokal, agar calon eksportir dan pelaku ekspor makin bergairah memasarkan produknya di kancah internasional.

Selain ekspor barang, kekuatan pariwisata Banyuwangi dapat menjadi pintu masuk promosi dagang. Wisatawan, investor, dan jejaring internasional yang datang ke Banyuwangi dapat diperkenalkan pada produk unggulan melalui pameran, pusat oleh-oleh, festival, serta pertemuan bisnis. Integrasi antara pariwisata dan perdagangan akan membangun citra Banyuwangi sebagai daerah yang tidak hanya menarik untuk dikunjungi, tetapi juga potensial sebagai mitra investasi, produksi, dan distribusi. Dengan strategi tersebut, identitas lokal dapat berubah menjadi keunggulan komersial yang bernilai global secara berkelanjutan.

Menghadapi kompleksitas bisnis lintas negara, Banyuwangi tidak hanya membutuhkan modal materiil, melainkan sosok para pemimpin bisnis yang memiliki wawasan global. Bisnis lintas negara bukan hanya sekadar aktivitas jual beli barang menyeberangi lautan. Di dalamnya terdapat negosiasi multikultural, pemahaman hukum dagang internasional, manajemen risiko bisnis internasional, hingga kemampuan membaca situasi geopolitik global. Pemimpin bisnis masa depan harus memahami aturan, kondisi global, dan perkembangan geopolitik. Dengan demikian, mereka dapat melihat regulasi sebagai panduan untuk bersaing dan berkembang di pasar internasional secara legal dan efektif. Oleh karenanya, investasi pada pendidikan dan pengembangan kepemimpinan bisnis global menjadi langkah strategis untuk memastikan potensi ekonomi daerah terus tumbuh secara berkelanjutan.

Guna menjembatani kebutuhan akan talenta-talenta yang siap berpartisipasi aktif di episentrum ekonomi baru ini, Universitas Dr. Soekardjo menghadirkan Program Studi S1 Manajemen Bisnis Internasional sebagai solusi nyata. Program studi tersebut dirancang untuk membekali mahasiswa dengan wawasan, keterampilan, dan pengalaman yang relevan dengan perkembangan dunia bisnis global saat ini. Melalui Program Studi S1 Manajemen Bisnis Internasional, Universitas Dr. Soekardjo berkomitmen mencetak motor penggerak ekonomi global langsung dari bumi Blambangan. Kesempatan emas untuk menjadi pemimpin bisnis global masa depan kini ada di depan mata, tepat di jantung pertumbuhan ekonomi baru ujung timur Jawa. (*)

Editor : Ali Sodiqin
episentrum lintas negara Bisnis banyuwangi