Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Banyuwangi Kian Perkuat Posisi sebagai Gerbang Perdagangan Internasional

Tim Redaksi Radar Banyuwangi • Jumat, 5 Juni 2026 | 11:00 WIB
Oleh: Sheli Isni Prafitri, ST, MMT, Dosen S1 Perdagangan Internasional Universitas Dr Soekardjo Banyuwangi
Oleh: Sheli Isni Prafitri, ST, MMT, Dosen S1 Perdagangan Internasional Universitas Dr Soekardjo Banyuwangi

RADARBANYUWANGI.ID - Banyuwangi terus menunjukkan transformasinya sebagai salah satu daerah yang semakin diperhitungkan dalam peta perdagangan internasional. Terletak di ujung timur Pulau Jawa dan berbatasan langsung dengan Bali, kabupaten ini memiliki posisi geografis yang strategis dalam jalur distribusi kawasan timur Indonesia. Jika dahulu Banyuwangi lebih dikenal sebagai “The Sunrise of Java” dengan pesona wisatanya, kini daerah tersebut juga berkembang menjadi simpul penting aktivitas ekspor-impor dan logistik global.

Keunggulan geografis tersebut diperkuat dengan dukungan infrastruktur yang terus berkembang. Salah satunya adalah Pelabuhan Tanjung Wangi yang menjadi pintu utama distribusi barang menuju berbagai wilayah, baik antarpulau maupun ke mancanegara. Konektivitas yang semakin baik membuat arus perdagangan menjadi lebih efisien dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara signifikan. 

Perkembangan ini tercermin dari semakin banyaknya produk unggulan Banyuwangi yang berhasil menembus pasar global. Saat ini sedikitnya terdapat 27 komoditas yang telah dipasarkan ke berbagai negara, mulai dari ikan kaleng, ikan hias, olahan rempah, produk pertanian, kerajinan tangan, hingga buah segar. Di antara berbagai komoditas tersebut, sektor perikanan masih menjadi tulang punggung ekspor daerah.

Produksi perikanan Banyuwangi tercatat mencapai puluhan ribu ton setiap tahunnya. Sentra industri perikanan di kawasan Muncar berperan besar dalam menjaga produktivitas tersebut. Bahkan, salah satu perusahaan pengolahan ikan di wilayah ini menjadi kontributor utama dalam ekspor produk perikanan olahan ke berbagai negara. 

Sepanjang tahun 2025, nilai ekspor produk unggulan Banyuwangi mencapai 232 juta dolar AS atau sekitar Rp3,9 triliun. Angka ini meningkat sekitar 18,33 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 196 juta dolar AS. Peningkatan ini menjadi indikator bahwa produk lokal Banyuwangi semakin memiliki daya saing di pasar internasional.

Jangkauan pasar ekspor Banyuwangi kini semakin luas, meliputi Asia, Afrika, Eropa, Amerika hingga Australia. Negara-negara Asia seperti Jepang, Tiongkok, dan Korea Selatan menunjukkan minat tinggi terhadap ikan hias asal Banyuwangi. Sementara itu, pasar Afrika khususnya negara di kawasan Afrika Utara dan Afrika Timur seperti Libya dan Mesir didominasi oleh permintaan ikan kaleng serta produk olahan perikanan. Di kawasan Eropa, negara seperti Jerman dan beberapa negara Eropa Barat menjadi pasar bagi kerajinan tangan, ikan hias, serta produk ikan kaleng. 

Sementara itu, kawasan Amerika juga menjadi tujuan penting ekspor produk perikanan olahan, terutama tuna kaleng. Banyuwangi bahkan pernah mengekspor tuna kaleng ke Kanada dalam volume besar, yang menjadi tonggak penting perluasan pasar menuju Amerika Utara.

Beragam capaian tersebut menunjukkan bahwa tren ekspor komoditas Banyuwangi terus berkembang, baik dari sisi nilai maupun keragaman pasar tujuan. 

Tidak hanya perusahaan besar, pelaku UMKM lokal juga semakin aktif berkontribusi dalam rantai perdagangan global. Kondisi ini semakin menegaskan posisi Banyuwangi sebagai salah satu pusat pertumbuhan perdagangan internasional di wilayah timur Pulau Jawa.

Di tengah perkembangan tersebut kebutuhan akan sumber daya manusia yang memahami dinamika perdagangan internasional menjadi semakin penting, oleh karena itu kehadiran Program Studi Perdagangan Internasional Universitas Dr Soekardjo Banyuwangi menjadi bagian dari upaya menyiapkan generasi muda yang memiliki kompetensi di bidang perdagangan global, sekaligus mampu berperan aktif dalam mengembangkan potensi ekspor daerah di masa depan. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#eksport #banyuwangi #pelabuhan tanjung wangi #Perdagangan