Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Ramadan Tanpa Mubazir dengan Meal Preparation Bergizi Seimbang

Tim Redaksi Radar Banyuwangi • Selasa, 17 Maret 2026 | 03:00 WIB

Oleh: Elita Endah Mawarni MPd, Dosen Gizi Universitas Dr. Soekardjo
Oleh: Elita Endah Mawarni MPd, Dosen Gizi Universitas Dr. Soekardjo

RADARBANYUWANGI.ID - Bulan Ramadan adalah momen penuh berkah dan keutamaan. Namun sayangnya momen Ramadan identik dengan tradisi berbuka puasa mengkonsumsi makanan khas yang hanya populer di waktu tersebut.

Akibatnya, konsumsi makanan dan minuman menjadi lebih tinggi. Hal ini menyebabkan fenomena sampah makanan selama Ramadan meningkat. Padahal, dibulan suci ini seharusnya menjdi momen untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya menghargai rezeki, termasuk dalam hal mubazir makanan. Sejatinya, Ramadan mengingatkan manusia untuk mengenal kata “cukup” sebagai bentuk menahan diri dari berbagai hal yang berlebihan.

Kenyataan yang terjadi, penyajian menu makanan dan minuman ketika berbuka dilakukan secara berlebihan. Sedangkan yang dikonsumsi hanya sedikit, sehingga menyebabkan adanya makanan sisa dan terbuang (food waste). Masalah sampah makanan ini tidak hanya dijumpai di rumah atau warung makan, namun juga di beberapa masjid yang memiliki program berbagi buka puasa bersama.

Fenomena sisa/sampah makanan selama Ramadan cukup mengkhawatirkan. Volume sampah makanan di Indonesia diprediksi meningkat 10% hingga 20% selama Ramadan 2026, berdasarkan tren data empirik Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) KLHK.

Sisa makanan mendominasi dengan proporsi >39% dari total timbulan sampah, terutama akibat peningkatan konsumsi rumah tangga dan aktivitas buka puasa. Peningkatan ini berpotensi merusak lingkungan jika tidak dikelola, mengingat sebagian besar sampah makanan berakhir di TPA. Oleh karena itu, kesadaran untuk tidak konsumtif dan mengolah sampah organik sangat krusial selama bulan Ramadan

Hal tersebut diatas bisa menjadi dasar untuk lebih bijak dalam menyajikan makanan, mengambil porsi yang sesuai dengan kebutuhan tubuh. Terdapat beberapa cara mudah yang bisa dilakukan untuk menghindari pemborosan dalam penyajian menu selama Ramadan, seperti membuat perencanaan yang baik atau memanfaatkan makanan yang tidak habis dikala berbuka untuk menu sahur.

Selain itu juga ada cara lain yang cukup trend di era rumah tangga saat ini dan dinilai efisien dari segi waktu dan jumlah kebutuhan bahan, yakni penerapan praktik meal preparataion atau singkatnya meal prep.

Meal Preparation

Meal prep merupakan kegiatan menyiapkan bahan makanan ataupun masakan dalam jumlah besar sekaligus di awal untuk satu minggu /satu bulan ke depan. Prosesnya mencakup perencanaan menu, belanja bahan, membersihkan, memotong, hingga menyimpan makanan dalam wadah siap pakai.

Praktik ini bertujuan untuk membuat aktivitas memasak jadi lebih efisien, menghemat waktu, membantu mengontrol asupan nutrisi dan mampu menekan pengeluaran belanja sehingga mengurangi pemborosan bahan makanan.

Beberapa jenis meal preparation yang dapat diterapkan berdasarkan preferensi seseorang yaitu 1) makanan siap saji (Make Ahead Meals): metode ini merujuk pada makanan yang dimasak terlebih dulu, lalu disimpan dalam lemari es, kemudian dipanaskan pada waktu makan; 2) memasak porsi besar (Batch Cooking): memasak resep tertentu dalam jumlah banyak, lalu dibagi beberapa bagian untuk dibekukan. Kemudian baru dimakan pada beberapa waktu ke depan; 3) memasak porsi individu (Individually Portioned Meals): metode ini bisa diterapkan bagi yang tinggal seorang diri; bahan siap masak (Ready to Cook Ingredients): Jenis ini hanya menyiapkan bahan masakan tanpa memasaknya lebih dulu. Bahan-bahan ini bisa disimpan di lemari es dan dikeluarkan saat hendak memasak.

Mengapa efisien ? karena meal prep menghemat waktu memasak (dengan membuat jadwal menu masakan, kita bisa mengurangi kebiasaan memikirkan menu masakan yang bisa menyita waktu), mengurangi sampah makanan (karena berdampak buruk bagi lingkungan), menghemat uang (membeli bahan yang dibutuhkan sesuai dengan perencanaan). Selain itu makan lebih sehat, dan tentunya dapat mengurangi stres dalam memasak (tanpa perencanaan, memasak bisa menjadi kegiatan yang membuat stres, apalagi ditambah pertimbangan menu untuk setiap orang dalam keluarga )

Penerapan kebiasaan yang bijak terhadap makanan, membawa kita dapat menikmati Ramadan dengan lebih baik. Dengan menghindari food waste, selain untuk menjalankan perintah dari Allah SWT tetapi juga memiliki dampak yang baik untuk lingkungan demi generasi mendatang. Jadi, mulai sekarang sebaiknya : Yuks, Bijak dalam mengelola makanan, minimalisir food waste! (*)

Editor : Ali Sodiqin
#Gizi Seimbang #ramadan